Saturday, August 9, 2014

Cerdas Spiritual

Ke“cerdas”an “spiritual” adalah ke“cerdas”an tertinggi yang dapat diraih oleh manusia. Ke“cerdas”an “spiritual” memungkinkan manusia menjadi kreatif, mengubah aturan dan situasi. Ke“cerdas”an “spiritual” memungkinkan kita untuk bermain dengan batasan, menjalankan permainan tak terbatas. Ke“cerdas”an “spiritual” juga memberi kita kemampuan membedakan. Ke“cerdas”an “spiritual” memberi kita moralitas, kemampuan menyesuaikan aturan yang baku dengan pemahaman dan cinta serta kemampuan setara untuk melihat kapan cinta dan pemahaman sampai pada batasannya. Ke“cerdas”an “spiritual” dapat menangkap pesan dan hakikat baik dan jahat. Ke“cerdas”an “spiritual” pun mampu membayangkan suatu kemungkinan yang belum terwujud — untuk bermimpi, bercita-cita, dan mengangkat diri dari kerendahan. Ke“cerdas”an “spiritual” merupakan kemampuan internal bawaan otak dan jiwa manusia, dengan sumber terdalamnya terletak pada inti alam semesta, sejarah dan kedalaman jiwa kita. Menurut Zohar dan Marshall, ke“cerdas”an “spiritual” adalah fasilitas yang berkembang selama jutaan tahun, yang memungkinkan otak untuk menemukan dan menggunakan makna dalam memecahkan persoalan. Dalam tradisi Islam, salah satu jalan untuk hidup “cerdas spiritual” adalah tasawuf.

Muhamad Wahyuni Nafis, dalam bukunya ‘9 Jalan untuk “Cerdas Emosi” dan “Cerdas Spiritual”, membahas tentang ‘Sembilan Jalan untuk “Cerdas Emosi” dan “Cerdas Spiritual”. Dia membaginya menjadi ‘Tiga Jalan':
1. Tiga Jalan Pertama: Sabar , syukur dan tawaduk.
2. Tiga Jalan Kedua: Baik sangka, amanah dan silaturahim.
3. Tiga Jalan Ketiga: Tawakal, ikhlas dan taqwa.

1. Sabar.
Sabar adalah mengekang kendali diri dan menahan pelampiasan amarah yang mengakibatkan kekecewaan dan kegelisahan. Orang yang sabar sangat sadar bahwa pelampiasan amarah dapat mendatangkan bencana. Penyabar, tidak mudah mengeluh, tidak suka mengadu dan tidak senang menyalahkan orang lain. Penyabar akan mendasarkan respons dan kegiatannya pada prinsip hidup yang benar, yaitu prinsip hidup yang menguntungkan semua pihak, membebaskan dan membahagiakan. Tidak akan mudah dipengaruhi oleh hal-hal eksternal. Tidak akan: ‘senang tiada kepalang kala mendapat pujian dan pusing tujuh keliling kala mendapat kritikan’.

2. Syukur.
Perilaku syukur dapat dimulai dengan sikap menerima keadaan apa adanya. Apabila mendapat keadaan yang tidak sesuai dengan keyakinan dan aturan yang berlaku, orang berkarakter syukur akan menghindar dan menolaknya dengan tenang serta tidak akan terpengaruh oleh keadaan buruk tersebut. Pemilik karakter syukur dapat menerima sekaligus memanfaatkan sesuatu yang disukai ketika memperolehnya. Ia juga sanggup menerima sesuatu yang ada dan yang tiada. Berkaitan dengan kecakapan, pemilik karakter syukur sangat maksimal menggunakan kecakapannya. Ia sangat maksimal memfungsikan berbagai komponen yang dimilikinya untuk meraih kehidupan yang lebih baik, lebih sukses dan lebih bahagia.

3. Tawaduk.
Tawaduk adalah perwujudan tiadanya sikap takabur. Para pemilik karakter tawaduk, tenang, penuh wibawa, rendah hati, tidak jahat, tidak congkak dan tidak sombong. Mereka adalah orang-orang yang berilmu dan bersikap lemah lembut. Mereka selalu menjaga kehormatan diri dan tidak berlaku bodoh. Orang berkarakter tawaduk selalu memperhatikan kedudukan orang lain dan tidak berlaku arogan. Mereka juga mempunyai karakter sederhana serta bebas dari sikap lalai dan berlebihan. Oleh sebab itu sikap tawaduk membuat pemiliknya disenangi sekaligus dikagumi orang lain. Tuhan juga mewajibkan Rasulullah SAW untuk bertawaduk kepada orang di sekitarnya sebagaimana firman Allah dalam Surat Asy-Syu’ara ayat 215. Hadits Riwayat Muslim juga menjelaskan, bahwa Rasulullah SAW bersabda: ‘Sesungguhnya Allah mewahyukan kepadaku agar kalian bertawaduk, sehingga tidak ada satupun yang terhina dan tidak satupun yang tersakiti’.

4. Baik Sangka (Positive Thinking).
Sikap dan perilaku ini sangat dianjurkan oleh Islam karena merupakan konsekwensi logis yang niscaya dari ajaran bahwa semua manusia pada dasarnya adalah baik. Manusia diciptakan oleh Allah SWT dan dilahirkan dalam keadaan fitah (suci). Jadi manusia pada dasarnya cenderung kepada kebenaran dan kebaikan. Hindarilah banyak berprasangka, karena sebagian prasangka adalah dosa. Juga janganlah saling memata-matai dan jangan saling menggunjing. Karakter baik sangka sangat erat kaitannya dengan sikap menjauhi perbuatan mengejek, mencela, mengolok-olok, merendahkan dan memberi sebutan buruk kepada orang lain.

5. Amanah.
Amanah merupakan salah satu konsekwensi iman, yaitu sifat dapat dipercaya. Amanah sebagai budi luhur adalah lawan khianat yang amat tercela. Amanah adalah sikap dan perilaku teguh dan konsisten terhadap peraturan, kesepakatan dan tuntutan alami. Karena itu, amanah sangat terkait erat dengan perilaku adil dan jujur. Amanah juga berarti integritas, yakni adanya kesatuan antara teori dan praktik, antara pengetahuan dan pengamalan.

6. Silaturahim.
Silaturahim adalah pertalian cinta kasih sesama manusia, khususnya antara saudara, kerabat, handai-taulan, tetangga dan seterusnya. Manusia wajib mencintai sesamanya agar Allah juga mencintainya: “Kasihilah orang-orang di bumi, niscaya Dia (Tuhan) yang di langit akan mengasihimu.” Pengamal silaturahim akan menyapa orang lain dengan penuh makna dan kasih sayang, memenuhi undangan teman dan tetangga apabila tidak ada halangan yang berarti, serta menengok dan mendo’akan saudara dan teman yang mendapat musibah. Jalinan kasih sayang ini tentunya berlaku lintas keyakinan dan agama. Al-Qur’an telah menegaskan bahwa Rasulullah SAW, meskipun sangat tegas terhadap para penganut agama lain, tetap membina jalinan penuh kasih sayang dalam hubungan sosial dengan mereka, sebagaimana difirmankan dalam Surat Al-Fath ayat 29.

7. Tawakal.
Tawakal (kepada Allah) berarti memasrahkan segala sesuatu kepada kehendak Allah SWT. Sikap dan perilaku tawakal merupakan pekerjaan hati – lebih dalam. Tawakal merupakan amal hati. Karena itu, tawakal bukan dinyatakan dengan ucapan lisan dan perbuatan anggota tubuh. Karakter tawakal menuntut upaya yang memadai sebelum menyerahkan sepenuhnya kepada Allah SWT. Tawakal merupakan sikap penyerahan diri secara total kepada kebenaran. Namun, penyerahan diri total gtersebut tetap menuntut dukungan berupa upaya-upaya memadai. Pemilik karakter “spiritual” tawakal secara individual sudah tidak mempunyai masalah dalam hal kecakapan. Hidupnya selaras dengan alam, yakni berpedoman pada prinsip yang alami.

8. Ikhlas.
Ikhlas adalah sikap tulus karena Allah SWT, sikap tulus karena keyakinan yang benar, baik dan bermaslahat. Dalam Islam, sikap ikhlas menjadi ruh seluruh ibadah baik ukhrawi maupun duniawi. Karakter “spiritual” ikhlas yang benar tentu saja harus didasarkan pada pengetahuan dan pemikiran yang benar. Jika tidak — tindakan ikhlas justru akan dapat mengakibatkan bencana. Misalnya, ada orang ikhlas menolong orang lain yang tenggelam, namun ia sendiri tidak dapat berenang. Apabila ia menolong dengan cara langsung terjun, itu sama saja dengan bunuh diri. Karakter “spiritual” ikhlas berkekuatan menolak kejahatan sekaligus mampu memalingkan seseorang dari kemungkaran.Keikhlasan juga menuntut konsistensi, jangan setengah-setengah atau sepotong-sepotong. Orang ikhlas memberi makna pada pelayanan bagi sesama.Pemilik karakter “spiritual” ikhlas akan dengan sendirinya menjalankan berbagai kegiatan yang telah dipikirkan secara matang dengan bersandar sepenuhnya kepada Allah SWT. Melayani, menolong dan membantu orang lain merupakan bagian tak terpisahkan dari karakter “spiritual” ikhlas. Ciri lain karakter “spiritual” ikhlas adalah hilangnya rasa iri hati, dengki dan dendam kepada orang lain.
9. Taqwa.
Taqwa mengandung arti tuntutan untuk menjaga diri. Orang yang bertaqwa berarti orang yang mampu menjaga diri. Sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah dalam Surat Al-Baqarah ayat 2 – 5, bahwa orang yang bertaqwa beriman kepada yang gaib, mendirikan salat menafkahkan sebagian rezeki yang Allah berikan, mengimani wahyu Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, dan para nabi sebelumnya, serta meyakini adanya Hari Akhir. Mereka itulah yang mendapat petunjuk Tuhan dan sukses. Dalam Surat Al-Baqarah ayat 177, juga dijelaskan bahwa orang-orang yang bertaqwa adalah mereka yang beriman kepada Allah SWT, Hari Kiamat, para malaikat, kitab-kitab suci dan para nabi, menginfakkan harta karena Allah SWT kepada para kerabat, anak yatim, fakir miskin, orang dalam perjalanan, peminta-minta dan budak, mendirikan salat dan membayar zakat, memenuhi janji serta sabar dalam keadaan menderita, sengsara dan suasana kacau sekalipun.Dalam ayat-ayat lain juga menegaskan bahwa orang-orang bertaqwa akan sukses dan berhasil serta memperoleh rahmat dari Allah SWT.


Golongan manapun, termasuk penganut agama apa pun, dapat menjalani jalan untuk “cerdas emosi” dan “spiritual” di ata

Sikap Spiritual -Kebtinan _ Kejawen . .

