Friday, September 22, 2017

Kejiwaan

. . bahwa untuk menyadari kenyataan yang tak terbatas itu baiknya harus melepaskan diri dari ikatan terbatas, tapi ya bukan berarti mengabaikan semua bentuk kesenangan , kenikmatan hidup dan lalu bersikap masa bodoh terhadap hidup. . tapi juga berusaha merasakan sentuhan kebahagiaan abadi yang mestinya tersembunyi di mana mana , sehingga bisa merasakan gembira suka cita seperti anak anak yang menikmati mainan , pakaian , hadiah yang penuh kasih. bisa menikmati kehidupan tapi tak terikat apapun maupun aturan aturan apapun . dengan memandang semua di alam hidup ini sebagai gelombang gelombang cemerlang di samudra kesadaran alam semesta , juga memperlakukan smua itu dengan sewajarnya tanpa kemelekatan maupun penolakan . demikian akan menikmati kebahagiaan yang tak habis2nya dengan kesadaran tanpa batas . . pendalaman yg luar biasa . .

BapakTalks

Arti dari ibadah yang sesungguhnya adalah tidak dengan tata cara seperti ini, atau seperti ini. . tapi adalah ketika seorang manusia atau makhluk yang melakukan atau menuruti gerakan dari apa yang ada dalam dirinya sendiri yaitu gerakan Jiwa, sesuai dengan garis-garis yang dikehendaki Tuhan. Jika saudara melakukan pekerjaan yang telah diberikan oleh bos, dan saudara melakukannya dengan baik. Itu disebut pelayanan. Penyembahan Allah yang sejati adalah ketika saudara melakukannya dengan cara yang dikehendaki Allah lewat Jiwa . Biasanya, perbuatan ibadah orang itu dikehendaki oleh hati, yang berarti ini tidak penyembahan dari Allah tetapi penyembahan dari hati, karena seseorang bertindak dipengaruhi oleh apa-apa yang dilihat, didengar atau dirasakan. . copas Bapak Talks

