Friday, September 27, 2013

Manfaat SUBUD

5 MANFAAT LATIHAN
1. MENYEHATKAN SELURUH BADAN
Demikian juga, pada biasanya – artinya pada biasanya, secara biasa, orang sudah merasakan – kalau penghentian jalannya akal pikiran dan hati dalam waktu lima menit, itu lebih bermanfaat daripada manusia. Karena dengan terkuncinya jalannya akal pikiran dan hati dapat dikatakan menyehatkan seluruh anggota badan. Karena memang sebenarnya saudara sekalian, timbulnya penyakit, timbulnya kesalahan, timbulnya sakit yang diderita oleh manusia, sebagian besar ditimbulkan karena akal pikiran dan hati. Ini telah terbukti adanya timbul seperti kanker, TBC – yang dikatakan penyakit-penyakit berbahaya – itu ditimbulkan karena akal pikiran. Jadi kalau saudara setiap minggu dua kali, tiga kali dapat menerima latihan, sehingga, oleh kekuasaan Tuhan, dihentikan jalannya akal pikiran dalam waktu itu, sungguh-sungguh sudah bermanfaat, sungguh-sungguh sudah baik sekali bagi hidup saudara selain dalam bidang kejiwaan
2. PERBAIKAN TABIAT/KARAKTER
Dan kenyataan-kenyataan daripada dari apa yang telah Bapak tuturkan, ialah manfaatnya latihan, sebagian besar sudah saudara alami, meskipun belum seluruhnya, tetapi banyak telah mengalami yaitu pergantian keadaan, pergantian laku, pergantian tabiat – artinya karakter yang saudara miliki – sejak saudara menjalankan latihan.
Sebenarnya sudah banyak diantara para saudara yang telah membuktikan dan telah benar-benar merasakan guna dan manfaatnya Latihan kejiwaan Subud itu hanya karena belum rata, arti belum rata, belum banyak yang mendapat pengalaman dalam hal guna dan manfaatnya Latihan kejiwaan Subud, seperti saudara sendiri telah ketahui bahwa dari Latihan kejiwaan Subud itu tabiat saudara sekalian yang dahulu begitu keras hati, begitu tinggi hati, begitu dapat dikatakan ya, keraslah dengan Latihan kejiwaan Subud sehingga dengan sendirinya berobah.(Los Angeles, CA U.S.A. 22 Juli 1981)

3. PEMBERSIHAN, PEMBONGKARAN DAN PENELANJANGAN
Seperti latihan para saudara yang nampaknya gerak-gerak – yang ada pula yang nyanyi, yang ketawa, nangis – latihan saudara yang demikian bukan itu merupakan kemajuan dan bukan itu merupakan suatu penambahan dari apa yang telah diterima, tetapi merupakan saat di mana kuasa Tuhan bekerja dalam membersihkan segala kesalahan dan segala kekotoran yang telah terjalin dalam rasa diri saudara-saudara. Inilah saudara sekalian guna dan manfaatnya Latihan kejiwaan Subud itu. Lain daripada itu saudara sekalian, dari latihan kejiwaan Subud sehingga saudara dapat dikatakan memulai merasakan pembersihan, pembersihan rasa-diri yang telah berlarut-larut sejak yang menurutkan sampai saudara sendiri berada dalam diri saudara.
Oleh karena itu saudara sekalian, maka banyaklah terjadi manusia atau orang walaupun seayah seibun nasibnya berbeda-beda. Yang demikian itu tidak lain daripada kebakatannya yang ada dalam dirinya berlainan dan pula caranya dibersihkan pun juga tidak bisa sama dan oleh karena itu maka maka saudara sekalian sangat membutuhkan pembersian itu karena Tuhan yang dapat mengetahui diluar, didalam sebelum ada dan sesudahnya apa yang terjadi pada manusia.
Inilah saudara sekalian guna dan manfaatnya Latihan kejiwaan Subud itu. Lain daripada itu saudara sekalian, dari latihan kejiwaan Subud sehingga saudara dapat dikatakan memulai merasakan pembersihan, pembersihan rasa-diri yang telah berlarut-larut sejak yang menurutkan sampai saudara sendiri berada dalam diri saudara.
Oleh karena itu saudara sekalian, maka banyaklah terjadi manusia atau orang walaupun seayah seibun nasibnya berbeda-beda. Yang demikian itu tidak lain daripada kebakatannya yang ada dalam dirinya berlainan dan pula caranya dibersihkan pun juga tidak bisa sama dan oleh karena itu maka maka saudara sekalian sangat membutuhkan pembersian itu karena Tuhan yang dapat mengetahui diluar, didalam sebelum ada dan sesudahnya apa yang terjadi pada manusia. .(Los Angeles, CA U.S.A. 22 Juli 1981)

4. KEMULYAAN DERAJAT JIWA
Lantas kembali Bapak kepada saudara sekalian yang telah menerima kadar dari Tuhan
Yang Maha Esa. Di Subud atau saudara-saudara sekalian dengan menerimanya
Latihan Kejiwaan ini, saudara telah diangkat ke atas – jiwanya, bukan, belum
syariatnya. Jiwanya mau tidak mau diangkat ke atas, yaitu ke tingkatan hakikat –
yang mestinya tidak dapat dikerjakan oleh manusia.

5. MENJADIKAN DIRI SEBAGAI ANAK SOLEH DAN ORANG TUA YG BAIK
Adapun yang tertuju kepada orangtua, ialah yang menurunkan – apabila orangtua itu sudah meninggal dunia. Untuk mengurangi dosanya, untuk mendapatkan jalannya yang benar, itu tidak ada lain jalan selain saudara sendiri, atau anaknya sendiri, apabila ia benar-benar berlatih dan benar-benar menyerahkan kepada Tuhan, sehingga kemajuan yang ada pada dirinya telah ada. Dengan kemajuannya, dengan pengalaman yang telah diterima tentang kebersihan rasa diri, dan perbaikan jiwanya yang menjadi isi dirinya, maka dengan sendirinya orangtua yang menurunkan akan terbawa juga. Jadi, soal mengurangi dosanya orangtua yang telah meninggal dunia, itu tergantung kepada diri saudara sendiri: kalau diri saudara telah meningkat, orangtua dengan sendirinya terbawa meningkat.
Demikian juga yang tertuju kepada anaknya. Ada juga, saudara, Bapak menerima surat yang minta persetujuan Bapak dan minta nasihat Bapak, agar anaknya yang begitu nakal dapat berubah dengan cara, bagaimana caranya berlatih, sehingga mengurangi kenakalan anaknya yang begitu nakal itu. Atau keadaan anaknya yang bagaimana-bagaimana, misalnya apa kena penyakit dan sebagainya, supaya dapat sembuh dari penyakitnya. Yang demikian itu, Bapak jawab bahwa itupun tergantung pula oleh dirinya sendiri. Kalau dirinya atau diri saudara, atau diri orangtua, itu sudah mulai baik, anaknya pun – meskipun anaknya tidak ikut berlatih – terpengaruh juga dan terbawa juga. Sehingga anaknya itu, yang dahulunya nakal, tidak nakal lagi. Hal ini telah terjadi beberapa kali. Yang dialami oleh para saudara-saudara sesuai apa yang telah Bapak nasihatkan; sehingga anaknya para saudara-saudara yang nakal-nakal itu menjadi baik, dikarenakan orangtuanya menjadi baik juga. ( Auckland, New Zealand 20 Mei 1968)


No comments:

Post a Comment