Kebatinan adalah mengenai segala sesuatu yang dirasakan manusia pada batinnya yang paling dalam.
Kebatinan terutama berisi penghayatan seseorang terhadap apa yang dirasakannya di dalam batinnya atas segala sesuatu aspek dalam hidupnya, termasuk yang berkenaan dengan agama dan kepercayaan, karena di dalam masing-masing agama dan kepercayaan juga terkandung sisi kebatinan yang harus dihayati dan diamalkan oleh para penganutnya. Apa saja yang dihayatinya itu selanjutnya akan bersifat pribadi, akan mengisi sikap batinnya dalam kehidupannya sehari-hari, akan menjadi bagian dari kepribadiannya.
Seseorang yang banyak menghayati isi hatinya, atau isi pikirannya, akan lebih banyak "masuk" ke dalam dirinya sendiri, menjadikan dirinya lebih "sepuh" dibandingkan jika ia mengabaikannya. Selebihnya itu akan menjadi sikap batinnya dalam kehidupannya sehari-hari, akan menjadi bagian yang sepuh dari kepribadiannya.
Ajaran kebatinan kejawen pada dasarnya adalah pemahaman dan penghayatan kepercayaan orang Jawa terhadap Tuhan. Kejawen atau Kejawaan (ke-jawi-an) dalam pandangan umum berisi kesenian, budaya, tradisi, ritual, sikap serta filosofi orang-orang Jawa. Kejawen mencerminkan spiritualitas orang Jawa. Ajaran kejawen tidak terpaku pada aturan yang formal seperti dalam agama, tetapi menekankan pada konsep “keseimbangan dan keharmonisan hidup”. Kebatinan Jawa merupakan tradisi dan warisan budaya leluhur sejak jaman kerajaan purba, jauh sebelum hadirnya agama-agama modern di pulau Jawa, yang pada prakteknya, selain berisi ajaran-ajaran budi pekerti, juga diwarnai ritual-ritual kepercayaan dan ritual-ritual yang berbau mistik.
Secara kebatinan dan spiritual dipahami bahwa kehidupan manusia di alam ini hanyalah sementara saja, yang pada akhirnya nanti semua orang akan kembali lagi kepada Sang Pencipta. Manusia, bila hanya sendiri, adalah bukan apa-apa, bukan siapa-siapa, lemah dan fana. Karena itulah manusia harus bersandar kepada kekuatan dan kekuasaan yang lebih tinggi (roh-roh dan Tuhan), dan beradaptasi dengan lingkungan alam dan memeliharanya, bukan melawannya, apalagi merusaknya. Lebih baik untuk menjaga sikap dan tidak membuat masalah. Memiliki sedikit lebih baik, daripada berambisi mencari ‘lebih’. Dengan demikian idealisme kebatinan jawa menuntun manusia pada sikap menerima, sabar, rendah hati, sikap tahu diri, kesederhanaan, suka menolong, tidak serakah, tidak berfoya-foya / berhura-hura, dsb. Idealisme inilah yang menjadikan manusia hidup tenteram dan penuh rasa syukur kepada Tuhan.
Mereka terbiasa hidup sederhana dan apapun yang mereka miliki akan mereka syukuri sebagai karunia Allah.
Mereka percaya adanya 'berkah' dari roh-roh, alam dan Tuhan, dan kehidupan mereka akan lebih baik bila mereka 'keberkahan'. Karena itu dalam budaya Jawa dikenal adanya upaya untuk selalu menjaga perilaku, kebersihan hati dan batin dan ditambah dengan laku prihatin dan tirakat supaya hidup mereka diberkahi. Mereka tekun menjalankan “laku” untuk pencerahan cipta, rasa, budi dan karsa.
Laku adalah usaha / upaya.
Prihatin adalah sikap menahan diri, menjauhi perilaku bersenang-senang enak-enakan.
Tirakat adalah usaha-usaha tertentu sebagai tambahan, untuk terkabulnya suatu keinginan.
Hakekat dan tujuan dari laku prihatin dan tirakat adalah usaha manusia untuk menjaga jalan kehidupannya supaya selalu selaras dengan ajaran budi pekerti dan kesusilaan, tidak terlena dalam kenikmatan keduniawian, dan untuk menjaga agar kehidupan manusia selalu 'keberkahan', selamat dan sejahtera dalam lindungan Tuhan, agar dihindarkan dari kesulitan-kesulitan dan terkabul keinginan-keinginannya. Proses laku mendorong dan mengarahkan perilaku seseorang agar selalu bersikap positif dan menjauhi hal-hal yang bersifat negatif dan tidak bijaksana, demi menjaga keharmonisan hidup dan untuk tercapainya tujuan hidup.
Di luar semua bentuk laku prihatin yang kelihatan mata dijalani orang, ada bentuk laku lain yang sifatnya sangat mendasar, yang mendasari semua bentuk laku prihatin yang dilakukan sehari-hari, yaitu puasa hati dan batin, senantiasa menjaga sikap hati dan batin, yang dalam kesehariannya dilakukan tanpa kelihatan bentuk lakunya dan tidak terucap di dalam kata-kata.
Laku itu adalah :
1. Membersihkan hati dan batin dan menjaga hati yang tulus dan iklas.
2. Hidup sederhana dan tidak tamak, selalu bersyukur atas apa yang dimiliki.
3. Mengurangi makan dan tidur.
4. Tidak melulu mengejar kesenangan hidup.
5. Menjaga sikap eling lan waspada.
Di dalam tradisi spiritual kejawen, seorang penghayat kejawen biasa melakukan puasa dan laku prihatin dengan hitungan hari tertentu, biasanya disesuaikan dengan kalender jawa, misalnya puasa senin-kamis, wetonan, selasa kliwon, jum'at kliwon, dsb.
Laku puasa tersebut dimaksudkan untuk menjadikan hidup mereka lebih 'bersih' dan keberkahan, sekaligus juga bersifat kebatinan, yaitu untuk memelihara kepekaan batin dan memperkuat hubungan mereka dengan saudara kembar gaib mereka yang biasa disebut 'Sedulur Papat', sehingga puasa itu juga untuk memelihara 'berkah' indera keenam seperti peka firasat, peka terhadap petunjuk gaib / pertanda, peka tanda-tanda alam, dsb.
Laku prihatin pada prinsipnya adalah perbuatan sengaja untuk menahan diri terhadap kesenangan-kesenangan, keinginan-keinginan dan nafsu / hasrat yang tidak baik dan tidak bijaksana dalam kehidupan. Laku prihatin juga dimaksudkan sebagai upaya menggembleng diri untuk mendapatkan 'ketahanan' jiwa dan raga dalam menghadapi gejolak dan kesulitan hidup. Orang yang tidak biasa laku prihatin, tidak biasa menahan diri, akan merasakan beratnya menjalani laku prihatin.
Laku prihatin dapat dilihat dari sikap seseorang yang menjalani hidup ini secara tidak berlebih-lebihan. Idealnya, hidup ini dijalani secara proporsional, selaras dengan apa yang benar-benar menjadi kebutuhan hidup, dan tidak melebihi batas nilai kepantasan atau kewajaran (tidak berlebihan dan tidak pamer). Walaupun kepemilikan kebendaan seringkali dianggap sebagai ukuran kualitas dan keberhasilan hidup seseorang, dan sekalipun seseorang sudah jaya dan berkecukupan, laku prihatin dapat dilihat dari sikapnya yang menahan diri dari perbuatan-perbuatan yang tidak baik, tidak pantas, tidak bijaksana, dan menahan diri dari perilaku konsumtif berlebihan. Menjalani laku prihatin tidak sama dengan terpaksa menahan diri karena hidup yang serba kekurangan. Laku prihatin melandasi perbuatan yang berbudi pekerti.
Prihatinnya Orang Miskin Harta.
Walaupun seseorang kekurangan harta, tetapi dia tidak mengisi hidupnya dengan kesedihan, rasa iri dan dengki dan tidak mengejar kekayaan dengan cara tercela. Tetap hidup sederhana sesuai kebutuhannya dan tidak menginginkan sesuatu yang bukan miliknya. Walaupun tidak dapat memenuhi keinginan kebendaan duniawi secara berlebihan, tetapi tetap menjalani hidup dengan rasa menerima dan bersyukur. Dan sekalipun menolong dan membantu orang lain, tetapi dilakukan tanpa pilih kasih dan tanpa pamrih kebendaan, dengan demikian hidupnya juga memberkahi orang lain.
Filosofinya : makan untuk hidup, bukan hidup untuk makan (hewan). Urip iku mung mampir ngumbe thok.
Hidup seperlunya saja sesuai kebutuhan, bukannya mengejar / menumpuk harta atau apapun juga yang nantinya toh tidak akan dibawa mati ke dalam kubur.
Sekalipun mereka miskin harta, tetapi kaya di hati, sugih tanpa bandha. Berbeda dengan orang yang berjiwa miskin, yang sekalipun sudah berkecukupan harta, tetapi selalu merasa takut miskin, dan akan melakukan apa saja, termasuk perbuatan yang tercela, untuk terus menambah kekayaannya.
Prihatinnya Orang Kaya Harta.
Walaupun seseorang berlebihan harta, tetapi tidak mengisi hidupnya dengan kesombongan dan hidup bermewah-mewahan. Tetap hidup sederhana sesuai kebutuhannya dan tidak memenuhi segala keinginan melebihi apa yang menjadi kebutuhan.
Seseorang yang kaya berlimpah harta, memiliki banyak benda yang bagus dan mahal harganya dan melakukan pengeluaran yang "lebih" untuk ukuran orang biasa, bukan selalu berarti tidak menjalani laku prihatin. Namun hidup yang bermewah-mewahan sama saja dengan hidup berlebih-lebihan (melebihi apa yang menjadi kebutuhan), inilah yang disebut tidak menjalani laku prihatin.
Orang kaya harta, yang selalu mengsyukuri kesejahteraannya, akan tampak dari sikap hatinya yang selalu memberi 'lebih' kepada orang-orang yang membutuhkan pemberiannya, bukan sekedar memberi, walaupun perbuatannya itu tidak ada yang melihat. Dan semua kewajibannya, duniawi maupun keagamaan, yang berhubungan dengan hartanya akan dipenuhinya, seperti yang seharusnya, tidak ada yang dikurangkan.
Prihatinnya Orang Kaya Ilmu.
Orang kaya ilmu, baik ilmu pengetahuan maupun ilmu spiritual, akan menjalani laku prihatin dengan cara memanfaatkan ilmunya tidak untuk kesombongan dan kejayaan dan kepentingan dirinya sendiri, dan tidak untuk membodohi atau menipu orang lain, tetapi dimanfaatkan juga untuk menolong orang lain dan membaginya kepada siapa saja yang layak menerimanya, tanpa pamrih kehormatan atau upah.
Prihatinnya Orang Berkuasa.
Seorang penguasa hidup prihatin dengan menahan kesombongannya, menahan hawa nafsu sok kuasa, dan tidak memanfaatkan kekuasaannya untuk kejayaan diri sendiri dan keluarganya saja. Kekuasaan dijadikan sarana untuk menciptakan kesejahteraan bagi para bawahan dan masyarakat yang dipimpinnya. Kekuasaan dimanfaatkan untuk menciptakan negeri yang adil dan makmur, gemah ripah loh jinawi, tata titi tentrem kerta raharja, sebagaimana layaknya seorang negarawan sejati.
