Thursday, May 31, 2018
Tuhan Semesta Alam
bahwa alam sudah ada tanpa awal tanpa ahir tak tercipta maupun dicipta hanya materi isi alam bergerak dan berputar sesuai takdirnya . . hanya manusia yg kemudian mengembangkan akal pikirnya untuk memuja kekuasaan alam yg tak kelihatan melalui ilham - wahyu yg diterimanya secara subyektip . . demikianlah sampai menjadi budaya dunia . . sehingga bermacam cara menurut benarnya masing2
Tuhan Semesta Alam
hakekatnya adalah yg bisa diterima secara nyata maupun yg tertuntun oleh Kekuasaan Semesta alam yg kita sebutkan juga dengan nama Tuhan supaya sama sebutannya .
Tuhan Semesta Alam
yang dari alam hakekat tentu berbeda karena Tuhannya bukanlah seperti dalam agama tetapi adalah Kuasa Daya Hidup dan Menghidupi yang menggerakkan alam semesta yang bekerja dengan maha sempurna sesuai takdirnya . .
Tuhan Semesta Alam
semua berkaitan dengan jalur dalam dirinya , yang dari agama tentu berpendapat apa yg diterima dari Nabi dan Kitab nya , yang dari mimbar kepercayaan juga akan berpendapat dari menghayati apa yg tersirat dari alam semesta . .
Thursday, May 10, 2018
Tuhan
“Tuhan adalah Kebahagiaan Sejati – Kebahagiaan yang tidak pernah usang, yang selalu baru, selalu segar. Mereka yang menyadari-Nya, merasakan-Nya, tidak akan pernah tergoda oleh kebahagiaan-kebahagiaan duniawi yang bersifat semu dan sementara.
Benda-benda diluar diri hanya bisa memberikan kesenangan sesaat. Kebahagiaan sejati tidak dapat diperoleh dari benda-benda tersebut. Kebahagiaan sejati harus ditemukan dalam diri sendiri, dalam Tuhan.
Ia tak terjangkau oleh pikiran manusia, namun juga sangat dekat dengan manusia . . . .
mujizat
. . . sepertinya janganlah berpikir bahwa menjadi seorang ‘Manusia Allah’ menjadi orang sakti, lantas ia akan menunjukkan mukjizat. Tidak demikian. Mukjizat dan lain sebagainya itu tidak bisa dijadikan tolok ukur kesadaran rohani. Tolok ukurnya bukanlah kekuatan, kesaktian dan mukjizat-mukjizat, seperti yang terpikirkan. Tolok ukurnya adalah kedalaman rasa bahagia dalam keheningan. . .
Doa dan meditasi
. . . Doa bagaikan kita berdiri ditepi kolam; meditasi adalah berada didalam kolam dan berenang. Jadi apabila kita ingin bermeditasi maka kita mesti beranjak dari doa; kita mesti bergerak dari tepi kolam dan masuk kedalam air. Doa adalah kata-kata adalah pikiran, hal ini selamanya tak’an dapat membawa kita pada kebebasan batin (mokshatam). Sedangkan meditasi adalah batin yang bebas dari segala pikiran (hening).
Doa, ritual, tradisi, kepercayaan sudahlah pasti tak’an pernah mengantar orang kepada hening, mokshatam (kebebasan); walaupun dalam kepercayaan dikatakan bahwa ritual, tradisi dan doa ini menuntun orang ke-jalan menuju sorga . . .
Subscribe to:
Posts (Atom)