Wednesday, September 13, 2017

Freeport

← Inilah Pesan Alien “Vrillion” Melalui TV Inggris Tahun 1977Asteroid 1998 QE2: Asteroid Sepanjang 9 Kapal Pesiar Ini Memiliki Bulan!! → Konspirasi JF. Kennedy, Sukarno, Suharto, CIA dan Freeport Posted on Mei 29, 2013 by spedaonthel kutitipkan bangsa negara kepadamu papua indonesia header Bongkar Konspirasi Hebat: Antara John F. Kennedy, Sukarno, Suharto dan Freeport Bung Karno / Sukarno / Soekarno Pada sekitar tahun 1961, Presiden Soekarno gencar merevisi kontrak pengelolaan minyak dan tambang-tambang asing di Indonesia. Minimal sebanyak 60 persen dari keuntungan perusahaan minyak asing harus menjadi jatah rakyat Indonesia. Namun kebanyakan dari mereka, gerah dengan peraturan itu. Akibatnya, skenario jahat para elite dunia akhirnya mulai direncanakan terhadap kekayaan alam negeri tercinta, Indonesia. suharto sukarno freeport banner Pada akhir tahun 1996 lalu, sebuah artikel yang ditulis oleh seorang penulis Lisa Pease yang dimuat dalam majalah Probe. Tulisan ini juga disimpan dalam National Archive di Washington DC. Judul tulisan tersebut adalah “JFK, Indonesia, CIA and Freeport“. Illuminati Card Game Agenda - Rewriting History Illuminati Card Game Agenda – Rewriting History Walau dominasi Freeport atas “gunung emas” di Papua telah dimulai sejak tahun 1967, namun kiprahnya di negeri ini ternyata sudah dimulai beberapa tahun sebelumnya. Pada kesempatan ini, kami akan menguak sedikit dari banyaknya tandatanya-tandatanya besar yang masih tersimpan di saku tiap rakyat Indonesia yang tercinta ini dan belum terjawab, bahkan tak akan pernah terjawab. Hal itu dilakukan karena pada masa rezim New Order atau Orde Baru itu, banyak sekali sejarah-sejarah yang tak boleh dipublikasikan, ditulis ulang, dibengkokkan, lalu di propagandakan melalui media-media zombie yang pada masa lalu, bagai ‘media peliharaan’. Dalam tulisannya yang dimuat dalam majalah Probe, Lisa Pease mendapatkan temuan jika Freeport Sulphur, demikian nama perusahaan itu awalnya, nyaris bangkrut berkeping-keping ketika terjadi pergantian kekuasaan di Kuba tahun pada tahun 1959. Saat itu di Kuba, Fidel Castro berhasil menghancurkan rezim diktator Batista. Oleh Castro, seluruh perusahaan asing di negeri itu dinasionalisasikan. Lisa-PeaseFreeport Sulphur yang baru saja hendak melakukan pengapalan nikel produksi perdananya dari Kuba, akhirnya terkena imbasnya. Maka terjadi ketegangan di Kuba. Menurut Lisa Pease, berkali-kali CEO Freeport Sulphur merencanakan upaya pembunuhan terhadap Fidel Castro, namun berkali-kali pula menemui kegagalan. Ditengah situasi yang penuh ketidakpastian, pada Agustus 1959, Forbes Wilsonyang menjabat sebagai Direktur Freeport Sulphur melakukan pertemuan dengan Direktur pelaksana East Borneo Company, Jan van Gruisen. Dalam pertemuan itu Gruisen bercerita jika dirinya menemukan sebuah laporan penelitian atas Gunung Ersberg (Gunung Tembaga) di Irian Barat yang ditulis Jean Jacques Dozy di tahun 1936. Forbes Wilson Freeport Sulphur Forbes Wilson,Direktur Freeport Sulphur 1959 (pic: mininghalloffame.org) Uniknya, laporan itu sebenarnya sudah dianggap tidak berguna dan tersimpan selama bertahun-tahun begitu saja di perpustakaan Belanda. Namun, Van Gruisen tertarik dengan laporan penelitian yang sudah berdebu itu dan kemudian membacanya. Dengan berapi-api, Van Gruisen bercerita kepada pemimpin Freeport Sulphur itu jika selain memaparkan tentang keindahan alamnya, Jean Jaques Dozy juga menulis tentang kekayaan alamnya yang begitu melimpah. Tidak seperti wilayah lainnya diseluruh dunia, maka kandungan biji tembaga yang ada disekujur tubuh Gunung Ersberg itu terhampar di atas permukaan tanah, jadi tidak tersembunyi di dalam tanah. Mendengar hal itu, Wilson sangat antusias dan segera melakukan perjalanan ke Irian Barat untuk mengecek kebenaran cerita itu. Di dalam benaknya, jika kisah laporan ini benar, maka perusahaannya akan bisa bangkit kembali dan selamat dari kebangkrutan yang sudah di depan mata. Selama beberapa bulan, Forbes Wilson melakukan survey dengan seksama atas Gunung Ersberg dan juga wilayah sekitarnya. Penelitiannya ini kelak ditulisnya dalam sebuah buku berjudul The Conquest of Cooper Mountain. Forbes Wilson kanan bersama anggota geologist Freeport di Erstberg 1967 Forbes Wilson (kanan) bersama anggota geologist Freeport di Erstberg, 1967. (Click to enlarge zoomed) Wilson menyebut gunung tersebut sebagai harta karun terbesar, yang untuk memperolehnya tidak perlu menyelam lagi karena semua harta karun itu telah terhampar di permukaan tanah. Dari udara, tanah disekujur gunung tersebut berkilauan ditimpa sinar matahari. Wilson juga mendapatkan temuan yang nyaris membuatnya gila. Karena selain dipenuhi bijih tembaga, gunung tersebut ternyata juga dipenuhi bijih emas dan perak!! Menurut Wilson, seharusnya gunung tersebut diberi nama GOLD MOUNTAIN, bukan Gunung Tembaga. Sebagai seorang pakar pertambangan, Wilson memperkirakan jika Freeport akan untung besar, hanya dalam waktu tiga tahun pasti sudah kembali modal. Pimpinan Freeport Sulphur ini pun bergerak dengan cepat. Forbes Wilson bersama anggota geologist Freeport di Erstberg 1967 Forbes Wilson (kanan / belakang) bersama anggota geologist Freeport di Erstberg 1967 Pada 1 Februari 1960, Freeport Sulphur meneken kerjasama dengan East Borneo Company untuk mengeksplorasi gunung tersebut. Namun lagi-lagi Freeport Sulphur mengalami kenyataan yang hampir sama dengan yang pernah dialaminya di Kuba. Perubahan eskalasi politik atas tanah Irian Barat tengah mengancam. Hubungan Indonesia dan Belanda telah memanas dan Soekarno malah mulai menerjunkan pasukannya di Irian Barat. Tadinya Wilson ingin meminta bantuan kepada Presiden AS John Fitzgerald Kennedy (JFK) agar mendinginkan Irian Barat. Namun ironisnya, JFK malah sepertinya mendukung Soekarno. Kennedy mengancam Belanda, akan menghentikan bantuan Marshall Plan jika ngotot mempertahankan Irian Barat. Soekarno_dan jf_kennedy01 Soekarno dan JF Kennedy Belanda yang saat itu memerlukan bantuan dana segar untuk membangun kembali negerinya dari puing-puing kehancuran akibat Perang Dunia II, terpaksa mengalah dan mundur dari Irian Barat. Ketika itu sepertinya Belanda tidak tahu jika Gunung Ersberg sesungguhnya mengandung banyak emas, bukan tembaga. Sebab jika saja Belanda mengetahui fakta sesungguhnya, maka nilai bantuan Marshall Plan yang diterimanya dari AS tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan nilai emas yang ada di gunung tersebut. Dampak dari sikap Belanda untuk mundur dari Irian Barat