Seorang politikus hidup prihatin dengan tidak hanya membela kepentingannya, kelompoknya atau golongannya sendiri, atau untuk mencari popularitas, menggoyang pemerintahan yang ada, tetapi digunakan untuk mendukung pemerintahan yang ada dan meluruskan jalannya pemerintahan yang keliru / menyimpang, untuk kepentingan rakyat banyak.
Seorang aparat negara, aparat keamanan atau penegak hukum, hidup prihatin dengan melaksanakan kewajiban-kewajiban tugasnya dengan semestinya dan tidak menyalahgunakan kewenangannya untuk menindas, memeras, atau berpihak kepada pihak-pihak tertentu dan merugikan pihak yang lain, mencukupkan dirinya dengan gajinya dan menambah rejeki dengan cara-cara yang halal, tidak mencuri, tidak memeras, tidak meminta / menerima sogokan.
Orang jawa bilang intinya kita harus selalu eling lan waspada. Selalu ingat Tuhan. Tetapi biasanya manusia hanya menginginkan kesuksesan saja, keberhasilan, keberuntungan, dsb, tapi tidak tahu pengapesannya.
Sering dikatakan orang-orang yang selalu ingat Tuhan dan menjaga moralitas, seringkali hidupnya banyak godaan dan banyak kesusahan. Kalau eling ya harus tulus, jangan ada rasa sombong, jangan merasa lebih baik atau lebih benar dibanding orang lain, jangan ada pikiran jelek tentang orang lain, karena kalau kita bersikap begitu sama saja kita bersikap negatif dan menumbuhkan aura negatif dalam diri kita. Aura negatif akan menarik hal-hal yang negatif juga, sehingga kehidupan kita akan semakin banyak berisi hal-hal yang negatif. Di sisi lain kita juga harus sadar, bahwa orang-orang yang banyak menahan diri, membatasi perbuatan-perbuatannya, seringkali menjadi kurang greget, kurang kreatif dan yang didapatnya juga akan lebih sedikit dibandingkan orang-orang yang tidak menahan diri. Itulah resikonya menahan diri. Tetapi mereka yang sadar pada kemampuan dan potensi diri, peluang-peluang, dsb, dan dapat secara positif memanfaatkannya dengan tindakan nyata, tidak kendo, akan juga dapat menghasilkan banyak, tanpa harus lupa Tuhan dan merusak moralitasnya.
Di sisi lain sering dikatakan orang-orang yang tidak ingat Tuhan atau tidak menjaga moralitas, seringkali kelihatan hidupnya lebih enak. Bisa terjadi begitu karena mereka tidak banyak beban, tidak banyak menahan diri, apa saja akan dilakukan walaupun tidak baik, walaupun tercela. Beban hidupnya lebih ringan daripada yang menahan diri. Mereka bisa mendapatkan banyak, karena mereka tidak banyak menahan diri.
Di luar pandangan-pandangan di atas, sebenarnya, jalan kehidupan masing-masing mahluk, termasuk manusia, sudah ada garis-garis besarnya, sehingga bisa diramalkan oleh orang-orang tertentu yang bisa meramal. Tinggal masing-masing manusianya saja dalam menjalani kehidupannya, apakah akan banyak eling dan menahan diri, ataukah akan mengumbar keduniawiannya.
Dalam tradisi jawa, laku prihatin dan tirakat adalah bentuk upaya spiritual / kerohanian seseorang dalam bentuk keprihatinan jiwa dan raga, ditambah dengan laku-laku tertentu, untuk tujuan mendapatkan keberkahan dan keselamatan hidup, kesejahteraan lahiriah maupun batin, atau juga untuk mendapatkan keberkahan tertentu, ilmu tertentu, kekayaan, kesaktian, pangkat atau kemuliaan hidup lainnya. Laku prihatin dan tirakat ini, selain merupakan bagian dari usaha pribadi dan doa kepada Tuhan, juga merupakan suatu 'keharusan' yang sudah menjadi tradisi, yang diajarkan oleh para pendahulu mereka.
Ada pepatah, puasa adalah makanan jiwa. Semakin gentur laku puasa seseorang, semakin kuat jiwanya, sukmanya.
Laku puasa yang dilakukan sebagai kebiasaan rutin akan membentuk kebatinan manusia yang kuat untuk bisa mengatasi belenggu duniawi lapar dan haus, mengatasi godaan hasrat dan nafsu duniawi, dan menjadi upaya membersihkan hati dan mencari keberkahan pada jalan hidup. Akan lebih baik bila sebelum dan selama melakukan laku tersebut selalu berdoa akan niat dan tujuannya, menjauhkan diri dari kondisi bersenang-senang, mendekatkan hati dengan Tuhan, puasanya dilandasi dengan sikap batin berprihatin, jangan hanya dijadikan kebiasaan rutin puasa fisik saja.
Berat-ringannya suatu laku kebatinan bergantung pada kebulatan tekad sejak awal sampai akhir. Bentuk laku yang dijalani tergantung pada niat dan tujuannya. Diawali dengan mandi keramas / bersuci, menyajikan sesaji sesuai tradisi yang diajarkan dan memanjatkan doa tentang niat dan tujuannya melakukan laku tersebut dan menjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan jahat dan tercela. Ada juga yang melakukannya bersama dengan laku berziarah, atau bahkan tapa brata, di tempat-tempat yang dianggap keramat, seperti di gunung, makam leluhur / orang-orang linuwih, hutan / goa / bangunan yang wingit, dsb.
Ada beberapa bentuk formal laku prihatin dan tirakat, misalnya :
1. Puasa, tidak makan dan minum atau berpantang makanan tertentu.
Jenisnya :
- Puasa Senin-Kamis, yaitu puasa tidak makan dan minum setiap hari Senin dan Kamis.
- Puasa Weton, puasa tidak makan / minum setiap hari weton (hari+pasaran) kelahiran seseorang.
- Puasa tidak makan apa-apa, boleh minum hanya air putih saja.
- Puasa Mutih, tidak makan apa-apa kecuali nasi putih dan air putih saja.
- Puasa Mutih Ngepel, dari pagi sampai mahgrib tidak makan dan minum, untuk sahur dan buka puasa
hanya 1 kepal nasi dan 1 gelas air putih.
- Puasa Ngepel, dalam sehari hanya makan satu atau beberapa kepal nasi saja.
- Puasa Ngeruh, hanya makan sayuran atau buah-buahan saja, tidak makan daging, ikan, telur, terasi, dsb.
- Puasa Nganyep, hampir sama dengan Mutih, tetapi makanannya lebih beragam asalkan tidak
mempunyai rasa, yaitu tidak memakai bumbu pemanis, cabai dan garam.
- Puasa Ngrowot, dilakukan dari subuh sampai maghrib. Saat sahur dan buka puasa hanya makan buah-
buahan dan umbi-umbian yang sejenis saja, maksimal 3 buah.
- Puasa Ngebleng, tidak makan dan minum selama sehari penuh siang dan malam, atau beberapa hari
siang dan malam tanpa putus, biasanya 1 - 3 hari.
2. Menyepi dan berdoa di dalam rumah. Tidak mendatangi tempat keramaian dan tidak menonton hiburan.
3. Menyepi dan berdoa di makam leluhur / orang-orang linuwih, dan di tempat-tempat yang dianggap keramat,
tidak mendatangi tempat keramaian dan tidak menonton hiburan.
4. Berziarah dan berdoa di makam leluhur / orang-orang linuwih, dan di tempat-tempat yang dianggap keramat,
seperti di gunung, pohon / goa / bangunan yang wingit, dsb.
5. Mandi kembang telon atau kembang setaman tujuh rupa.
6. Tapa Melek, tidak tidur, biasanya 1 - 3 hari. Tidak mendatangi tempat keramaian dan tidak menonton hiburan.
7. Tapa Melek Ngalong, biasanya 1 - 7 hari. Siang hari boleh tidur, tetapi selama malam hari tidak tidur, tidak
mendatangi tempat keramaian dan tidak menonton hiburan.
8. Tapa Bisu dan Lelono, melakukan perjalanan berjalan kaki dan bisu tidak bicara, dari mahgrib sampai pagi,
melakukan kunjungan ke makam leluhur / orang-orang linuwih atau ke tempat-tempat keramat dan berdoa.
9. Tapa Pati Geni, diam di dalam suatu ruangan, tidak terkena cahaya apapun, selama sehari atau beberapa
hari, biasanya untuk tujuan keilmuan. Ada juga yang disebut Tapa Pendem, yaitu puasa dan berdiam di
dalam rongga di dalam tanah seperti orang yang dimakamkan, biasanya selama 1 - 3 hari.
10.Tapa Kungkum, ritual berendam di sendang atau sungai, terutama di pertemuan 2 sungai (tempuran sungai),
selama beberapa malam berturut-turut dan tidak boleh tertidur, dengan posisi berdiri atau duduk bersila
di dalam air dengan kedalaman air setinggi leher atau pundak.
Laku prihatin dan tirakat nomor 1 sampai 5 adalah yang biasa dilakukan orang Jawa dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan kombinasi nomor 1 sampai 10 dilakukan untuk terkabulnya suatu keinginan tertentu yang bersifat khusus, biasanya dilakukan orang untuk mendapatkan berkah tertentu, atau untuk tujuan ngalap berkah, atau untuk tujuan ngelmu gaib.
Tidak hanya dalam kehidupan sehari-hari, laku-laku kebatinan di atas juga seringkali dilakukan sebelum seseorang melakukan suatu kegiatan / usaha yang dianggap penting dalam kehidupannya, seperti akan memulai suatu usaha ekonomi, akan pergi merantau, akan melangsungkan hajatan pernikahan, dsb. Bahkan sudah biasa orang-orang tua berprihatin dan bertirakat untuk memohonkan keberhasilan kehidupan dan usaha anak-anaknya.
Masing-masing bentuk laku prihatin dan tirakat mempunyai kegunaan dan kegaiban sendiri-sendiri yang dapat dirasakan oleh para pelakunya, dan mempunyai kegaiban sendiri-sendiri dalam membantu mewujudkan tujuan laku pelakunya.
Puasa weton terkait dengan kepercayaan dan kegaiban sukma (kepercayaan pada kebersamaan roh sedulur papat). Biasanya dilakukan untuk terkabulnya suatu keinginan yang sifatnya penting, dan untuk menjaga kedekatan hubungan dengan para roh sedulur papat dan restu pengayoman dari para leluhur, supaya kuat sukmanya, selalu peka rasa dan batin, peka firasat, hidupnya keberkahan dan lancar segala urusannya. Puasa weton tidak bisa disamakan, digantikan atau ditukar dengan puasa bentuk lain, karena sifat dan kegaibannya berbeda.
Untuk keperluan sehari-hari, misalnya untuk mempermudah jalan hidup, cukup rajin puasa weton 1 hari (1 hari 1 malam), atau puasa Senin - Kamis saja, atau bisa juga mandi kembang saja (bisa hari apa saja sekali sebulan).
Dalam hal menjaga supaya kehidupannya selalu 'keberkahan', dimudahkan jalan hidup dan kerejekiannya dan dijauhkan dari kesulitan-kesulitan, puasa ngebleng wetonan adalah yang terbaik, dilakukan selama 1 hari 1 malam pada hari weton kelahiran seseorang (wetonan) dan ditutup dengan mandi kembang.
