Sunday, August 28, 2016

Kebendaan . .

..Tetapi tentang cara hidupnya benda-benda itu dalam alamnya dapat dikatakan menyerupai cara hidup orang dalam dunia. Karena itu benda-benda dapat juga ber bakti kepada Tuhan seukur dengan derajatnya...*
..Tetapi tentang hidupnya kepada Tuhan tak ada bedanya dengan manusia, kecuali tingkatanya atau kedudukannya benda-benda itu sebagai makhluk Tuhan jauh ke bawah daripada kedudukan manusia...*
..Karena itu benda-benda sangat menginginkan agar bercampurnya dengan akal pikiran manusia keduduknya dapat meningkat, mendekati tingkatan sempurna sebagai manusia...*
..Maka kepatuhannya kepada kehendak manusia tak berkurang, sehingga menurut saja bagaimana cara manusia menghendakinya, asal kedudukannya dapat tetap dekat dan erat dengan hati manusia sampai saat meninggalnya manusia itu...*
..Karena dengan itu benda-benda juga mengikuti orang ke alamnya, yang lebih tinggi daripada alam kebendaan, yang di mata orang merupakan alam yang penuh kekosongan...*
demikian manusia bisa jadi terikat sampai terdayai oleh Kebendaan . .

Friday, August 5, 2016

ceramah Bapak tentang Reinkarnasi . .

Cuplikan Ceramah YM Bapak 
Tentang Reinkarnasi 

Dan selama kita, selama saudara sekalian masih terlibat dalam pengaruh daya-daya rendah, yaitu benda, tumbuh-tumbuhan, hewan dan jasmani, masih belum dapat naik ke atas, – kalau nanti mati, umpamanya. Jadi, kalau mati tidak mungkin dapat naik ke atas – masih kembali ke sini. Kembali ke sini belum tentu kembalinya ke orang, mungkin kembali ke benda, mungkin kembali ke tumbuh-tumbuhan, mungkin kembali ke hewan. Karenanya, maka di sini maupun di lain-lain tempat hewan dimanjakan, hewan dianggap heilig, karena memang ada kemungkinannya dalam diri hewan dijelmai roh orang dahulu, yang belum dapat naik ke atas, sehingga kembali ke dunia sini masuk ke dalam tubuh hewan itu. Itu yang biasa dikatakan reinkarnasi atau inkarnasi. 

YM Bapak. Calcutta 28 Maret 1960

Thursday, August 4, 2016

Kejiwaan

. . Bahwa Tuhan menurunkan agama dan ibadahnya adalah agar Manusia dari mahluk mortal ( fana ) dalam raga menjadi mahluk imortal ( kekal ) dalam jiwa . Ibadah dilakukan secara dunia tapi harus disertai dengan penuh taqwa dan ingat Tuhan secara khusuk yaitu ingat Tuhan dari lubuk hati . Ibadah adalah jalan untuk mencapai Taqwa dan khusuk . Dari Taqwalah lahir zat dalam batin yang digunakan untuk pembangunan Jiwa . Dalam pembangunan Jiwa lah terdapat hakikat Agama . Dengan Jiwa lah kita akan memasuki kehidupan akhirat dalam wujud gaib yaitu Jiwa itulah . .

Monday, July 25, 2016

etika Jiwa Raga

. . karena kita ini hidup dalam Raga maka lebih baik lah bila bisa lebih bersahabat dengan Raga , dengan santun merawat dan menyayanginya , sering2lah ajak bicara organ2 raga ini dan berterima kasihlah , minta maaflah bila merasa salah dalam memperlakukannya . . tanamkan sugest yang baik sehat dan membangun maka raga akan jadi semakin hidup , apalagi bila Jiwanya juga Hidup dan dibangkitkan , Aku , Rasa Diri , Jiwa dan Raga hidup dalam kebersamaan . . .

URIP IKU URUP


Ada itu hampa, hampa itu ada...
1. Urip Iku Urup
2. Memayu Hayuning Bawono, Ambrasto dhur angkoro
3. Suro Diro Joyoningrat, Lebur Dening Pangastuti
4. Ngluruk Tanpo Bolo, Menang Tanpo Ngasorake, Sekti Tanpo Aji-Aji, Sugih Tanpo Bondho
5. Datan Serik Lamun Ketaman, Datan Susah Lamun Kelangan
6. Aja Gumunan, Aja Getunan, Ojo Kagetan, Ojo Aleman
7. Ojo Ketungkul Marang Kalungguhan, Kadonyan lan Kemareman
8. Ojo Keminter Mundak Keblinger, Ojo Cidra Mundak Ciloko
9. Ojo Milik Barang Kang elok, Aja Mangro Mundak Kendo
10. Ojo Adigang, Adigung, Adiguna

Hidup itu memberi... Menambahkan indahnya dunia, membasmi angkara... Dengan kewelasasihan... Kerendahhatian... Rasa syukur dan ikhlas... Mengalahkan susah dan senang dalam diri... Mengalahkan keterikatan dan kemelekatan pada segala yang di luar diri... Amin...
Bagi yang paham mati sajroning urip, urip sajroning mati (mati dalam hidup, hidup dalam mati) tentunya paham.
Bagi yang masih belum, berikut uraian saya : Manusia diciptakan mengenal kebaikan dan berhati nurani, karena penciptanya adalah Maha Pengasih. Bila anda memberikan sesuatu dalam nama kasih sayang tentunya tidak berharap balik bukan?
Dari sini saya ingin mengemukakan bahwa sebenarnya manusia itu kalau mengenal kasih sayang minim atau bahkan nihil pamrihnya, hanyalah kasih sayang dan harapan baik pamrihnya. Ini juga penjelasan bagi uraian tentang bahwa walaupun kita melakukan sesuatu tanpa mengharap sebetulnya kita sudah mengharapkan.
Nah bagi manusia yang ingin menemukan dirinya yang sejati, maka tambahkan syukur dan ikhlas, agar semakin bebas pamrih, mencari ketiadaan (tiada ego atau pamrih), dan sekaligus mencari ada (perwujudan cinta kasih yang murni sebagai pengejawantahan jati diri manusia sejati). Maka didalam tiadanya ego (hidup yang mati, mati kehendak pribadinya), ada sifat sejati manusia (hidup yang sebenarnya, seutuhnya). Dibalikpun maknanya tetap sama, sifat sejati manusia (hidup yang sebenarnya) ada dalam tiadanya ego (matinya pamrih). Semoga berkenan.

Monday, July 11, 2016

Bawah Sadar . .

. . menurut saya , sebenarnya lewat aliran kepercayaan apapun , agama apapun , tarekat apapun . .bekerjanya kekuasaan Tuhan kepada manusia itu adalah lewat Batin Bawah Sadar . . kuasailah itu . .

Sunday, July 10, 2016

mengenali diri . .

. . sebenarnya makna perjalanan hidup secara spiritual ini adallah mengenali dan memahami dirinya sendiri dan selalu memperbaikinya sebagai bakti kepada Tuhan Semesta Alam , lebih dalamnya lagi kenal dan berkomunikasi dengan Jiwa yang terbangkitkan sampai bisa melayani Jiwa sebagai majikan karena Jiwa adalah Dzat Allah dalam diri manusia . . .