menyebabkan perjanjian kerjasama dengan East Borneo Company mentah kembali. Para pemimpin Freeport jelas marah besar. Presiden AS, John F Kennedy ditembak saat bersama istrinya di mobil kap terbuka Presiden AS, John F Kennedy ditembak saat bersama istrinya di mobil kap terbuka pada 22 November 1963. Apalagi mendengar Kennedy akan menyiapkan paket bantuan ekonomi kepada Indonesia sebesar 11 juta AS dengan melibatkan IMF dan Bank Dunia. Semua ini jelas harus dihentikan! Segalanya berubah seratus delapan puluh derajat ketika Presiden Kennedy tewas ditembak pada 22 November 1963. Banyak kalangan menyatakan penembakan Kennedy merupakan sebuah konspirasi besar menyangkut kepentingan kaum Globalis yang hendak mempertahankan hegemoninya atas kebijakan politik di Amerika. Presiden Johnson yang menggantikan Kennedy mengambil sikap yang bertolak belakang dengan pendahulunya. Johnson malah mengurangi bantuan ekonomi kepada Indonesia, kecuali kepada militernya. Sukarno and JFK Keneddy Presiden Sukarno pada lawatan kenegaraannya ke Amerika Serikat sedang memeriksa barisan tentara kehormatan Amerika setelah turun dari pesawat didampingi presiden AS, John F Kennedy Salah seorang tokoh di belakang keberhasilan Johnson, termasuk dalam kampanye pemilihan presiden AS tahun 1964, adalah Augustus C.Long, salah seorang anggota dewan direksi Freeport. Tokoh yang satu ini memang punya kepentingan besar atas Indonesia. Selain kaitannya dengan Freeport, Long juga memimpin Texaco, yang membawahi Caltex (patungan dengan Standard Oil of California). Soekarno pada tahun 1961 memutuskan kebijakan baru kontrak perminyakan yang mengharuskan 60 persen labanya diserahkan kepada pemerintah Indonesia. Caltex sebagai salah satu dari tiga operator perminyakan di Indonesia jelas sangat terpukul oleh kebijakan Soekarno ini. former direksi Freeport and Presbyterian Hospital Board Chairman Augustus C. Long Augustus C.Long, salah seorang anggota dewan direksi Freeport dan pemimpin Texaco, yang membawahi Caltex, ia juga chairman Presbyterian Hospital Board dan Penasehat CIA di kepresidenan AS untuk masalah luar negeri. Augustus C.Long amat marah terhadap Soekarno dan amat berkepentingan agar orang ini disingkirkan secepatnya. Mungkin suatu kebetulan yang ajaib, Augustus C. Long juga aktif di Presbysterian Hospital di New York, dimana dia pernah dua kali menjadi presidennya (1961-1962). Sudah bukan rahasia umum lagi jika tempat ini merupakan salah satu simpul pertemuan tokoh CIA. Lisa Pease dengan cermat menelusuri riwayat kehidupan tokoh ini. Antara tahun 1964 sampai 1970, Long pensiun sementara sebagai pemimpin Texaco. Apa saja yang dilakukan orang ini dalam masa itu, yang di Indonesia dikenal sebagai “masa yang paling krusial”. Pease mendapatkan data jika pada Maret 1965, Augustus C. Long terpilih sebagai Direktur Chemical Bank, salah satu perusahaan Rockefeller. Pada bulan Agustus 1965, Long diangkat menjadi anggota dewan penasehat intelejen kepresidenan AS untuk masalah luar negeri. Badan ini memiliki pengaruh sangat besar untuk menentukan operasi rahasia AS di negara-negara tertentu. Long diyakini salah satu tokoh yang merancang kudeta terhadap Soekarno, yang dilakukan AS dengan menggerakkan sejumlah perwira Angkatan Darat yang disebutnya sebagai Our Local Army Friend. Pengamat sejarawan LIPI, Dr Asvi Marwan Adam Pengamat sejarawan LIPI, Dr Asvi Marwan Adam Sedangkan menurut pengamat sejarawan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Dr Asvi Marwan Adam, Soekarno benar-benar ingin sumber daya alam Indonesia dikelola oleh anak bangsa sendiri. Asvi juga menuturkan, sebuah arsip di Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta mengungkapkan pada 15 Desember 1965 sebuah tim dipimpin oleh Chaerul Saleh di Istana Cipanas sedang membahas nasionalisasi perusahaan asing di Indonesia. Soeharto yang pro-pemodal asing, datang ke sana menumpang helikopter. Dia menyatakan kepada peserta rapat, bahwa dia dan Angkatan Darat tidak setuju rencana nasionalisasi perusahaan asing itu. “Soeharto sangat berani saat itu, Bung Karno juga tidak pernah memerintahkan seperti itu,” kata Asvi. Sebelum tahun 1965, seorang taipan dari Amerika Serikat menemui Soekarno. Pengusaha itu menyatakan keinginannya berinvestasi di Papua. Namun Soekarno menolak secara halus. “Saya sepakat dan itu tawaran menarik. Tapi tidak untuk saat ini, coba tawarkan kepada generasi setelah saya,” ujar Asvi menirukan jawaban Soekarno. Soekarno berencana modal asing baru masuk Indonesia 20 tahun lagi, setelah putra-putri Indonesia siap mengelola. Dia tidak mau perusahaan luar negeri masuk, sedangkan orang Indonesia masih memiliki pengetahuan nol tentang alam mereka sendiri. Oleh karenanya sebagai persiapan, Soekarno mengirim banyak mahasiswa belajar ke negara-negara lain. Suharto, sebagai komandan Abri saat memimpin pasukan untuk memerangi G-30/S-PKI Suharto, sebagai komandan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) disaat memimpin pasukan untuk memerangi G-30/S-PKI Soekarno boleh saja membuat tembok penghalang untuk asing dan mempersiapkan calon pengelola negara. Namun Asvi menjelaskan bahwa usaha pihak luar yang bernafsu ingin mendongkel kekuasaan Soekarno, tidak kalah kuat! Setahun sebelumnya yaitu pada tahun 1964, seorang peneliti diberi akses untuk membuka dokumen penting Departemen Luar Negeri Pakistan dan menemukan surat dari duta besar Pakistan di Eropa. Dalam surat per Desember 1964, diplomat itu menyampaikan informasi rahasia dari intel Belanda yang mengatakan bahwa dalam waktu dekat, Indonesia akan beralih ke Barat. Lisa menjelaskan maksud dari informasi itu adalah akan terjadi kudeta di Indonesia oleh partai komunis. Sebab itu, angkatan darat memiliki alasan kuat untuk menamatkan Partai Komunis Indonesia (PKI), setelah itu membuat Soekarno menjadi tahanan. Telegram rahasia dari Departemen Luar Negeri Amerika Serikat ke Perserikatan Bangsa-Bangsa pada April 1965 menyebut Freeport Sulphur sudah sepakat dengan pemerintah Indonesia untuk penambangan puncak Erstberg di Papua. Salah satu bukti sebuah telegram rahasia Cinpac 342, 21 Januari 1965, pukul 21.48, yang menyatakan ada pertemuan para penglima tinggi dan pejabat Angkatan Darat Indonesia membahas rencana darurat itu, bila Presiden Soekarno meninggal. Namun kelompok yang dipimpin Jenderal Soeharto tersebut ternyata bergerak lebih jauh dari rencana itu. Jenderal Suharto justru mendesak angkatan darat agar mengambil-alih kekuasaan tanpa menunggu Soekarno berhalangan. Mantan pejabat CIA Ralph Mc Gehee juga pernah bersaksi