Untuk keperluan sehari-hari untuk mempermudah jalan hidup dan mengejar sesuatu yang diinginkan, misalnya untuk kemantapan bekerja dan perbaikan posisi / karir, cukup puasa weton 1 hari saja secara rutin setiap bulan. Lebih baik lagi jika disertai dengan mandi kembang untuk membersihkan diri dari aura-aura negatif di dalam tubuh.
Dalam hal keinginan terkabulnya suatu hajat / keinginan khusus, sesuatu yang tidak terjadi setiap hari, yang biasa dilakukan adalah puasa ngebleng 3 hari 3 malam pada hari weton kelahiran seseorang.
Dalam hal keinginan terkabulnya suatu keinginan khusus yang disertai nazar, yang biasa dilakukan adalah puasa ngebleng 3 hari 3 malam pada hari weton kelahiran seseorang, dilakukan selama 7 kali (7 bulan) berturut-turut tanpa putus dan ditutup dengan suatu ritual dan sesaji penutup, atau acara tumpengan syukuran.
Dalam hal mencari suatu petunjuk gaib / wangsit, puasa ngebleng adalah yang terbaik. Biasanya dilakukan selama 3 hari 3 malam tanpa putus, hari Selasa atau Jum'at Kliwon dijepit di tengah, dan berdoa di malam hari di tempat terbuka menghadap ke timur.
Dan sesuai ajaran kejawen, sebelum melaksanakan puasa berdoalah di luar rumah menghadap ke timur.
Begitu juga pada malam hari selama berpuasa, berdoalah di luar rumah menghadap ke timur.
Setelah selesai berpuasa berdoa juga mengucap syukur karena telah diberi kekuatan sehingga dapat menyelesaikan hajat puasanya. Lebih baik lagi jika diawali atau ditutup dengan mandi kembang untuk membersihkan diri dari aura-aura negatif di dalam tubuh.
Untuk melengkapi pengetahuan tentang sifat-sifat hari, di bawah ini ada beberapa petunjuk :
Bulan Besar atau Bulan Haji adalah bulan yang paling baik untuk semua keperluan, untuk memulai usaha, pindah rumah atau pun perkawinan.
Bulan Maulud adalah bulan yang paling baik untuk semua keperluan yang bersifat sakral, untuk ritual bersih diri, ruwatan nasib / sengkala, ritual syukuran, ritual bersih desa, menjamas keris, mandi kembang, berziarah, dsb.
Bulan Sura (Suro) adalah bulan yang paling tidak baik untuk semua keperluan, memulai usaha, pindah rumah atau pun perkawinan. Bulan Sura paling baik digunakan untuk upaya bersih diri dan lingkungan.
Bulan Sura umumnya diisi dengan ritual bersih diri / ruwatan, membersihkan rumah dan pusaka, dsb.
Upaya bersih diri / ruwatan pribadi dapat dilakukan dengan cara sederhana, yaitu dengan cara mandi kembang dan doa memohon supaya dilapangkan / dibukakan jalan hidup dan dijauhkan dari segala macam bentuk kesulitan. Sebaiknya juga dilengkapi dengan membersihkan rumah dan lingkungannya, baik yang bersifat fisik maupun gaib.
Jika anda memiliki pusaka, pada bulan Sura terhadap pusaka itu tidak harus dilakukan penjamasan, tapi cukup dibersihkan saja dan diberikan sesaji dan disugestikan supaya pusakanya memberikan bantuan yang positif dan disugestikan supaya membantu membersihkan segala sesuatu yang bersifat negatif.
Bagi yang ingin mengadakan suatu hajat di bulan Suro, sebenarnya sih boleh-boleh saja, terserah individunya, tetapi secara spiritual memang dianjurkan untuk tidak mengadakan hajatan pernikahan, memulai usaha ekonomi, pindah ke rumah baru atau hajat lain yang bersifat jangka panjang di bulan Suro.
Pada Bulan Suro kondisi alam gaib di pulau Jawa diliputi aura yang tidak baik, dan dihawatirkan semua hajat yang dilakukan pada bulan Suro akan membawa pengaruh yang tidak baik, seperti dipenuhi hawa kebencian dan permusuhan, pertengkaran, sakit-penyakit, apes / kesialan, dsb.
Pengaruh gaib bulan Suro hanya berlaku kepada orang Jawa di pulau Jawa saja dan pengaruhnya itu bisa bersifat jangka panjang, karena pengaruhnya itu akan menyatu dengan sukma manusia.
Penting :
Jika seseorang pernah ketempelan, kerasukan atau ketempatan mahluk halus, dan sudah pernah dibebaskan / dibersihkan, sebaiknya ia rajin mandi kembang telon untuk membersihkan dirinya dari sisa-sisa energi mahluk halus sebelumnya, supaya sisa-sisa energinya itu tidak memancing mahluk halus berikutnya untuk masuk bersemayam di dalam tubuhnya (baca : Pengaruh Gaib Thd Manusia).
Orang-orang yang sering melakukan laku puasa (termasuk puasa weton), biasanya kekuatan sukmanya akan meningkat. Orang-orang yang sering melakukan laku prihatin dan tirakat biasanya juga akan banyak menerima interaksi dari roh-roh lain, disadari ataupun tidak. Roh-roh itu bisa berasal dari lingkungan tempatnya berada, atau dari lingkungan tempat-tempat yang dikunjunginya (misalnya berziarah), atau juga dari roh-roh leluhur.
Selain yang bersifat puasa ngebleng, jenis puasa lain biasanya tidak banyak berpengaruh terhadap kekuatan sukma, pengaruhnya lebih banyak dirasakan bersifat fisik dan psikologis, berupa ketahanan fisik untuk terbiasa menahan rasa lapar dan haus, tetapi tidak diimbangi dengan meningkatnya kekuatan sukma. Jika orang-orang tersebut tidak terbiasa olah energi (misalnya pelatihan olah nafas tenaga dalam), pada orang-orang tersebut seringkali terjadi tubuhnya "meradang", tubuhnya memancarkan hawa panas, karena adanya ketidak-stabilan pasokan energi dari makanan, yang efeknya kurang baik untuk kesehatan, karena bisa menyebabkan sakit panas dalam dan mengundang sakit-penyakit yang berkaitan dengan sakit panas dalam, seperti flu, batuk, pilek, radang tenggorokan, dsb.
Bagi orang-orang tersebut, sebaiknya sering melakukan mandi kembang, lebih bagus lagi kalau berendam di air kembang, untuk membersihkan aura-aura negatif yang berasal dari dirinya sendiri ataupun aura negatif yang menempel di tubuhnya yang berasal dari tempat lain, supaya terselaraskan menjadi positif. Dan bagi yang sering berpuasa, gunanya mandi kembang bagi mereka juga sama, supaya energi-energi negatif terselaraskan menjadi positif, jangan sampai bertambah kuatnya sukmanya juga menambah kuat aura-aura negatif di dalam dirinya. Mandi kembang ini juga berguna supaya pancaran panas tubuh menjadi lebih adem dan mengurangi efek panas dalam.
Di dalam halaman ini ada digunakan istilah kembang telon.
Yang dimaksud kembang telon adalah 3 jenis kembang, yaitu kembang kantil, kenanga dan melati.
Sebelum digunakan mandi, biarkan selama 1 menit kembang-kembang itu terendam di dalam air, kemudian diaduk supaya aura energinya larut merata di dalam air.
Puasa Ngebleng.
Puasa umumnya dimulai saat subuh dan buka puasa saat mahgrib. Malam harinya bebas makan dan minum.
Puasa 1 hari, berarti selama 1 hari berpuasa dari subuh sampai mahgrib, malam harinya bebas makan-minum.
Puasa 3 hari, berarti selama 3 hari berpuasa dari subuh sampai mahgrib, malam harinya bebas makan-minum.
Puasa 7 hari, berarti selama 7 hari berpuasa dari subuh sampai mahgrib, malam harinya bebas makan-minum.
Puasa ngebleng tidak seperti itu.
Puasa ngebleng secara sederhana bisa disebut puasa penuh 1 hari 1 malam (24 jam).
Puasa ngebleng 1 hari berarti puasa penuh 1 hari 1 malam berturut-turut tanpa putus tidak makan dan minum.
Puasa ngebleng 3 hari berarti puasa penuh 3 hari 3 malam berturut-turut tanpa putus tidak makan dan minum.
Puasa ngebleng 7 hari berarti puasa penuh 7 hari 7 malam berturut-turut tanpa putus tidak makan dan minum.
Apa benar ada puasa ngebleng 7 hari 7 malam berturut-turut tanpa putus ? Ada yang sanggup ?
Bagaimana dengan puasa ngebleng 40 hari 40 malam berturut-turut tanpa putus. Siapa yang sanggup ?
Ketika seseorang berpuasa ngebleng, pada hari pertama puasanya ia akan merasakan panas, lapar dan haus, sama dengan yang dialami orang lain yang menjalani laku puasa biasa.
Pada hari kedua, orang tersebut akan merasakan tubuhnya panas, mungkin juga sampai menyebabkannya sulit tidur di malam hari karena panasnya tubuhnya. Karena tidak juga ada makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuhnya, pada hari kedua itu tubuhnya mulai membakar cadangan makanan yang ada dalam tubuhnya, air, lemak, protein, gula, dsb, untuk dikonversi menjadi energi dan zat-zat makanan yang dibutuhkan oleh sel-sel tubuhnya.
Pada hari ketiga, panas tubuhnya mereda dan berkurang, rasa lapar dan haus hilang. Yang terasa hanya tubuhnya saja yang lemas karena perutnya kempis tak terisi makanan.
Puasa ngebleng pada hari ketiga itu, yang dilakukan oleh orang-orang yang bersamadi atau menyepi (walaupun di dalam rumah), tidak menonton hiburan, tidak mendatangi tempat-tempat keramaian, dan tekun berdoa / berzikir / wirid, kegaiban sukmanya akan kuat sekali dan akan memancar cukup jauh. Kegaiban itu kuat sekali sampai bisa menarik perhatian dari roh-roh leluhurnya, sehingga disadari ataupun tidak, banyak leluhurnya yang mendatangi orang tersebut untuk mengetahui apa tujuan dari lakunya itu dan mereka akan membantu mewujudkan hajat niat dan keinginannya itu.
Pada hari ketiga itu, disadari ataupun tidak olehnya, roh sukma orang tersebut juga telah menguat dan tubuhnya memancarkan aura energi gaib yang menyebabkan roh-roh gaib kelas bawah tidak tahan berada di dekatnya. Berbeda dengan puasa pada orang-orang yang menjalani ilmu gaib dan ilmu khodam yang kondisi berpuasanya dapat mengundang roh-roh gaib untuk datang mendekat, puasa ngebleng ini justru pancaran gaib kekuatan sukmanya akan mengusir keberadaan roh-roh gaib lain dari tubuhnya dan dari sekitar orang itu berada.
Itu baru puasa ngebleng 3 hari, belum yang 7 hari, apalagi puasa ngebleng 40 hari seperti yang biasa dilakukan oleh tokoh-tokoh kebatinan dan pertapa jaman dulu. Orang-orang yang terbiasa melakukan puasa itu, seperti tokoh-tokoh kebatinan dan pertapa jaman dulu, akan memiliki kekuatan sukma yang luar biasa, yang bahkan pancaran energi kekuatan sukmanya menyebabkan roh-roh gaib kelas atas setingkat dewa dan buto pun tidak tahan berada di dekatnya dan tidak akan berani datang mendekat untuk maksud menyerang.
