Monday, January 9, 2017

Kejiwaan dekonsentrasi

. . ada sedikit penjelasan bahwa jalan Spiritual adalah mengupayakan, mengusahakan penenangan diri dalam konsentrasi bersifat meditasi baik di kebatinan maupun di Yoga dll artinya mengerucut keatas kearah Penguasa Alam , sedang kejiwaan adalah bersifat menerima , terbuka tanpa meng usahakan apa2 hanya berserah diri dan menerima getaran hidup dari kekuasaan Tuhan semesta Alam , jadi bersifat dekonsentrasi . .

Sunday, January 8, 2017

hakekat

Ragukan semuanya. . Temukan Cahaya kita sendiri.
Jalan bukanlah dilangit bukan pula ditempat lainnya.
Jalan adalah di hati dalam diri .
Rahasia spiritualitas sebenarnya adalah untuk menghapus semua ide, semua konsep,
agar Kebenaran memiliki kesempatan untuk menembus, untuk mengungkapkan Dirinya sendiri.
Semua ajaran adalah referensi belaka.
Pengalaman sejati adalah hidup kita sendiri.
Kata-kata suci yang paling suci pun hanyalah kata-kata.
Pengalaman langsung adalah apa yang diinginkan oleh jiwamu.

Demikian Hakekat . .

kekecewaan negatip

. . . klu boleh kutambahkan . . sepertinya semua kekecewaan itu disebabkan keinginan yang tak terpenuhi,bila kamu terus menerus memikirkan adanya rintangan ,keterlambatan ,keterlambatan , dan kesulitan maka bawah sadarmu menanggapi sesuai hal tsb,maka percayalah kamu merintangi akan kebaikanmu sendiri . . .

pikiran2 buruk terekam bawah sadar

. . . Sepertinya seseorang yang banyak menghayati isi hatinya, atau isi pikirannya, akan lebih banyak "masuk" ke dalam dirinya sendiri, menjadikan dirinya lebih "sepuh" dibandingkan jika ia mengabaikannya. Selebihnya itu akan menjadi sikap batinnya dalam kehidupannya sehari-hari, akan menjadi bagian yang sepuh dari kepribadiannya. . semua rasa penghayatan itu terekam dalam Batin Bawah Sadarnya . .

jangan menggambar Tuhan

ada titipan pesan . .
Jangan menggambar Tuhan dengan kekuatan pikiran. Seberapa kuat pikiran Anda menggambar Tuhan dalam angan-angan? Menggambar benda yang ada di depan mata saja saya yakin tidak sempurna kok, mana mungkin mampu menggambarkan Tuhan dengan kekuatan fokus pikiran dan fokus batin kita.. Bukankah Tuhan juga tidak berwujud sebagaimana yang ada dalam gudang data/memori di otak? TUHAN MEMILIKI SIFAT BERBEDA DENGAN SEMUA HAL YANG PERNAH DIKETAHUI DAN DIANGANKAN OLEH MANUSIA. maka sholat khusyuk justeru tidak perlu konsentrasi macam-macam. Pikiran dan batin kita hanya sumarah, pasrah total, sumeleh saja…

Wednesday, December 7, 2016

CERAMAH BAPAK

SAKIT ITU ADALAH SUATU PERUBAHAN
"Dalam hakikatnya, saudara--artinya dalam hakikatnya itu dalam kenyataan hidup--kematian itu selalu didahului dengan kesakitan. Jadi, sakit itu adalah pintu bagi kematian. Jadi, kalau orang mau mati itu sakit dulu. Apa-apa mau mati juga sakit dulu. Artinya: pohon mau mati, mulai kering, kering, kering, kering, kering. Akar-akarnya mulai kering, kering, kering, kering, kering, sesudah kering: keropos, mati. Itu demikian.
Demikian juga dalam Latihan Kejiwaan. Akan memasuki gerbang kematian--meskipun matinya mati-hidup--tentu terasa sakit, karena ada perubahan. Segala macam yang berubah itu merupakan sakit. Jadi, apabila saudara terasa sakit itu sebenarnya--sebenarnya, saudara, Bapak katakan--tidak perlu saudara mengeluh. Karena sakit itu adalah suatu perubahan.
Bedanya sakit yang karena Latihan Kejiwaan Subud ini, sakit yang tidak karena Latihan Subud ini: sakit yang karena Latihan Subud ini adalah sakit yang terisi perubahan. Artinya dikehendaki perubahan di dalam diri, sehingga memerlukan sakit. Dan akan sampai ke kematian. Tetapi karena Latihan Kejiwaan Subud, jadi sampai mati, matinya masih hidup. Karena mati berarti--Bapak katakan tadi--pergantian dari isi. Sedangkan isi sudah ada tempatnya: sehingga dari jiwa benda mati, masuk ke jiwa tumbuh-tumbuhan, umpamanya begitu. Atau masuk ke jiwa hewan atau masuk ke jiwa manusia."
*YM Bapak, San Francisco, California, Amerika Serikat, 9 September

Monday, December 5, 2016

Kejiwaan

. . kalau memang mau hidup tentrem , ya baik bisa menyederhanakan pikiran2 maupun aturan2 dunia yg mengikat yg membebani karena itu hanya merupakan tambahan2 pelengkap hidup saja yg kalau tidakpun gak perlu takut kalau Tuhan akan marah . . lakukan saja apa yg perlu dilakukan untuk memelihara hidup karena kita masih diberi hidup . . demikian selaras dengan Sakmadyo Sakdermo dan Nrimo ing Pandum . .