Saturday, September 17, 2016

Jiwa dan Badan Jiwa

Iman Santoso sedang Jiwa itu sendiri terdiri dari Badan Jiwa yg sebagai pembungkus Jiwa dan diri pribadi sebelum Jiwa terbuka atau Rasa Diri setelah Jiwa terbuka . Badan Jiwa juga merupakan Wujud Pribadi yang membedakan pribadi dengan pribadi Jiwa yg lain . Didalam Badan Jiwa yang telah terbuka ada Pribadi Rasa Diri .
kalau Jiwa sudah di bangkitkan dan sudah terbuka maka Jiwa itu hidup , mengisi dan menggerakkan seluruh diri dan anggauta diri secara nyata dan terasa dan tergerakkan , maka ini kita sebut Hakekat merasakan Daya Kekuasaan Tuhan secara Nyata .
dalam diri manusia semuanya ada 7 Daya Roh Peserta mendampingi kehidupan manusia . . yaitu 1.Roh Raewani ( Daya Kebendaan ) 2. Roh Nabati ( Daya Tumbuh2an ) 3. Roh Hewani ( daya Hewani ) 4. Roh Jasmani ( Daya Jasmani ) 4. Roh Rohani 5. Roh Rohmani 6. Roh Robani . Juga ada Roh Peserta Jiwa manusia yaitu Roh Illofi yang mengatur dari dalam kehidupan mnsia dan Roh Kudus yang mengatur kehidupan luar m,anusia . .

Thursday, September 15, 2016

Bapak Talk

Arti dari ibadah yang sesungguhnya adalah tidak dengan tata cara seperti ini, atau seperti ini. . tapi adalah ketika seorang manusia atau makhluk yang melakukan atau menuruti gerakan dari apa yang ada dalam dirinya sendiri yaitu gerakan Jiwa, sesuai dengan garis-garis yang dikehendaki Tuhan. Jika saudara melakukan pekerjaan yang telah diberikan oleh bos, dan saudara melakukannya dengan baik. Itu disebut pelayanan. Penyembahan Allah yang sejati adalah ketika saudara melakukannya dengan cara yang dikehendaki Allah lewat Jiwa . Biasanya, perbuatan ibadah orang itu dikehendaki oleh hati, yang berarti ini tidak penyembahan dari Allah tetapi penyembahan dari hati, karena seseorang bertindak dipengaruhi oleh apa-apa yang dilihat, didengar atau dirasakan. .
copas Bapak Talks

Tuesday, September 13, 2016

Ceramah Bapak


"Kalau Bapak terangkan: Rasa diri kita dapat dipengaruhi oleh benda atau daya kebendaan--yang dikatakan roh atau daya hidup raiwaniah--karena pikiran dan hati dan nafsu kita memikirkan, memperhatikan barang-barang itu. Demikian juga halnya dengan daya hidup atau roh tumbuh-tumbuhan--yang dikatakan nabati--mempengaruhi ke rasa diri kita, karena kita memperhatikan, memikirkan bagaimana keadaan tumbuh-tumbuhan itu, dan bagaimana keadaan makanan, tumbuh-tumbuhan itu untuk dimakan kita. Juga pada daya hidup hewaniah. Apa sebab daya hewaniah itu mempengaruhi rasa diri kita atau mempengaruhi kita? Karena kita memperhatikan, memikirkan hewan itu dan juga kita memakan daging-daging hewan itu.
Dan kepada roh atau daya hidup jasmaniah, ialah daya hidup orang itu, apa sebab mempengaruhi rasa diri kita? Karena kita bergaul dengan sesama hidupnya, bergaul dengan sesama manusia, juga berkawin, bersetubuh. Meskipun bergaul, berkumpul itu hanya mendengarkan suaranya, hanya melihat wujudnya, hanya mencium baunya atau merasakan apa-apa dari orang lain, tetapi itu sudah mempengaruhi rasa diri kita, sehingga dengan sendirinya memikirkan, memperhatikan kepada sesama orang itu. Itulah, yang Bapak telah katakan tadi, bahwa daya-daya dimulai dari daya benda, tumbuh-tumbuhan, hewan, dan jasmani, orang masih dalam lingkungan nafsu, hati dan akal fikiran kita."
~Cuplikan ceramah Bapak di Calcutta, India, 28 Maret 1960--60 CCU 1 <3