Pancaran kekuatan sukma orang-orang itu saat sedang menjalankan laku puasa dan tapa bratanya sangat menghebohkan alam gaib. Di pewayangan pun diceritakan ketika ada seseorang yang gentur dalam laku puasa, tapa brata dan semadinya, kondisinya menyebabkan kahyangan panas dan goncang, menyebabkan para dewa tidak tahan sampai-sampai para dewa mengutus dewa lain atau bidadari untuk menghentikan / menggagalkan tapa brata orang tersebut, dan mereka akan memberikan apa saja yang diinginkan orang itu asal mau menghentikan tapanya.
Karena itu dalam melakukan puasa ngebleng orang-orang jaman dulu akan melakukannya dengan cara menyepi, di dalam rumah tersendiri, di goa, di hutan atau di gunung, supaya tidak ada yang mengganggu.
Kekuatan kegaiban sukma orang-orang itu luar biasa sekali, sehingga pada jaman dulu banyak tokoh-tokoh kebatinan dan pertapa yang bukan hanya linuwih dan waskita dan mumpuni dalam ilmu kesaktian, tetapi juga menjadikan sukma mereka penuh bermuatan gaib, sehingga kemampuan moksa yang dilakukan oleh tokoh-tokoh kebatinan jaman dulu, berpindah bersama raganya ke alam roh tanpa melalui kematian, adalah sesuatu yang biasa. Bahkan banyak mereka yang melakukan tapa brata dalam rangka mandito meninggalkan keduniawiannya kemudian moksa dengan sendirinya dalam kondisi bertapa.
Orang-orang itu, karena kekuatan gaib sukmanya, tidak lagi membutuhkan khodam mahluk halus untuk kekuatan ilmunya. Kekuatan dan kegaiban sukmanya-lah yang melakukannya. Sukmanya sendiri menjadi khodam baginya. Tetapi jika ada sesosok gaib yang mau datang untuk menjadi khodam pendampingnya, hanya gaib-gaib yang setingkat dengan kekuatan sukmanya saja yang akan datang menjadi pendampingnya, bukan gaib-gaib umum kelas rendah yang tidak tahan dengan pancaran energi kekuatan sukmanya.
Puasa ngebleng melambangkan kekuatan tekad dan niat seseorang untuk terkabulnya suatu keinginan. Bahkan banyak orang pada jaman dulu yang melakukan tapa dan puasa ngebleng itu tidak akan menghentikan tapa bratanya sebelum hajat keinginannya terkabul (sampai turun wangsit bahwa permintaannya dikabulkan).
Puasa ngebleng terkait dengan kekuatan dan kegaiban sukma manusia. Karena itu kegaiban dalam puasa ngebleng tidak dapat dibandingkan / disamakan atau ditukar dengan puasa bentuk lain. Semakin gentur laku puasa seseorang, semakin kuat sukmanya dan semakin kuat kegaibannya. Puasa ngebleng banyak dilakukan oleh orang-orang yang bergelut dalam dunia kebatinan / spiritual dan tapa brata.
Puncak kekuatan sukmanya hanya terjadi pada saat seseorang berpuasa ngebleng, sedangkan pada hari-hari selanjutnya kalau sudah tidak lagi melakukan puasa, maka kekuatan sukmanya itu akan menurun lagi. Karena itu para penghayat kebatinan dan pelaku kebatinan kanuragan jaman dulu menjadikan laku puasa ngebleng ini sebagai ritual yang selalu dilakukan secara berkala. Juga dalam melatih keilmuannya atau ketika melatih suatu ilmu baru kesaktian / kebatinan akan dilakukannya sambil berpuasa, sehingga kekuatan dan kegaiban ilmunya tinggi.
Tetapi jika puasa ngebleng itu dilakukan oleh orang-orang yang masih awam dalam ilmu kegaiban, mungkin kegaiban dari kekuatan sukmanya itu tidak akan banyak dirasakannya. Walaupun begitu, pancaran kekuatan sukmanya itu akan menjauhkannya dari roh-roh gaib yang sifatnya mengganggu, di sisi lain kegaiban sukmanya akan membuat kekuatan niat / tekad dalam keinginan-keinginannya menjadi lebih mudah terwujud dan ketajaman dan kepekaan batinnya akan semakin tinggi.
Tetapi karena semakin banyaknya orang yang meninggalkan dunia kebatinan, maka puasa ngebleng inipun semakin ditinggalkan. Bahkan para praktisi ilmu gaib dan ilmu khodam seringkali mempermudah laku puasanya. Misalnya untuk mendapatkan suatu ilmu gaib tertentu cukup puasa biasa saja dari subuh sampai mahgrib, atau hanya puasa berpantang makanan tertentu saja, yang dilakukan selama 3 hari, 7 hari, 21 hari, atau 40 hari, dan selama berpuasa itu malam harinya diharuskan mewirid amalan gaibnya.
Selama berpuasa di atas pada malam harinya diharuskan mewirid amalan gaibnya tujuannya adalah sebagai usaha melatih memperkuat kemampuan seseorang dalam mengsugesti ilmu gaib. Dengan berhari-hari mewirid suatu amalan gaib diharapkan kemampuan seseorang dalam mengsugesti ilmu gaibnya akan kuat dan hapal mantranya diluar kepala.
Selama orang itu berpuasa dan berzikir / wirid, tubuhnya akan memancarkan energi tertentu dan pikirannya akan memancarkan gelombang pikiran tertentu. Pancaran energi tubuh dan gelombang pikiran inilah yang seringkali mengundang datangnya sesosok mahluk halus tertentu kepada manusia yang kemudian masuk ke dalam badan atau kepalanya atau memposisikan diri di sampingnya menjadi khodam ilmu gaibnya, menjadi sumber kekuatan gaibnya, sehingga walaupun kemudian orangnya sudah tidak lagi rajin berpuasa dan tidak lagi rajin mewirid amalan ilmunya, selama khodamnya bersamanya, kapan saja ilmu itu diamalkan tetap akan berfungsi. Jadi bisa juga dikatakan, untuk dengan sengaja mengundang sesosok gaib untuk datang menjadi khodam pendamping, maka laku puasanya adalah puasa bentuk ini. Hanya saja kita harus teliti dan waspada mengenai siapa sosok halus yang datang mendampingi kita itu. Dan puasa ini jelas berbeda sekali dengan puasa ngebleng yang ketika seseorang melakukannya pancaran energi tubuhnya justru menjauhkan mahluk-mahluk halus dari dekatnya.
Puasa Weton.
Puasa weton adalah salah satu jenis puasa ngebleng yang dilakukan orang pada hari weton kelahiran seseorang yang perhitungan waktu mulai berpuasa dan menutup puasa dilakukan berdasarkan perhitungan hari dalam kalender jawa.
Puasa weton (wetonan) adalah puasa untuk memperingati hari kelahiran seseorang sesuai laku dalam budaya jawa.
Puasa weton terkait dengan kekuatan dan kegaiban sukma (roh pancer dan sedulur papat). Biasanya dilakukan untuk terkabulnya suatu keinginan yang sifatnya penting dan untuk menjaga kedekatan hubungan pancer dengan roh sedulur papatnya dan restu pengayoman dari para leluhur, supaya kuat sukmanya, selalu peka rasa dan batin, peka firasat, peka bisikan gaib, hidupnya keberkahan dan lancar segala urusannya.
Puasa weton terkait dengan kegaiban yang berasal dari sukma manusia sendiri (kegaiban kesatuan roh pancer dan sedulur papat), tidak berhubungan dengan kegaiban roh-roh lain.
Puasa weton tidak bisa disamakan atau diperbandingkan atau ditukar dengan puasa bentuk lain, karena sifat dan kegaibannya berbeda.
Puasa weton yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak memahami atau tidak meyakini keberadaan roh sedulur papat kegaibannya tidak akan sebaik mereka yang melakukannya dengan landasan kepercayaan pada roh sedulur papat. Keyakinan pada keberadaan dan kebersamaan roh sedulur papat dengan pancer akan memperkuat kegaiban sukma dan memperkuat interaksi roh sedulur papat dan para leluhurnya dengan seseorang. Dalam kehidupannya sehari-hari kekuatan sukma akan membantu dalam kemantapan bersikap, membantu membuka jalan hidup dan menyingkirkan halangan dan kesulitan-kesulitan, dan interaksi sedulur papat akan membantu peka rasa dan firasat, peka bisikan gaib, mendatangkan ide-ide dan ilham, peringatan-peringatan dan jawaban-jawaban permasalahan.
Puasa weton adalah berasal dari tradisi budaya jawa, dilakukan dengan berpuasa pada hari kelahiran seseorang (Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jum'at, Sabtu, Minggu) yang harinya sesuai dengan hari pasaran jawa kelahirannya (pon, pahing, wage, legi atau kliwon). Dengan demikian hari weton kelahiran seseorang akan selalu berulang setiap 35 hari sekali. Sesuai ajaran kebatinan jawa selama berpuasa itu orangnya berdoa di malam hari kepada Tuhan di atas sana di luar rumah menghadap ke timur.
Sebagai catatan, dalam penanggalan Jawa, hari dimulai pada pukul 5 sore hari sebelumnya dan berakhir pada pukul 5 sore hari yang bersangkutan.
Jadi, batas akhir suatu hari adalah pada pk.5 sore, dan mulainya hari adalah hari sebelumnya pk.5 sore.
Berarti hari Senin dimulai pada hari sebelumnya (hari Minggu) pk.5 sore dan berakhir pada hari Senin tersebut pk.5 sore.
Hari Senin itu pada pk.6 sore (mahgrib) sudah terhitung sebagai hari Selasa, karena sudah melewati batas akhir hari Senin pk.5 sore.
Ada beberapa hitungan hari dalam puasa weton sbb :
1. Puasa weton sehari penuh.
Artinya puasanya dilakukan 1 hari Jawa (sehari semalam, 24 jam).
Puasa weton sehari ini adalah yang secara umum dilakukan orang dalam budaya Jawa.
Misalnya hari kelahirannya adalah Selasa Pahing, maka puasanya dimulai pada hari sebelumnya, yaitu
Senin pk.5 sore dan berakhir pada hari Selasa Pahing tersebut pk.5 sore.
2. Puasa weton 3 hari (hari weton diapit ditengah).
Artinya puasanya dilakukan selama 3 hari Jawa terus-menerus tanpa putus, yaitu puasa pada hari wetonnya
ditambah 1 hari sebelumnya dan 1 hari sesudahnya, sehingga total puasa menjadi 3 hari Jawa terus-menerus
(3 x 24 jam).
Puasa weton 3 hari biasanya dilakukan untuk harapan terkabulnya suatu keinginan khusus yang tidak terjadi
setiap hari.
Misalnya kelahiran Rabu Kliwon,
maka puasanya dilakukan selama 3 hari, yaitu Selasa, Rabu Kliwon dan Kamis terus-menerus tanpa putus.
Hari Selasa dimulai pada hari sebelumnya, yaitu hari Senin pk.5 sore.
Hari Kamis berakhir pada pk. 5 sore hari.
Jadi puasa weton 3 hari itu dimulai pada hari Senin pk.5 sore dan berakhir pada hari Kamis pk. 5 sore terus-
menerus tanpa putus siang dan malam.
3. Puasa weton 3 hari selama 7 kali berturut-turut.
Artinya, puasanya dilakukan selama 3 hari Jawa terus-menerus tanpa putus yang dilakukan selama 7 kali