bahwa semuanya itu memang benar adanya. Soeharto diberikan mandat dengan dikeluarkannya Supersemar untuk mengatasi keadan oleh presiden Sukarno Soeharto diberikan mandat dengan dikeluarkannya Supersemar untuk mengatasi keadan oleh presiden Sukarno Maka dibuatlah PKI sebagai kambing hitam sebagai tersangka pembunuhan 7 Dewan Jenderal yang pro Sukarno melalui Gerakan 30 September yang didalangi oleh PKI, atau dikenal oleh pro-Suharto sebagai “G-30/S-PKI” dan disebut juga sebagai Gestapu (Gerakan Tiga Puluh) September oleh pro-Sukarno. Setelah pecahnya peristiwa Gerakan 30 September 1965, keadaan negara Indonesia berubah total. Terjadi kudeta yang telah direncanakan dengan “memelintir dan mengubah” isi Surat Perintah 11 Maret (Supersemar) 1966, yang pada akhirnya isi dari surat perintah itu disalahartikan. Dalam Supersemar, Sukarno sebenarnya hanya memberi mandat untuk mengatasi keadaan negara yang kacau-balau kepada Suharto, bukan justru menjadikannya menjadi seorang presiden. suharto ibu tien patung 7 jenderal lubang buaya Suharto dan Tien Suharto berdiri di depan Patung 7 Jenderal di daerah Lubang Buaya yang dalam pelajaran sejarah, mereka telah “dibunuh PKI” lalu jasadnya ditemukan hanya dalam satu lubang sumur di daerah Lubang Buaya Dalam artikel berjudul JFK, Indonesia, CIA, and Freeport yang diterbitkan majalah Probe edisi Maret-April 1996, Lisa Pease menulis bahwa akhirnya pada awal November 1965, satu bulan setelah tragedi terbunuhnya sejumlah perwira loyalis Soekarno (yang dikenal juga sebagai 7 dewan Jenderal yang dibunuh PKI), Forbes Wilson mendapat telpon dari Ketua Dewan Direktur Freeport, Langbourne Williams, yang menanyakan, “Apakah Freeport sudah siap untuk mengekplorasi gunung emas di Irian Barat?” Ibnu Sutowo, Menteri Pertambangan dan Perminyakan pada tahun 1966. Forbes Wilson jelas kaget. Dengan jawaban dan sikap tegas Sukarno yang juga sudah tersebar di dalam dunia para elite-elite dan kartel-kartel pertambangan dan minyak dunia, Wilson tidak percaya mendengar pertanyaan itu. Dia berpikir Freeport masih akan sulit mendapatkan izin karena Soekarno masih berkuasa. Ketika itu Soekarno masih sah sebagai presiden Indonesia bahkan hingga 1967, lalu darimana Williams yakin gunung emas di Irian Barat akan jatuh ke tangan Freeport? Lisa Pease mendapatkan jawabannya. Para petinggi Freeport ternyata sudah mempunyai kontak dengan tokoh penting di dalam lingkaran elit Indonesia. Oleh karenanya, usaha Freeport untuk masuk ke Indonesia akan semakin mudah. Beberapa elit Indonesia yang dimaksud pada era itu diantaranya adalah Menteri Pertambangan dan Perminyakan pada saat itu Ibnu Soetowo . Julius Tahija, penghubung antara Ibnu Soetowo dengan Freeport. Namun pada saat penandatanganan kontrak dengan Freeport, juga dilakukan oleh menteri Pertambangan Indonesia selanjutnya yaitu Ir. Slamet Bratanata. Selain itu juga ada seorang bisnisman sekaligus “makelar” untuk perusahaan-perusahaan asing yaitu Julius Tahija. Julius Tahija berperan sebagai penghubung antara Ibnu Soetowo dengan Freeport. Dalam bisnis ia menjadi pelopor dalam keterlibatan pengusaha lokal dalam perusahaan multinasional lainnya, antara lain terlibat dalam PT Faroka, PT Procter & Gambler (Inggris), PT Filma, PT Samudera Indonesia, Bank Niaga, termasuk Freeport Indonesia. Sedangkan Ibnu Soetowo sendiri sangat berpengaruh di dalam angkatan darat, karena dialah yang menutup seluruh anggaran operasional mereka. Sebagai bukti adalah dilakukannya pengesahan Undang-undang Penanaman Modal Asing (PMA) pada 1967 yaitu UU no 1/1967 tentang Penanaman Modal Asing (PMA) yang draftnya dirancang di Jenewa-Swiss yang didektekan oleh Rockefeller seorang Bilderberger dan disahkan tahun 1967. Maka, Freeport menjadi perusahaan asing pertama yang kontraknya ditandatangani Soeharto. Bukan saja menjadi lembek, bahkan sejak detik itu, akhirnya Indonesia menjadi negara yang sangat tergantung terhadap Amerika, hingga kini, dan mungkin untuk selamanya. Bahkan beberapa bulan sebelumnya yaitu pada 28 Februari 1967 secara resmi pabrik BATA yang terletak di Ibukota Indonesia (Kalibata) juga diserahkan kembali oleh Pemerintah Indonesia kepada pemiliknya. Penandatanganan perjanjian pengembalian pabrik Bata dilakukan pada bulan sesudahnya, yaitu tanggal 3 Maret 1967. penjanjian pengembalian kembali pabrik bata 03031967 - 01 penjanjian pengembalian kembali pabrik bata 03031967 - 02 Keterangan gambar diatas: Penandatanganan perjanjian pengembalian kembali pabrik Bata pada tanggal 3 Maret 1967. Sumber foto: The Netherlands National News Agency (ANP) (klik untuk memperbesar) Padahal pada masa sebelumnya sejak tahun 1965 pabrik Bata ini telah dikuasai pemerintah. Jadi untuk apa dilakukan pengembalian kembali? Dibayar berapa hak untuk mendapatkan atau memiliki pabrik Bata itu kembali? Kemana uang itu? Jika saja ini terjadi pada masa sekarang, pasti sudah heboh akibat pemberitaan tentang hal ini. Namun ini baru langkah-langkah awal dan masih merupakan sesuatu yang kecil dari sepak terjang Suharto yang masih akan menguasai Indonesia untuk puluhan tahun mendatang yang kini diusulkan oleh segelintir orang agar ia mendapatkan gelar sebagai Pahlawan Nasional. Penandatangan penyerahan kembali pabrik Bata dilakukan oleh Drs. Barli Halim, pihak Indonesia dan Mr. Bata ESG Bach. Masih ditahun yang sama 1967, perjanjian pertama antara Indonesia dan Freeport untuk mengeksploitasi tambang di Irian Jaya juga dilakukan, tepatnya pada tanggal 7 April perjanjian itu ditandatangani. kontrak freeport 1967 - 01 kontrak freeport 1967 - 02 Keterangan gambar diatas: Penandatanganan Kontrak Freeport di Jakarta Indonesia, 1967. Sumber foto: The Netherlands National News Agency (ANP) (klik untuk memperbesar) Akhirnya, perusahaan Freeport Sulphur of Delaware, AS pada Jumat 7 April 1967 menandatangani kontrak kerja dengan pemerintah Indonesia untuk penambangan tembaga di Papua Barat. Freeport diperkirakan menginvestasikan 75 hingga 100 juta dolar AS. Penandatanganan bertempat di Departemen Pertambangan, dengan Pemerintah Indonesia diwakili oleh Menteri Pertambangan Ir. Slamet Bratanata dan Freeport oleh Robert C. Hills (Presiden Freeport Shulpur) dan Forbes K. Wilson (Presiden Freeport Indonesia), anak perusahan yang dibuat untuk kepentingan ini. gold-emas zoomedPenandatanganan kontrak kerja dengan pemerintah Indonesia untuk penambangan tembaga di Papua Barat tersebut disaksikan pula oleh Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Marshall Green. Freeport mendapat hak konsensi lahan penambangan seluas 10.908 hektar