ada titipan pesan . .
Jangan menggambar Tuhan dengan kekuatan
pikiran. Seberapa kuat pikiran Anda menggambar Tuhan dalam angan-angan?
Menggambar benda yang ada di depan mata saja saya yakin tidak sempurna
kok, mana mungkin mampu menggambarkan Tuhan dengan kekuatan fokus
pikiran dan fokus batin kita.. Bukankah Tuhan juga tidak berwujud
sebagaimana yang ada dalam gudang data/memori di otak? TUHAN MEMILIKI
SIFAT BERBEDA DENGAN SEMUA HAL YANG PERNAH DIKETAHUI DAN DIANGANKAN OLEH
MANUSIA. maka sholat khusyuk justeru tidak perlu konsentrasi
macam-macam. Pikiran dan batin kita hanya sumarah, pasrah total, sumeleh
saja…
Sunday, January 8, 2017
Wednesday, December 7, 2016
CERAMAH BAPAK
SAKIT ITU ADALAH SUATU PERUBAHAN
"Dalam hakikatnya, saudara--artinya dalam hakikatnya itu dalam kenyataan hidup--kematian itu selalu didahului dengan kesakitan. Jadi, sakit itu adalah pintu bagi kematian. Jadi, kalau orang mau mati itu sakit dulu. Apa-apa mau mati juga sakit dulu. Artinya: pohon mau mati, mulai kering, kering, kering, kering, kering. Akar-akarnya mulai kering, kering, kering, kering, kering, sesudah kering: keropos, mati. Itu demikian.
Demikian juga dalam Latihan Kejiwaan. Akan memasuki gerbang kematian--meskipun matinya mati-hidup--tentu terasa sakit, karena ada perubahan. Segala macam yang berubah itu merupakan sakit. Jadi, apabila saudara terasa sakit itu sebenarnya--sebenarnya, saudara, Bapak katakan--tidak perlu saudara mengeluh. Karena sakit itu adalah suatu perubahan.
Bedanya sakit yang karena Latihan Kejiwaan Subud ini, sakit yang tidak karena Latihan Subud ini: sakit yang karena Latihan Subud ini adalah sakit yang terisi perubahan. Artinya dikehendaki perubahan di dalam diri, sehingga memerlukan sakit. Dan akan sampai ke kematian. Tetapi karena Latihan Kejiwaan Subud, jadi sampai mati, matinya masih hidup. Karena mati berarti--Bapak katakan tadi--pergantian dari isi. Sedangkan isi sudah ada tempatnya: sehingga dari jiwa benda mati, masuk ke jiwa tumbuh-tumbuhan, umpamanya begitu. Atau masuk ke jiwa hewan atau masuk ke jiwa manusia."
*YM Bapak, San Francisco, California, Amerika Serikat, 9 September
Monday, December 5, 2016
Kejiwaan
. . kalau memang mau hidup tentrem , ya baik bisa menyederhanakan
pikiran2 maupun aturan2 dunia yg mengikat yg membebani karena itu hanya
merupakan tambahan2 pelengkap hidup saja yg kalau tidakpun gak perlu
takut kalau Tuhan akan marah . . lakukan saja apa yg perlu dilakukan
untuk memelihara hidup karena kita masih diberi hidup . . demikian
selaras dengan Sakmadyo Sakdermo dan Nrimo ing Pandum . .
Monday, November 28, 2016
. . eh ternyata kita bisa menjadi korban diri kita sendiri hanya karena
terlalu percaya kemampuan diri yang berusaha ingin jujur dan selalu
ingin selesai dengan baik . . sayangnya usaha dari hasrat akal pikir itu
kadang kurang percaya akan pertolongan Tuhan. . hasrat itu tak
terdukung nasib baik . .
Monday, November 7, 2016
kejiwaan
. . bahkan yang sudah berserah diri dan merasa mendapat bimbingan pun ya
harus tetap eling lan waspada karena kita terbimbing masih di alam
dunia . .
kejiwaan
. . sebetulnya kalau mengerti bahwa pada hakekatnya seluruh gerak diri itu adalah bakti maka itu adalah doa yang paling sederhana yang menyatu pada gerak hidup . .
Thursday, November 3, 2016
spiritual
. . iya memang . . dalam dunia spiritual hanya mengelola Jiwa dengan
laku budi baik dan benar menyatukan rasa kedekatan dengan Tuhan Semesta
alam . . klihatan sepertinya sdh melepas kegiatan disiplin ibadah . .
walaupun tidak harus seperti itu . . .
Subscribe to:
Posts (Atom)