berturut-turut tanpa putus (selama 7 bulan berturut-turut).
Jenis puasa ini biasanya dilakukan untuk harapan terkabulnya suatu keinginan khusus yang bukan sesuatu
yang biasa terjadi sehari-hari dan waktu pencapaiannya agak panjang (pada masa depan), atau untuk
keinginan terkabulnya suatu keinginan khusus yang berat, yang kadarnya tinggi, yang bagi seseorang sulit
untuk dicapai dengan usaha yang normal (biasanya disertai nazar), sehingga diperlukan suatu laku tambahan
demi terkabulnya keinginannya itu, yaitu puasa ngebleng 3 hari 3 malam pada hari weton kelahiran seseorang
dan dilakukan selama 7 kali (7 bulan) berturut-turut tanpa putus dan ditutup dengan suatu ritual dan sesaji
penutup (tumpengan), selametan atau syukuran atas berhasilnya dirinya menunaikan hajat berpuasa itu.
Misalnya kelahiran Rabu Kliwon,
maka puasa wetonan 3 hari itu dilakukan terus-menerus setiap bulan selama 7 bulan tanpa putus.
Sesuai ajaran kejawen, sebelum melaksanakan puasa berdoalah di luar rumah menghadap ke timur. Begitu juga pada malam hari selama berpuasa, berdoalah di luar rumah menghadap ke timur. Setelah selesai berpuasa berdoa juga mengucap syukur karena telah diberi kekuatan sehingga dapat menyelesaikan puasanya.
Puasa weton menjadi sempurna setelah pada penutupan puasa dilakukan pemberian sesaji untuk roh sedulur papat dan pancer sebagai berikut (salah satu) :
1. Paling baik, mandi kembang telon (kembang tujuh rupa / setaman lebih baik), yaitu mandi guyuran
air kembang dari kepala basah semua sampai ke kaki.
2. Kedua terbaik, makanan jajan pasar 7 macam, dimakan sebagai makanan berbuka puasa.
3. Bubur merah putih, yaitu bubur tepung beras (bubur sumsum) yang diberi gula jawa cair, dimakan sebagai
makanan berbuka puasa.
Puasa weton adalah salah satu sarana pemberian perhatian orangnya kepada roh sedulur papatnya dan menjadi sarana memperkuat kesatuan antara seseorang (pancer) dengan roh sedulur papatnya dan roh para leluhurnya.
Mandi kembang menjadi sarana pemberian perhatian kepada roh sedulur papat, "memandikan" / membersihkan roh pancer dan sedulur papat yang hasil akhirnya akan juga "membersihkan" orang itu sendiri dari aura-aura negatif tubuh dan sukmanya dan "membersihkan" hidupnya dari kesulitan-kesulitan yang berasal dari dirinya sendiri. Kegaiban kesatuan seseorang dengan roh sedulur papatnya itu akan membantu membukakan jalan hidupnya dan membuat keinginan-keinginannya menjadi semakin mudah terwujud.
Bagi yang niat wetonan, tapi tidak sempat menjalankan puasanya, atau berhalangan, cukup melakukan mandi kembang saja, bisa pagi hari, siang, atau sore hari.
Informasi selengkapnya tentang Sedulur Papat silakan dibaca : Sedulur Papat Kalima Pancer.
Puasa weton (wetonan) adalah salah satu laku budaya kebatinan yang sudah umum dilakukan dalam masyarakat jawa. Tetapi sehubungan dengan adanya pengaruh budaya Islam dalam masyarakat jawa, orang-orang jawa yang masih melakukan puasa weton ini tidak lagi melakukannya sesuai aslinya dalam ajaran jawa, yaitu dengan puasa ngebleng, tetapi melakukan puasanya sama dengan puasa biasa, yaitu puasa dari subuh sampai mahgrib saja. Sekalipun laku puasa weton yang dipengaruhi budaya Islam itu masih memberikan kegaiban, tetapi sudah tidak lagi besar seperti seharusnya, bahkan karenanya banyak orang yang tidak lagi dapat merasakan kegaibannya sehingga kemudian tidak lagi melakukannya, kemudian digantikan dengan puasa Senin - Kamis, puasa mutih, atau puasa berpantang makanan tertentu saja.
Ada pertanyaan dari seorang pembaca, sewaktu ngebleng terutama saat weton, apakah kekuatan sukma bisa sampai 2 x lipat dari keadaan normal ataukah tidak.
Dengan syarat selama berpuasa menjauhi kondisi / suasana bersenang-senang / hiburan dan puasanya sebelumnya sudah diniatkan (bukan asal puasa), ngebleng hari apa saja sesuai niatnya, termasuk wetonan :
- ngebleng 1 hari bisa menaikkan kekuatan sukma menjadi 1,5 kali kondisi normalnya
- ngebleng 3 hari bisa menaikkan kekuatan sukma menjadi 3 kali kondisi normalnya
Tapi sesudahnya ketika sudah tidak lagi berpuasa kondisi kekuatan sukmanya bisa menurun lagi, apalagi jika sehari-harinya sering menonton hiburan, televisi, atau hidupnya banyak bersenang-senang.
Jika niatnya untuk menaikkan kekuatan sukma, sebenarnya laku berpuasa itu tidak wajib. Yang lebih diutamakan adalah laku kebatinan yang efeknya memperkuat sukma. Laku puasa itu berfungsi untuk menambah kekerasan batinnya / sukmanya dan mendekatkan hubungan pancer dengan sedulur papatnya. Karena itu kalau diniatkan puasanya untuk menaikkan kekuatan sukma, maka puasanya itu harus dijadikan kebiasaan rutin. Lebih bagus lagi kalau sehari-harinya tidak mengumbar kesenangan hidup.
Ada juga pertanyaan : puasa apa yang efektif meningkatkan kekuatan batin / sukma.
Kalau tujuannya untuk meningkatkan kekuatan sukma, kalau hanya berpuasa saja, efek peningkatannya tidak signifikan. Efek dari puasa lebih banyak bersifat "membangkitkan" kegaiban sukma dan menambah kekerasan batin manusia.
Kalau tujuannya untuk meningkatkan kekuatan sukma, seharusnya yang dilakukan adalah "membangun" kekuatan sukma, misalnya dengan olah batin dan oleh energi untuk membangun kekuatan sukma. Selama menjalankan olah batin itu, laku berpuasa itu sangat baik untuk memperkuat efek meningkatnya kekuatan sukma.
Kalau kita belum pernah menjalani suatu laku yang efeknya memperkuat sukma, maka kemungkinan besar kondisi kekuatan sukma kita masih sama dengan orang yang umum.
Secara umum kondisi sukma manusia adalah lemah, bahkan masih lebih lemah dibandingkan mahluk halus kuntilanak yang di alam gaib termasuk jenis yang paling lemah, sehingga sekuat apapun fisiknya, orang akan mudah untuk dipengaruhi atau diserang secara gaib, mudah terpengaruh ilmu pengasihan, kewibawaan, pelet, penundukkan, juga gampang mengalami kesambet. Sukmanya akan kuat jika orang itu menjalankan laku yang efeknya memperkuat sukma.
Olah Rasa dan Olah Batin akan menjadi dasarnya.
Setelah itu dilanjutkan dengan laku "membangun" kekuatan sukma, misalnya dengan olah batin dan olah energi untuk kekuatan sukma, seperti dicontohkan dalam tulisan-tulisan Penulis yang bertema Meditasi Energi.
Selama menjalankan olah batin itu, laku berpuasa sangat baik untuk membantu meningkatnya kekuatan sukma.
Pemahaman Kebatinan Laku Prihatin dan Tirakat
Semua bentuk laku prihatin dan tirakat hanya akan bermanfaat jika ada maksud dan tujuannya, kalau tidak ya hanya akan menyiksa tubuh saja, hanya lapar dan haus saja yang didapat. Karena itu sebelum dan selama melakukan laku tersebut kita harus selalu fokus pada tujuan lakunya dan berdoa niat dan tujuannya.
Suatu laku puasa yang dilakukan tanpa tujuan khusus, tetapi dilakukan sebagai kebiasaan rutin, akan menjadi upaya memperkuat kebatinan manusia, supaya kuat sukmanya, bisa mengatasi belenggu duniawi lapar dan haus, mengatasi godaan hasrat dan nafsu duniawi, dan sebagai upaya membersihkan hati dan mencari keberkahan pada jalan hidup. Hasilnya akan lebih baik lagi bila sebelum dan selama melakukan laku tersebut selalu berdoa tentang niat dan tujuan / harapan-harapannya yang ingin dicapainya dengan lakunya itu.
Mengenai apa saja perubahan yang terjadi pada diri kita sesudah kita menjalaninya hanya kita sendiri saja yang bisa merasakan perubahannya. Dalam menjalankan laku puasa atau laku prihatin seharusnya kita sudah lebih dulu menentukan tujuan dari laku kita itu, sehingga sesudahnya kita bisa merasakan sendiri perbedaannya sebelum dan sesudah menjalankannya.
Dalam melakukan laku-laku prihatin dan tirakat di atas akan baik sekali bila dilakukan dengan menyendiri / menyepi (di dalam rumah), tidak mendatangi tempat-tempat keramaian dan tidak menonton hiburan, keluar rumah pada malam hari di tempat terbuka dan banyak berdoa. Manfaat dari suatu laku hanya akan didapatkan bila dilakukan dengan niat dan tujuan tertentu. Tanpa adanya niat dan tujuan, maka perbuatan itu hanya akan menjadi perbuatan yang sia-sia. Berdoalah kepada Tuhan memohon tercapainya tujuan dari laku tersebut pada awal dan selama pelaksanaannya.
Diawali dengan bersuci / mandi keramas, atau lebih baik lagi dengan mandi kembang telon atau kembang setaman / kembang tujuh rupa supaya aura dari kembang-kembang tersebut menyelaraskan aura-aura negatif di dalam tubuh agar menjadi positif, menjadi lebih bersih dan lebih bercahaya, yang berguna untuk membantu mempermudah jalan hidup, membuang kesulitan-kesulitan yang berasal dari aura negatif di dalam tubuh.
Mandi kembang sekarang pun banyak diselenggarakan di spa-spa dan salon kecantikan modern. Kembang yang digunakan haruslah yang berbau harum dan masih segar, belum layu, apalagi kering. Sebelum digunakan mandi, biarkan selama 1 menit kembang-kembang itu terendam di dalam air, kemudian diaduk supaya aura energinya larut merata di dalam air. Laku ini dapat dilengkapi dengan laku-laku yang lain yang berguna untuk memperkuat aura positif seseorang dan membuat hidup lebih 'keberkahan'.
Jangan lupa baca doa niat :
sebelum mandi kembang :
Ya Allah, niat saya mandi kembang untuk membersihkan diri saya dari pengaruh dan hal-hal negatif dalam
diri saya dan untuk ......................
atau niat puasa mutih :
Ya Allah, niat saya puasa mutih untuk menguatkan permohonan terkabulnya keinginan saya supaya
................ dan untuk ..................
atau niat puasa weton :
Saudara-saudara kembarku para roh sedulur papat, aku berpuasa untukmu.
Ya Allah, niat saya puasa weton untuk menguatkan permohonan terkabulnya keinginan saya supaya
................ dan untuk ..................
Ya Allah berkahilah saya.
Amin.