untuk kontrak selama 30 tahun terhitung sejak kegiatan komersial pertama dilakukan. Pada Desember 1972 pengapalan 10.000 ton tembaga pertama kali dilakukan dengan tujuan Jepang. Dari penandatanganan kontrak inilah yang kemudian menjadi dasar penyusunan Undang-Undang Pertambangan No. 11 Tahun 1967 yang disahkan pada Desember 1967. Inilah kali pertama kontrak pertambangan yang baru dibuat. Jika di zaman Soekarno kontrak-kontrak dengan perusahaan asing selalu menguntungkan Indonesia, maka sejak Suharto berkuasa, kontrak-kontrak seperti itu malah merugikan Indonesia. Setelah itu juga ikut ditandatangani kontrak eksplorasi nikel di pulau Irian Barat dan di area Waigee Sentani oleh PT Pacific Nickel Indonesia dan Kementerian Pertambangan Republik Indonesia. perjanjian nikel irian 19-februari-1969 - 01 perjanjian nikel irian 19-februari-1969 - 02 Keterangan gambar diatas: Penandatanganan Kontrak Nikel Irian oleh Pacific Nickel Indonesia, 19 Februari 1969. Sumber foto: The Netherlands National News Agency (ANP) (klik untuk memperbesar) Perjanjian dilakukan oleh E. OF Veelen (Koninklijke Hoogovens), Soemantri Brodjonegoro (yaitu Menteri Pertambangan RI selanjutnya yang menggantikan Ir. Slamet Bratanata) dan RD Ryan (U.S. Steel). Pacific Nickel Indonesia adalah perusahaan yang didirikan oleh Dutch Koninklijke Hoogovens, Wm. H. MÜLLER, US Steel, Lawsont Mining dan Sherritt Gordon Mines Ltd. bata logoNamun menurut penulis, perjanjian-perjanjian pertambangan di Indonesia banyak keganjilan. Contohnya seperti tiga perjanjian diatas saja dulu dari puluhan atau mungkin ratusan perjanjian dibidang pertambangan. Terlihat dari ketiga perjanjian diatas sangat meragukan kebenarannya. Pertama, perjanjian pengembalian pabrik Bata, mengapa dikembalikan? apakah rakyat Indonesia tak bisa membuat seperangkat sendal atau sepatu? sangat jelas ada konspirasi busuk yang telah dimainkan disini. Gold biji emasKedua, perjanjian penambangan tembaga oleh Freeport, apakah mereka benar-benar menambang tembaga? Saya sangat yakin mereka menambang emas, namun diperjanjiannya tertulis menambang tembaga. Tapi karena pada masa itu tak ada media, bagaimana jika semua ahli geologi Indonesia dan para pejabat yang terkait di dalamnya diberi setumpuk uang? Walau tak selalu, tapi didalam pertambangan tembaga kadang memang ada unsur emasnya. silver nickel-rock Batu mengandung perak (atas) dan batu mengandung nikel (bawah) secara kasat mata, terlihat tidak begitu banyak perbedaan. Perjanjian ketiga adalah perjanjian penambangan nikel oleh Pasific Nickel, untuk kedua kalinya, apakah mereka benar-benar menambang nikel? Saya sangat yakin mereka menambang perak, namun diperjanjiannya tertulis menambang nikel. Begitulah seterusnya, semua perjanjian-perjanjian pengeksplotasian tambang-tambang di bumi Indonesia dilakukan secara tak wajar, tak adil dan terus-menerus serta perjanjian-perjanjian tersebut akan berlaku selama puluhan bahkan ratusan tahun ke depan. Kekayaan alam Indonesia pun digadaikan, kekayaan Indonesia pun terjual, dirampok, dibawa kabur ke negara-negara pro-zionis, itupun tanpa menyejahterakan rakyat Indonesia selama puluhan tahun lamanya. “Saya melihat seperti balas budi Indonesia ke Amerika Serikat karena telah membantu menghancurkan komunis, yang konon bantuannya itu dengan senjata,” tutur pengamat sejarawan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Dr Asvi Marwan Adam. suharto supersemar header Untuk membangun konstruksi pertambangan emasnya itu, Freeport mengandeng Bechtel, perusahaan AS yang banyak mempekerjakan pentolan CIA. Direktur CIA John McCone memiliki saham di Bechtel, sedangkan mantan Direktur CIA Richards Helms bekerja sebagai konsultan internasional di tahun 1978. Tahun 1980, Freeport menggandeng McMoran milik Jim Bob Moffet dan menjadi perusahaan raksasa dunia dengan laba lebih dari 1,5 miliar dollar AS pertahun. west papua Freeport Grasberg minesTahun 1996, seorang eksekutif Freeport-McMoran, George A.Maley, menulis sebuah buku berjudul “Grasberg” setebal 384 halaman dan memaparkan jika tambang emas di Irian Barat itu memiliki deposit terbesar di dunia, sedangkan untuk bijih tembaganya menempati urutan ketiga terbesar didunia. Maley menulis, data tahun 1995 menunjukkan jika di areal ini tersimpan cadangan bijih tembaga sebesar 40,3 miliar dollar AS dan masih akan menguntungkan untuk 45 tahun ke depan. Ironisnya, Maley dengan bangga juga menulis jika biaya produksi tambang emas dan tembaga terbesar di dunia yang ada di Irian Barat itu merupakan yang termurah di dunia!! tambang freeport mine puncak jaya lorentz indonesiaIstilah Kota Tembagapura itu sebenarnya menyesatkan dan salah. Seharusnya EMASPURA. Karena gunung tersebut memang gunung emas, walau juga mengandung tembaga. Karena kandungan emas dan tembaga terserak di permukaan tanah, maka Freeport tinggal memungutinya dan kemudian baru menggalinya dengan sangat mudah. Freeport sama sekali tidak mau kehilangan emasnya itu dan membangun pipa-pipa raksasa dan kuat dari Tambang Grasberg (Grasberg Mine) atau Tembagapura sepanjang 100 kilometer langsung menuju ke Laut Arafuru dimana telah menunggu kapal-kapal besar yang akan mengangkut emas dan tembaga itu ke Amerika. Ini sungguh-sungguh perampokan besar yang direstui oleh pemerintah Indonesia sampai sekarang!! Seharusnya patut dipertanyakan, mengapa kota itu bernama Tembagapura? Apakah pada awalnya pihak Indonesia sudah “dibohongi” tentang isi perjanjian penambangan dan hanya ditemukan untuk mengeksploitasi tembaga saja? Jika iya, perjanjian penambangan harus direvisi ulang karena mengingat perjanjian pertambangan biasanya berlaku untuk puluhan tahun kedepan! Menurut kesaksian seorang reporter CNN yang diizinkan meliput areal tambang emas Freeport dari udara, dengan helikopter ia meliput gunung emas tersebut yang ditahun 1990-an sudah berubah menjadi lembah yang dalam. Semua emas, perak, dan tembaga yang ada digunung tersebut telah dibawa kabur ke Amerika, meninggalkan limbah beracun yang mencemari sungai-sungai dan tanah-tanah orang Papua hingga ratusan tahun ke depan. Dan menurut penelitian Greenpeace, Operasi Freeport McMoran di Papua telah membuang lebih dari 200.000 ton tailing perharinya ke sungai Otomina dan Aikwa, yang kemudian mengalir ke Laut Arafura. Tambang freeport Grasberg mine has damaged surrounding river systems, such as the Ajikwa river above Dan hingga 2006 lalu saja diperkirakan sudah membuang hingga tiga miliar ton tailing yang sebagian besar berakhir di lautan. Sedimentasi laut dari limbah pertambangan hanyalah