Friday, October 24, 2014

Doa ku . .

. . dengan jiwa ku berdoa
. . dengan akal pikir ku arungi hidup
, , dengan budibaik kuarahkan kendaliku . .
. . dalam serahdiri kusandarkan bidukku . .

Thursday, October 2, 2014




* Di dunia ini segala sesuatu dapat berubah, yang berkembang akan menjadi layu.

* Segala sesuatu di dunia ini pasti saling berhubungan satu sama lain dan masing-masing tidak dapat berdiri sendiri.

* Perasaan damai otomatis lahir setelah dapat melepaskan diri dari keserakahan.

* Tiada sesuatu yang abadi di dalam kehidupan ini!

Perubahan terjadi setiap saat, seperti matahari yang tiba-tiba tertutup awan hitam sehingga dunia menjadi gelap. Hujan yang deras pun tiba-tiba dapat terhenti dan langit kembali menjadi terang. Bahkan perubahan yang paling hebat dapat saja setiap saat terjadi dengan tiba-tiba, yaitu kalau kematian datang menjemput.

Orang yang selalu waspada itu ialah orang yang bijaksana sebab memiliki kebijaksanaan untuk menerima segala sesuatu yang terjadi sebagai suatu kewajaran, sebagai suatu hal yang sudah semestinya terjadi, karena itu tidak akan menggoncangkan batinnya. Bahkan kematian pun yang datang menjemput akan diterima dengan ikhlas, pasrah dan mulut tersenyum karena maklum bahwa dia tidak berdaya, tidak berkuasa, ibaratnya hanya menjadi anak wayang saja yang harus tunduk dan patuh terhadap peraturan yang dijalankan oleh Sang Dalang!

Orang yang bijaksana itu walaupun dijadikan sebagai pemegang peran apa pun tetap tidak penting, biarpun dijadikan raja atau pengemis, orang kaya atau orang miskin, pintar atau bodoh, sehat atau berpenyakitan.

Orang yang bijaksana itu tidak mengeluh kalau memegang peran rendah, tidak berlebihan gaya kalau memegang peran mulia, karena yang penting adalah menghayati peran itu, memainkan peran yang dipegangnya sebaik mungkin. Memegang peran apa pun juga, baik yang menang atau yang kalah, yang tinggi atau yang rendah, yang kaya atau miskin, pintar atau bodoh, kesemuanya itu hanya untuk sementara saja dan semua akan berakhir sama, yaitu tamatnya cerita atau kematian.

Karena maklum bahwa segala sesuatu, yang baik maupun yang buruk, tidak abadi, bahwa kehidupan ibarat suatu perputaran roda, maka orang yang bijaksana itu tidak akan mengeluh selagi berada di bawah dan tidak akan sombong selagi berada di atas.

Demikianlah sikap seorang yang bijaksana.