Sunday, January 5, 2014

BengkelKymco

AREA TANGERANG

Kymco Service Neo , telp : 0813-1053-1365
Jl. Raya Utama Sektor 9 BINTARO, masuk jalan samping Trubus. Dari Bintaro Junction Sektor 7 lewati SPBU Petronas, ada U-Turn (putaran balik) Trubus langsung belok kanan (jalan tanjakan cor semen) masuk 200meter sebelah kanan jalan. Kelihatan ada spanduk Kymco gede banget
Kymco Serpong
Jl. Raya Serpong Km.7 No.89 Serpong Telp.021-5312 1980 Fax 021- 5312 1981 Mekanik Dedi, Ari dan Pak Asep.
2. SPEEDY MOTOR
JL HASYIM AZHARI KM4 NO2 CIPONDOH TANGERANG Ph :46367689/33800260
Lokasinya dekat Pom bensin Tugu Setelah situ cipondoh Tangerang jadi yang domisili sekitar tangerang Kota atau Daanmogot bisa Service di bengkel ini
Bengkel ini di prakarsai oleh Mbak Indri (eks KLMI,eks KMS and KSR) dan Bp Asep (eks Kymco Merdeka Tng)
hp kang asep: 08151086 3342
hp kang deddy: 08571056 0605
YAKIN JAYA MOTOR
[KYSS / Bengkel Motor UMUM]
Jl. Utan Jati No.1A, Wadas Kalideres
Jakarta Barat
Telp. : 021-70370702



AREA DEPOK, CINERE DAN SAWANGAN

Motomatic Service Station
Jl. Rambutan Raya No. 3 (seberang SMU Bintaro - jl raya depok sawangan) depan Kantor Pos & Giro Depok I
Hub : mekanik Mas Ray di 021 - 9323 5897

KYSS mas Mul eks beres depok
Bengkel di Depok dekat UI (dari Lenteng Agung ke arah UI). Posisi bengkel sebelah kiri, 20 meter setelah bengkel "Effendi". Info lebih lanjut silahkan hubungi Mas Mulyono = 93698033.

Tengkyu..
Service Matic Station (SMS)
Mekanik : Mas Parman (Exs Beres Depok)
Buka : Hari Senin - Minggu (kecuali Jumat) Jumat Libur
Waktu : Pukul 08.00 - 15.00 wib
Alamat : Jl. M. Yusuf Raya - Depok (Belakang Perumahan. Pesona Khayangan)
Tlp. 32596957, 98621560 Hp. 08129993916

*Denah lokasi dari Jalan Juanda persis setelah jembatan Ambil kiri ke arah Depok II, lurus adanya di sebelah kanan, terpasang Spanduk SMS (Service Matic Station) berlogo Kymco Honda, Yamaha, Suzuki (logo Kymco yang paling besar jadi terlihat jelas). sampingnya isi ulang pulsa, sampingnya lagi Apotik Anisa. saya kemarin kamis 26 Maret 2009 sudah service kesitu. bagi rekan-rekan silahkan yang mau mampir.

*kalau dari Beres lama Depok Lampu merah ke kiri setelah jembatan ke 2 cari putaran balik ketemu jembatan langsung ambil kiri arah depok dua lurus aja posisi adanya di sebelah kanan Samping isi ulang pulsa, Apotik Anisa.

DR. MATIC (all matics bike service station)
Mekanik Mr HENDRA LAI (Ex Beres DEPOK)
Surga Biker
CP Hendra/Lai : 021-93588318 / 081384764623

Saturday, January 4, 2014

TELEKINESIS



Apa itu Telekinesis?
Telekinesis dan psikokinesis sebenarnya mempunyai makna yang sama (walaupun kata yang membentuknya berbeda). Pertama kali ditemukan tahun 1890 oleh peneliti berdarah Russia-Jerman namanya Alexander Asakof. Telekinesis dibentuk dari kata Tele, berarti jarak jauh/ada jarak di antaranya, dan kinesis, berarti gerakan. Psikokinesis dibentuk dari kata psiko (psyche), berarti pikiran, dan kinesis, berarti gerakan.
Jadi secara harfiah telekinesis mengandung arti menggerakkan benda dari jarak jauh. Psikokinesis mengandung arti menggerakkan benda dengan tenaga pikiran. Jadi kedua kata tersebutjika digabungkan menjadi Ilmu Telekinesis atau Tele Psychokinesis mempunyai makna yang sama, yaitu menggerakan,mengatur,memanipulasi, mengendalikan material atau energi atau benda menggunakan kekuatan pikiran dari jarak jauh tanpa menyentuh benda tersebut.
Contohnya adalah seperti Jean Grey dalam film X-Men
Sedangkan Pengasihan, Hipnotis, dan Gendam sama sekali tidak ada hubungannya dengan telekinesis dan/atau psikokinesis. Kalau berhubungan dengan energi kebatinan memang betul
Psikokinesis adalah kemampuan memanipulasi sebuah objek fisik hanya dengan pikiran semata-mata. Sebuah objek, bisa berupa benda maupun tubuh dimanipulasi dari jarak jauh. Salah satu bentuknya adalah psikokinetik metal-bending, yakni efek psikokinetik terhadap benda-benda metal seperti kunci, sendok, pisau atau semacamnya, dengan cara membuatnya berubah bentuk. Misalnya saja, Anda mungkin pernah melihat di televisi, Dedi Corbuzier membengkokkan sendok.
Meskipun umumnya fenomena psikokinesis direncanakan. Namun ada juga fenomena psikokinesis yang terjadi dengan spontan. Menurut para ahli parapsikologi, jika berada dalam keadaan terancam bahaya atau ketakutan yang sangat, Anda bisa dengan serta merta mengeluarkan daya psikokinetik. Misalnya saja membuat jam berhenti pada saat orang yang dicintai meninggal dunia. Secara spontan Anda membuat jam berhenti berdetak karena trauma psikologis yang Anda hadapi. Bisa juga menjatuhkan foto di dinding atau memecahkan kaca saat ketakutan. Akibatnya, boleh jadi Anda semakin ketakutan. Padahal itu adalah hasil daya psikokinetik Anda sendiri.

Umumnya para ahli parapsikologi membedakan adanya dua jenis psikokinesis, yakni psikokinesis makro dan psikokinesis-mikro. Psikokines makro adalah yang kejadiannya bisa diamati secara langsung. Seperti misalnya membengkokkan sendok, mengangkat benda ke udara, atau tahan senjata tajam. Sedangkan Psikokinesis mikro kejadiannya tidak bisa diamati dengan menggunakan mata telanjang. Diperlukan metode statistik tertentu untuk bisa mengetahuinya. Termasuk dalam kategori mikro adalah pengobatan jarak jauh. Ilmu Telekinesis atau Tele Psychokinesis adalah menggerakan,mengatur,memanipulasi, mengendalikan material atau energi atau benda menggunakan kekuatan pikiran tanpa menyentuh benda tersebut.