satu dari berbagai ancaman yang merusak masa depan lautan kita. (download PDF: laut Indonesia dalam krisis) Puncak jaya wijaya papua irian and muller-glacier Puncak Jaya di Irian Jaya pada latar belakang dan Muller Glacier pada latar depan, tahun 1990-an https://i0.wp.com/upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/a/ab/Puncak_Jaya_icecap_1936.jpg https://i1.wp.com/upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/c/cb/Puncak_Jaya_icecap_1972.jpg Keterangan 2 foto diatas: tampak semakin berkurangnya salju atau es di Puncak Jaya Papua. Foto kiri Puncak Jaya ditahun 1936, dan foto kanan Puncak Jaya ditahun 1972. (lihat animasi format GIF) https://i2.wp.com/upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/9/95/Puncak_Jaya_%28NASA_astronaut_photograph%29.jpg/640px-Puncak_Jaya_%28NASA_astronaut_photograph%29.jpg The highland area in 2005, with the Grasberg copper mine pit in the foreground. Its summit is at the far end of the central rib. (wikipedia) Freeport juga merupakan ladang uang haram bagi para pejabat negeri ini di era Suharto, dari sipil hingga militer. Sindonesian presidentsejak 1967 sampai sekarang, tambang emas terbesar di dunia itu menjadi tambang pribadi mereka untuk memperkaya diri sendiri dan keluarganya. Freeport McMoran sendiri telah menganggarkan dana untuk itu yang walau jumlahnya sangat besar bagi kita, namun bagi mereka terbilang kecil karena jumlah laba dari tambang itu memang sangat dahsyat. Jika Indonesia mau mandiri, sektor inilah yang harus dibereskan terlebih dahulu. Itu pula yang menjadi salah satu sebab, siapapun yang akan menjadi presiden Indonesia kedepannya, tak akan pernah mampu untuk mengubah perjanjian ini dan keadaan ini. suharto-soekarno duduk berduaKarena, jika presiden Indonesia siapapun dia, mulai berani mengutak-atik tambang-tambang para elite dunia, maka mereka akan menggunakan seluruh kekuatan politik dengan media dan militernya yang sangat kuatnya di dunia, dengan cara menggoyang kekuasaan presiden Indonesia. Kerusuhan, adu domba, agen rahasia, mata-mata, akan disebar diseluruh pelosok negeri agar rakyat Indonesia merasa tak aman, tak puas, lalu akan meruntuhkan kepemimpinan presidennya siapapun dia. Inilah salah satu “warisan” orde baru, new order, new world order di era kepemimpinan rezim dan diktator Suharto selama lebih dari tiga dekade. Suharto, presiden Indonesia selama 32 tahun yang selalu tersenyum dengan julukannya “the smilling General”, presiden satu-satunya di dunia yang sudi melantik dirinya sendiri menjadi Jenderal bintang lima suharto piye kabare enak dijamanku tohNamun masih banyak yang ingin menjadikannya pahlawan nasional, karena telah sukses menjual kekayaan alam dari dasar laut hingga puncak gunung, dari Sabang hingga Merauke, yaitu negeri tercinta ini, Indonesia yang besar, Indonesia Raya. Dan ini bukan lagi kosnspirasi teori, tapi semua ini adalah konspirasi fakta. Indonesia, negeri yang seharusnya memiliki masyarakat yang makmur sebagai Mercu Suar Dunia, negeri yang seharusnya mumpuni dan berguna untuk membantu puluhan negara-negara miskin yang rakyatnya masih banyak dihantui kelaparan berkepanjangan di banyak belahan dunia, akibat penguasa selama 32 tahun itu, kini justru jadi bangsa pengemis Freeport Akhirnya Mengalah Dan Sepakat Jual Saham Ke Pemerintah Indonesia Presiden Joko Widodo (Jokowi) ditengah ulama ketika shalat di mesjid. Pada awal tahun 2017 di era pemerintahan presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla, PT Freeport Indonesia terus ditekan untuk menyepakati perjanjian Kontrak Karya baru. Dan akhirnya Freeport memastikan telah menyepakati untuk melakukan pelepasan saham atau divestasi sebesar 51% kepada pihak nasional Indonesia. Divestasi adalah satu dari tiga kesepakatan yang dicapai dalam perundingan antara pemerintah dan Freeport pada bulan Februari 2017. Pemerintah Indonesia diwakili Menteri ESDM Ignasius Jonan dan Menteri Keuangan Sri Mulyani mengumumkan kesepakatan terkait hasil negosiasi dengan PT Freeport Indonesia yang diwakili langsung oleh CEO Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc, Richard Adkerson didepan wartawan pada bulan Agustus 2017. Hasil kesepakatan antara Freeport dan Indonesia (2017) Hasil kesepakatan pemerintah Indonesia dan PT. Freeport Indonesia (PTFI) adalah: Landasan hukum PTFI berupa IUPK (Izin Untuk Pertambangan Khusus). Landasan hukum yang mengatur hubungan antara pemerintah Indonesia dan PTFI akan berupa izin untuk pertambangan IUPK, atau bukan berupa Kontrak Karya (KK) yang selama ini dilakukan. Divestasi saham PTFI sebesar 51% untuk kepemilikan Indonesia / nasional. Hal-hal teknis terkait tahapan divestasi dan waktu pelaksanaan akan dibahas oleh tim dari pemerintah dan dari PTFI. PTFI bangun fasilitas smelter selama 5 tahun. PTFI harus membuat fasilitas smelter selambat-lambatnya selama 5 tahun ke depan dari tahun perjanjian yang telah disepakati, yaitu pada Oktober 2022, kecuali terdapat kondisi force major atau kejadian luar biasa yang tidak dapat dihindarkan. Penerimaan negara lebih besar dan jaminan fiskal bagi PTFI. Penerimaan negara secara agregat lebih besar dibanding penerimaan melalui Kontrak Karya selama ini yang tentu saja akan didukung oleh jaminan fiskal dan hukum yang terdokumentasi untuk PTFI. Perpanjangan masa operasi maksimal 2×10 tahun sampai 2041 bagi PTFI. Dengan syarat: Jika 4 poin diatas disepakati dan dilaksanakan dengan baik oleh PTFI, maka perpanjangan masa operasi maksimal 2×10 tahun sampai 2041 akan diberikan untuk PTFI. Ketentuan Divestasi Saham PTFI Selain itu pemerintah Indonesia juga memperbarui ketentuan divestasi saham yang memegang izin pertambangan IUP dan IUP Khusus pada pasal 97 PP No.1 / 2017: “Pemegang izin usaha pertambangan (IUP) dan IUP Khusus dalam rangka penanaman modal asing, setelah 5 tahun sejak berproduksi, wajib mendivestasikan sahamnya secara bertahap sedikitnya 51% hingga tahun kesepuluh kepada peserta Indonesia.” Tahapan Divestasi Saham Masyarakat Papua mendukung rencana kebijakan presiden Joko Widodo pada saat kampanye lalu. Pada pasal 97 ayat 2 PP No.1 / 2017, PTFI wajib melakukan tahapan divestasi saham kepada pemerintah Indonesia sebagai berikut: 20% tahun ke-6 30% tahun ke-7 37% tahun ke-8 44% tahun ke-9 51% tahun ke-10 Sementara itu pemerintah Indonesia juga akan mendapat penerimaan negara dari kewajiban PTFI tersebut. Pembayaran loyalti serta perpajakan itu sesuai IUPK, diantaranya adalah: pajak penghasilan, pajak pertambahan nilai, pajak bumi dan bangunan serta pajak daerah. (berbagai sumber)

Jalan Pintas Spiritual

Bagi kebanyakan orang, spiritualitas atau mencapai keadaan spiritual merupakan jalan melelahkan yang memerlukan upaya keras yang tak jarang membuat si “pejalan” jenuh dan akhirnya berhenti/mundur. Padahal kenyataannya spiritualitas tidak melulu berisi serangkaian aktivitas yang menguras tenaga dan pikiran sebagaimana yang diperkenalkan di tarekat Sufi/tasawuf. Apa iya ada yang namanya “jalan pintas spiritual”? ADA! Untuk memulainya, kita perlu mengubah pandangan kita tentang apa artinya melangkah di “jalan spiritual”. Cara yang paling produktif untuk memandang Spiritualitas bukanlah merupakan jalan pembelajaran, tapi jalan yang meniadakan pembelajaran. Kenapa begitu? Begini, kita itu sebenarnya tidak pernah benar-benar terputus dari spiritualitas kita. Tanpa sumber energi universal mengalir melalui kita setiap saat, kita akan berhenti menguasai bentuk-bentuk manusia yang terlampau menggunakan akal pikirnya, yang kita sebut “kita” ini. Masalah sebenarnya adalah bahwa kita termakan omong kosong sejarah, budaya, dan pribadi yang membuat keterhubungan spiritual kita tampak seolah merupakan pengalaman terisolasi dan kabur. Mengetahui bahwa kita selalu terhubung, jalan kita menjadi tidak lagi tentang mencoba untuk menjadi spiritual tetapi tentang membuang sampah yang membuat kita berakar terlalu dalam pada realitas fisik dari keberadaan kita. Karena kita (sebagai masyarakat) memberikan begitu banyak makna pada indra fisik dan pikiran kita, kita cenderung untuk mengisi hidup kita dengan berbagai kesibukan. Bahkan, orang-orang tampaknya menganggap keren ketika Anda memberitahu mereka bahwa Anda “sedang sibuk”. Kecenderungan menjadi stres dan terlalu banyak bekerja ini berarti bahwa sebagian besar dari kita punya waktu yang terbatas untuk berlatih spiritualitas dalam kehidupan sehari-hari kita. Inilah sebabnya mengapa jalan pintas untuk spiritualitas sangat penting.

Saturday, September 2, 2017

Kejiwaan

. . sesungguhnya Tuhan Semesta Alam tidak memerlukan puja puji dengan segala macam ritual menurut akal pikir manusia , manusia itu sendiri baiknya bisa menjaga , menyelamatkan diri dan menikmati hidupnya dengan selalu meningkatkan Aura baiknya sampai bisa bercahaya dalam lingkup keTuhanan nya . .