`Apakah Telekinesis Dapat Dipelajari?
Netsains.Com - Telekinesis adalah istilah untuk menunjuk kemampuan manusia menggerakan benda di sekitarnya tanpa harus menyentuhnya melainkan hanya dengan menggunakan kekuatan pikiran. Secara ilmiah, telekinesis belum dapat dibuktikan dan masih terus diperdebatkan keberadaaanya.
Telekinesis telah menjadi perdebatan selama lebih dari 5 dekade sejak sebelum Perang Dunia II. Bahkan ada rumor bahwa pasca Perang Dunia II, CIA melatih orang-orang berkemampuan kinesis untuk kepentingan perang dingin. Dalam perdebatan telekinesis terdapat dua kubu: pro dan kontra. Beberapa peneliti menyatakan bahwa pada saat ini manusia normal hanya menggunakan sekitar 10% dari potensi otaknya, pengembangan potensi otak lebih lanjut sangat memungkinkan kita untuk menguasai kemampuan telekinesis. Menurut fisika kuantum, semua hal yang terdapat di semesta ini adalah energi.
Manusia sebenarnya medan energi, begitu pula dengan benda-benda disekitarnya. Oleh karena itu sangat mungkin bahwa satu medan energi dapat mempengaruhi medan energi yang lain. Kekuatan pikiran dipercaya menciptakan medan energi yang memungkinkan menyebabkan benda di sekitarnya bergerak, hal ini sering juga dikenal sebagai poltergeist.
Sementara itu peneliti lainnya menyatakan bahwa telekinesis hanyalah mitos belaka, meskipun mereka tidak dapat menjelaskan fenomena yang terjadi pada Nina Kulagina, orang Rusia yang dikenal memiliki kemampuan telekinesis yang luar biasa. Dari hasil penelitian terhadapnya diketahui bahwa saat melalukan telekinesi terjadi peningkatan tekanan darah dan detak jantung yang signifikan, setelah melalukan telekinesis bobot tubuh juga berkurang antara 1-8 kilogram. Hal ini karena seluruh energi dipusatkan ke otak sehingga pada kenyataannya telekinesis sangat menyita energi dalam tubuh. Penelitian ini mengungkap bahwa jikalau manusia mampu melakukan telekinesis sebenarnya otak manusia belum berevolusi secara sempurna untuk mencapai tahapan tersebut, oleh karena itulah organ seperti tangan dan kaki berkembang secara sempurna agar kita dapat menggerakan dan memegang benda-benda di sekitar kita.
Beberapa orang berpendapat bahwa telekinesis adalah kemapuan alami, oleh karena itu sangat mungkin untuk dipelajari dengan latihan konsentrasi pikiran. Seandainya pun kita bisa menguasai telekinesis, akan dibutuhkan waktu yang lama untuk dapat menggunakannya dan akan mengkonsumsi banyak energi dalam tubuh, dengan kata lain kurang praktis untuk diaplikasikan. Belajar keahlian seperti pengoperasian software komputer, saat ini dinilai lebih logis dan bermanfaat untuk bertahan hidup daripada memecahkan gelas dan membengkokan sendok

TELEKINESIS

Telekinesis


Anda akan belajar bahwa kemampuan telekinesis adalah kejadian sangat alami dan kita semua memiliki kemampuan untuk melakukan telekinesis itu hanya masalah kemampuan belajar. Ini terutama Pikiran / Otak / fenomena Kesadaran terkait meskipun tentu akarnya sub-atomik seperti semua manifestasi. Beberapa penelitian menunjukkan ada banyak aktivitas di korteks otak dalam hubungan ini.

Sebagian besar dari apa yang kita fenomena psikis istilah atau kejadian mistis terjadi di "off" fase kesadaran. Kesadaran selalu di on / off pentahapan, berkedip off dan pada, seolah-olah. Off / On pentahapan fenomena adalah manifestasi foton terkait energi dan cahaya.

Orang harus mampu melihat realitas keduanya. Kadang-kadang ada perbedaan luas dalam apa yang kita BERPIKIR kita lihat apa yang IS vs sebenarnya terjadi.
Apa itu Telekinesis

Telekinesis pada dasarnya adalah kemampuan untuk memindahkan objek pada bidang fisik hanya menggunakan kekuatan psikis. Sementara beberapa orang berpikir bahwa itu adalah praktek okultisme, ini tidak begitu ketat.

Saya hanya bisa memberi perspektif saya, tapi saya percaya bahwa kita semua lahir dengan keterampilan ini. Hal ini melekat, seperti berjalan, berbicara, bernapas. Kami hanya mengabaikannya dari satu hari.

Sebuah teori yang umum adalah bahwa TK bekerja dengan medan energi (magnet atau listrik) atau dengan "gelombang" energi psikis, yang sebenarnya cukup padat untuk mendorong / menolak objek.

hanya menjumpai Kebanyakan orang dengan TK adalah sesuatu yang misterius kecelakaan-jatuh di atas atau benda terbang di sekitar ruangan, sebuah fenomena sering keliru untuk poltergeist ketika sebenarnya mungkin seseorang dengan kekuatan telekinetic spontan.
Siapapun dapat memanfaatkan kekuatan mereka dan menggunakannya dengan pengabdian yang tepat.

Theory pada Telekinesis

Setiap orang hidup memiliki otak. Jelas. Untuk mengatakan apa pun sebaliknya akan masuk akal. Namun, kita tidak menggunakan seluruh otak, kita tidak bahkan menggunakan fraksi lebih baik dari itu. Kami juga menggunakan bagian masing-masing berbeda lebih dari yang lain.

Beberapa orang menikmati seni, beberapa menikmati matematika dan angka, logika, olahraga, menulis, menari, dan mengumpulkan ... semua kegiatan ini menggunakan bagian yang berbeda dari otak.

Hal ini seperti kemampuan psikis. Kita semua menggunakan beberapa dari total potensi psikis kita, tetapi jauh dari semua itu. Beberapa dari kita hanya "tahu" ketika sesuatu yang akan terjadi, atau dapat memprediksi suatu hasil yang lebih baik daripada kebanyakan orang, atau mendapatkan "rasa" dari apakah orang yang Anda baru saja bertemu adalah yang bersifat baik atau buruk. Semua ini menggunakan kekuatan psikis.

Sama seperti otak, kita juga bisa latihan bagian-bagian yang tergeletak tidak terpakai. Seorang seniman bisa belajar aljabar jika mereka benar-benar meletakkan hidung mereka ke batu gerinda tersebut. Hanya sama, Anda dapat belajar telekinesis dengan pelatihan yang tepat dan memperluas kemampuan alami Anda psikis.

Satu-satunya hal yang memegang Anda kembali, tidak percaya pada diri sendiri. Sama seperti anak yang mengatakan, "Aku tidak bisa melakukannya matematika, tidak mungkin", orang yang berkata, "Saya tidak dapat menggunakan telekinesis, aku hanya tidak memiliki kemampuan" adalah menahan diri kembali. Mereka mengatakan bahwa Anda kritikus terburuk Anda sendiri. Yah, hentikan! Percaya pada diri sendiri dan kemampuan akan mengikuti.
Definisi skeptis

Telekinesis adalah pergerakan objek dengan cara dijelaskan secara ilmiah, seperti dengan latihan kekuatan gaib. Psikokinesis adalah produksi gerak dalam obyek fisik dengan latihan kekuatan psikis atau mental.

Uri Geller mengklaim dia bisa membengkokkan sendok dan berhenti jam tangan hanya menggunakan pikirannya untuk mengendalikan objek-objek eksternal. Lain mengklaim bisa membuat roll pensil di meja dengan tindakan hanya akan. Berbagai trik salon digunakan untuk menunjukkan kekuatan kinetik psiko ada habisnya.

Pikiranku ini: Tentu ada berbagai trik salon untuk menunjukkan ini. Ada trik ruang untuk hampir semuanya! Ini tidak berarti bahwa telekinesis asli adalah mustahil.
Tips Pada Bagaimana melakukan Telekinesis

Telekinesis adalah memindahkan barang-barang menggunakan pikiran Anda. Jika Anda akan mencoba telekinesis, Anda harus santai, jelas pikiran, dan Anda harus mampu berkonsentrasi pada obyek dan tidak ada lagi. Beberapa orang berpikir Anda harus bermeditasi sebelum mencoba untuk menggunakan telekinesis.

Anda harus sangat berdedikasi karena dapat waktu bertahun-tahun untuk belajar, tapi saya pikir pantas ditunggu. Pikirkan tujuan Anda di kepala Anda, membayangkan hal itu berulang-ulang, memikirkan apa-apa tetapi objek dan tujuan Anda. Lakukan ini selama Anda merasa nyaman dengan, dan melakukannya setiap hari

Setelah beberapa waktu Anda akan mulai melihat hasilnya. Saya telah menemukan bahwa hal-hal yang ringan lebih mudah untuk memulai dengan. Beberapa percobaan adalah: Rolling pena kurang menyentuh setiap waktu, menggunakan sepotong kertas cahaya cukup mudah, tusuk gigi dalam air, mencoba untuk membuat api lilin bersandar ke satu arah, bulu dalam botol, menyeimbangkan sendok di tepi kaca dan mencoba untuk membuat batu sendok off, dan terakhir tapi cukup mudah membungkuk perak atau kunci. Bending perak adalah sedikit berbeda. Anda memegang objek pilihan di tangan Anda, dan Anda merasa permukaan seperti yang anda bayangkan di kepala Anda menekuk perak itu.

Masalahnya, Anda tidak "membuat" itu tikungan, Anda "biarkan" itu tikungan. Pengangkatan adalah cukup banyak bentuk telekinesis sehingga menggunakan metode yang sama seperti telekinesis jika Anda ingin melayang sesuatu atau diri Anda sendiri dari tanah. Beberapa orang berpikir telekinesis berkaitan dengan energi magnetik, dan beberapa berpikir itu penggunaan energi.

Membentuk Energi Dengan Pikiran sering digunakan untuk membuat bola psi. Ini adalah cara untuk belajar untuk membentuk energi. Anda cangkir tangan anda seolah-olah memegang sesuatu di antara mereka, dan kemudian berpikir seperti kau keran energi, dan hanya biarkan mengalir keluar melalui tangan Anda dan menjadi bola antara mereka. Bahkan jika Anda tidak bisa melihat itu mungkin tidak cukup kuat dan Anda perlu untuk menambah lagi.

Jangan khawatir tentang melihat saat pertama kali Anda memulai karena Anda tidak mungkin dapat menambahkan cukup. Anda dapat mengetahui apakah Anda membuat bola psi meskipun dengan memperhatikan tangan Anda. Mereka akan menjadi panas dan tangan Anda akan memiliki sedikit berkedut setiap sekarang dan kemudian.

Jika tangan Anda sakit jangan khawatir, itu normal. Cobalah membuat bola psi selama perasaan yang berbeda, dan melihat perubahan apa ada. Setelah Anda dapat melihat bola psi Anda Anda dapat mengubah itu warna, bentuk, dan lain-lain akan melakukan apa pun yang Anda inginkan.
.. .  hakikat  ialah suatu tindakan, suatu gerak yang digerakkan
menurut kodrat Tuhan. Jadi gerak yang telah  diterima,
adalah gerakan kodrat dari hidup. Itulah sebabnya maka dapat
dikatakan, gerak yang diterima dalam Latihan adalah
gerak yang menjelma dengan sendirinya , yang tidak karena dicari ,
yang tidak karena dipelajari , selain menyepikan, mengosongkan
dari pengaruh nafsu yang bersarang dalam hati dan akal atau
otak  kita 
. .

Friday, January 3, 2014

. . . hanya satu proses penyembuhan yaitu Kepercayaan , dan satu Daya Penyembuh yaitu Batin Bawah Sadar yg sudah terisi Dzat Allah. Kepercayaan itu menghasilkan Keajaiban yg sama, tanpa peduli teori apapun.