Monday, August 28, 2017

10 cerita ZEN

10 Kisah Zen Yang Menginspirasi 3 FEBRUARI 2013 / ILHAM zen Ajaran Zen-Buddhisme seringkali disampaikan melalui kisah-kisah pendek yang menarik yang disebut Gong’an atau Koan. Banyak diantaranya yang menginspirasi dan mencerahkan. Beberapa dari kisah itu mugkin bisa langsung dipahami, sebagian lagi butuh dicermati dan dimaknai. Kisah-kisah berikut ini meliputi berbagai macam topik. Saya akan coba memberikan interpretasi versi saya tapi silahkan tambahkan interpretasimu sendiri, atau tambahkan kisah lainnya yang kamu tahu lewat komentar ya. Secangkir Teh Nan-in, seorang master Zen di Jepang pada era Meiji (1868-1912) menerima seorang profesor universitas yang ingin mempelajari Zen. Nan-in menyajikan teh. Ia menuang cangkir tamunya hingga penuh, dan terus menuang. Sang profesor memerhatikan air teh itu melimpah hingga ia tidak dapat lagi menahan dirinya. “Itu kepenuhan. Tidak bisa ditambah lagi!” “Seperti cangkir ini,” kata Nan-in, “kau penuh dengan opini dan spekulasimu sendiri. Bagaimana aku bisa menunjukkanmu Zen kecuali kau mengosongkan cangkirmu lebih dulu?” Simpan selalu ruang di hati dan pikiran untuk menerima ilmu-ilmu baru. Beban Dua biksu kembali pulang ke biara pada sore hari. Hujan turun dan ada genangan air di sisi jalan. Di satu tempat seorang gadis cantik berdiri tak dapat berjalan di seberang karena ada genangan air. Biksu yang tua pergi dan menggendong gadis itu menyeberangi jalan, lalu melanjutkan perjalanannya. Pada malam harinya biksu yang muda bertanya pada biksu yang tua, “Pak, sebagai biksu kita kan tidak boleh menyentuh wanita?” Biksu yang tua menjawab, “Ya, saudaraku.” “Lalu mengapa Anda menggendong wanta tadi di jalan?” Biksu yang tua itu berkata, “Aku meninggalkannya di sisi lain jalan tadi, tapi kau masih menggendongnya.” Pikiran meneruskan masalah meskipun itu sudah berlalu. Dari sanalah datanganya kegelisahan, ketidakpuasan dan ketidak-terimaan. Menemukan Potongan Kebenaran Suatu hari Mara, Si Jahat, melakukan perjalanan melewati pedesaan India dengan para pelayannya. Ia melihat seorang pria melakukan meditasi berjalan dengan wajah terangkat keatas sambil merenung. Pria itu baru saja menemukan sesuatu di tanah didepannya. Pelayan Mara bertanya apa itu dan Mara menjawab, “Sepotong kebenaran.” “Tidakkah ini mengganggumu jika seseorang menemukan sepotong kebenarang, oh Yang Jahat?” tanya pelayannya. “Tidak,” jawab Mara. “Setelah ini, mereka biasanya menciptakan suatu keyakinan dari kebenaran itu.” Apa yang kita yakini bukanlah realitas. Biarkan fakta sebagaimana adanya. Berhentilah mengembangkan keyakinan dari sesuatu yang tidak dapat kita ubah. Sisi Seberang Suatu hari seorang Buddhis dalam perjalanannya datang ke tepi sungai yang lebar. Menatap putus asa pada rintangan besar di hadapannya, dia berpikir berjam-jam bagaimana menyeberangi sungai itu. Ketika dia hampir menyerah, dia melihat seorang guru besar di sisi seberang sungai. Buddhis muda itu berteriak pada sang guru, “Hai orang bijak, dapatkah kau memberitahuku bagaimana agar aku bisa sampai di seberang sungai ini?” Guru itu berpikir sejenak lalu berteriak balik, “Anakku, kau sudah ada di seberang.” Cara pandang kita bisa jadi berbeda dengan orang lain terhadap satu masalah yang sama. Bagi kita mungkin orang lain lebih beruntung, namun bisa saja bagi orang lain kitalah yang lebih beruntung dalam hal lain. Benarkah Demikian? Master Zen Hakuin dipuja oleh tetangga-tetangganya sebagai orang yang hidup dalam kemurnian. Gadis Jepang yang cantik yang orangtuanya memiliki toko makanan tinggal di dekatnya. Tiba-tiba, tanpa peringatan, orangtua gadis itu menemukan anak mereka hamil. Ini membuat orangtuanya sangat marah. Gadis itu tidak mau mengaku siapa ayahnya, tapi setelah banyak dipermalukan akhirnya dia mengatakan yang menghamilinya adalah Hakuin. Orangtua yang marah itu pergi ke sang master. Sang master hanya mengatakan, “Benarkah demikian?” Ketika bayinya lahir, orangtua itu membawanya ke Hakuin, yang sekarang dianggap sebagai sampah masyarakat oleh warga desa. Mereka meminta Hakuin merawat anak itu sebagai pertanggungjawaban. “Benarkah demikian?” kata Hakuin dengan tenang ketika ia menerima anak itu. Setahun kemudian gadis itu akhirnya mengakui pada orangtuanya, bahwa ayah bayinya yang sebenarnya adalah seorang pria muda yang bekerja di pasar ikan. Orangtua gadis itu pergi menemui Hakuin dan meminta maaf, lalu meminta kembali sang bayi. Hakuin menyerahkan anak itu sambil berkata, “Benarkah demikian?” Apa yang kita ketahui atau tidak ketahui bisa membuat kita bertindak keliru terhadap orang lain. Tapi di sisi lain, ketika difitnah atau disalahpahami, lakukanlah apa yang baik dilakukan, jangan paksa orang lain untuk mengubah pemikirannya, biarkan mereka menyadari sendiri kekeliruannya. Mungkin Pada jaman dulu ada seorang petani tua yang mengerjakan sawahnya selama bertahun-tahun. Suatu hari kudanya melarikan diri. Mendengar berita itu, para tetangganya berkunjung. “Sial sekali ya,” kata mereka menunjukkan simpati. “Mungkin,” kata pria tua itu. Hari berikutnya, putranya yang sedang mencoba menunggangi salah satu kuda liar, terlempar jatuh dan mematahkan kakinya. Para tetangga datang lagi untuk menunjukkan simpati atas ketidakberuntungannya. “Mungkin,” kata petani itu. Hari setelahnya, pejabat militer datang ke desa untuk menarik anak-anak muda menjadi pasukan militer. Melihat putra petani itu patah kakinya, mereka melewatkannya. Para tetangga memberi selamat pada petani itu betapa baiknya keadaan telah berubah. “Mungkin,” kata si petani. Keberuntungan itu relatif bagi setiap orang. Mungkin bagi orang lain, pak tua itu beruntung karena anaknya tidak diikutkan wajib militer, tapi mungkin bagi petani itu sendiri kudanya masih hilang dan anaknya masih menderita patah kaki. Setiap peristiwa, baik ataupun buruk, memiliki hikmah dibaliknya. Pemanjat Tebing Suatu hari ketika berjalan melewati hutan seorang pria bertemu dengan seekor harimau yang ganas. Dia lari dan berhenti di pinggir sebuah tebing. Putus asa untuk menyelamatkan nyawanya, dia memanjat turun menggunakan sulur tanaman dan menjuntai diatas jurang yang mematikan. Ketika ia menggantung disana, dua ekor tikus muncul dari sebuah lubang di tebing itu dan mulai menggigiti sulurnya. Tiba-tiba pria itu melihat sebuah stroberi liar pada sulur itu. Dia memetiknya dan menggigitnya di dalam mulut. Rasanya sangat lezat! Saya nggak yakin bagaimana memaknai kisah ini, tapi yang pasti lucu mbacanya. 😀 Mungkin saja kisah yang menggelitik ini membicarakan bagaimana pikiran mudah sekali dikendalikan dan dialihkan oleh sensasi rasa takut, rasa nikmat, dan lain-lain. Padahal belum tentu harimau itu akan menyerangnya, dan rasa nikmat stroberi membuat dia kehilangan fokus dari usaha menyelamatkan hidupnya. Silahkan beri interpretasimu sendiri. Orang Buta dan Gajah Sejumlah warga kota sedang beradu argumen tentang Tuhan dan agama yang berbeda-beda, masing-masing tidak setuju pada jawaban yang biasa. Maka mereka mendatangi Buddha untuk mencari tahu seperti apa Tuhan itu sebenarnya. Sang Buddha menyuruh murid-muridnya untuk mengambil sekumpulan besar gajah dan empat orang buta. Ia kemudian membawa keempat orang buta itu ke dekat gajah dan menyuruh mereka mencari tahu bagaimana rupa gajah itu. Orang buta pertama menyentuh kaki gajah dan mengatakan bahwa itu “kelihatan” seperti sebuah pilar. Orang buta kedua menyentuh perut gajah dan mengatakan gajah itu seperti dinding. Orang buta ketiga menyentuh telinga gajah dan mengatakan gajah itu seperti sepotong kain. Orang buta keempat memegang ekor gajah dan mendeskripsikan gajah seperti sepotong tali. Keempatnya kemudian berargumen tentang “wujud” seekor gajah. Sang Buddha berkata pada orang-orang kota itu, “Setiap orang buta itu menyentuh gajah tapi masing-masing memberikan deskripsi yang berbeda tentang hewan itu. Jawaban mana yang benar?” Tuhan bisa disebut dengan banyak nama dan sifat menurut agama dan kebudayaan yang berbeda. Tidak perlu berargumen apalagi sampai menjelek-jelekkan agama orang lain. Cukuplah mengimani Tuhan dengan ajaran yang kita anut masing-masing. Benar dan Salah Bankei, seorang master Zen, mengadakan meditasi minggu-pengasingan, murid-murid dari berbagai belahan Jepang pun datang untuk mengikutinya. Dalam salah satu pertemuan seorang murid tertangkap mencuri. Masalah ini dilaporkan kepada Bankei dengan permintaan agar si pelaku dikeluarkan. Bankei menolah kasus itu. Kemudian murid itu tertangkap dalam tindakan yang sama, lagi-lagi Bankei tidak mengindahkan masalah tersebut. Hal ini membuat marah murid-murid lainnya, yang kemudian menarik petisi meminta pengeluaran pencuri itu, menyatakan bahwa jika tidak mereka semua akan keluar. Ketika Bankei membaca petisi tersebut ia memanggil semua orang. “Kalian adalah saudara-saudaraku yang bijaksana,” katanya. “Kalian tahu apa yang benar dan apa yang salah. Kalian bisa pergi ke tempat lain untuk mempelajarinya jika mau, tapi saudara kita yang malang ini bahkan tidak tahu apa yang benar dan salah. Siapa yang akan mengajarinya jika bukan aku? Aku akan membiarkannya disini bahkan jika kalian semua pergi.” Tumpahan airmata membasahi wajah murid yang mencuri tadi. Semua keinginannya untuk mencuri pun hilang. Janganlah main hakim sendiri. Hanya karena kita tahu apa yang benar, bukan berarti orang yang melakukan kesalahan tidak boleh mendapatkan kesempatan untuk memperbaiki diri. Tidak Ada Yang Nyata Yamaoka Tesshu, ketika masih pelajar Zen muda, telah mengunjungi banyak master Zen. Dia memanggil Dokuon dari Shokoku. Ingin menunjukkan hasil yang dicapainya, ia mengatakan, “Pikiran, Buddha, dan makhluk yang berperasaan, tidaklah nyata. Sifat sejati fenomena adalah kekosongan. Tidak ada kesadaran, tidak ada delusi, tidak ada orang bijaksana, tidak ada kesedangan. Tidak ada memberi dan tidak ada menerima.” Dokuon, yang sedang merokok dengan tenang, tidak mengatakan apa-apa. Tiba-tiba dia memukul Yamaoka dengan pipa bambunya. Hal ini membuat anak muda itu cukup marah. “Jika tidak ada yang nyata,” kata Doukuon, “darimana rasa marahmu itu berasal?” Ajaran yang umum dalam Zen adalah bahwa segalanya adalah sama dengan ilusi dan tidak nyata. Mungkin dari kisah ini bisa dimaknai bahwa ilmu yang kita miliki cukuplah diamalkan sendiri sebaik mungkin, tidak perlu dipertunjukkan kepada orang lain agar mendapat pengakuan. Kita tidak bisa menyamaratakan segalanya berdasarkan apa yang kita pikir benar, sebab segalanya di alam memiliki sifat dan mekanismenya sendiri yang selalu dapat dipelajari. Kisah ini sangat sederhana namun memiliki makna yang kompleks. Makna lainnya mungkin adalah, kalo kita datengin seorang guru besar hanya untuk menunjukkan kita sudah belajar banyak, kita bakal dihantem pake pipa bambu. 😆 Silahkan menambahkan interpretasimu sendiri ya. Tambahan – Mengajari Kemewahan Pada masa-masa awal di Jepang, lentera bambu-kertas digunakan dengan lilin didalamnya. Seorang pria buta, mengunjungi seorang teman pada suatu malam, ditawarkan sebuah lentera untuk dibawa pulang. “Aku tidak butuh lentera,” katanya. “Kegelapan atau cahaya sama saja bagiku.” “Aku tahu kau tidak butuh lentera untuk menunjukkan jalanmu,” ujar temannya. “Tapi jika kau tidak membawa satu, orang lain bisa menabrakmu. Jadi kau harus mengambilnya.” Orang buta itu pun pergi membawa lentera dan sebelum dia berjalan jauh seseorang menabraknya. “Lihat kemana jalanmu!” teriaknya pada orang asing itu. “Tidak bisakah kau lihat lentera ini?” “Lilinmu mati, saudaraku,” ujar orang asing itu. Kita tidak dapat mengajari orang buta cara menggunakan lentera. Sama seperti kita tidak tahu pasti jika memberikan sesuatu pada orang lain, apakah orang itu bisa memanfaatkannya secara maksimal atau tidak membuat hidupnya jadi lebih baik. Jika mau, ajarilah mereka bagaimana menggunakannya dengan benar. “Beri orang goa ikan, maka dia bisa makan selama sehari. Ajari orang goa cara menangkap ikan, maka dia bisa makan berhari-hari.”

Monday, August 7, 2017

keterikatan

. . sudah Tak terikat lagi dengan ujar2 juga pitutur2 baik karena itu sudah diserap dalam bawah sadar tinggal njalani susila budi baik dan benar saja , ya inilah mainnya kejiwaan , mengembangkan suasana rohani berketuhanan . . karena keterikatan itu menghambat ke sejatinya kejiwaan . .