. . salah satu hakekat agama itu ialah untuk menjernihkan otak dan akal
pikir manusia yang sering dapat menerima anugraha tapi tak bisa
menggunakan sehingga bisa digunakan orang lain .
Dengan kejernihan
akan bisa mengerti akan Bakti dan mengerti tentang jalan hidupnya juga
bagaimana bisa melayani kebutuhan hidupnya didunia dalam segala hal . .
.
Tuesday, September 1, 2015
kejiwaan
. . ada yg mengatakan bahwa kadang ketidak tahuan itu sebenarnya adalah
sesuatu yg membahagiakan dari pada dibuka akan bisa tidak mengenakkan . .
eh apa iya . . .
kejiwaan
. . . bahwa sebenarnya segala pengertian,ilmu , pengetahuan, itu bisa menggugah kesadaran Rasa Diri.
sedang ibadah adalah puji ke Tuhan , tapi Point nya ada di Laku kehidupan .
sedang ibadah adalah puji ke Tuhan , tapi Point nya ada di Laku kehidupan .
kejiwaan
singkatnya ichlas itu sudah menjadi Rasa Diri bukan hanya melakukan perbuatan . . dan menjadi seperti itu tidak lah mudah . .
kejiwaan
. . sebenarnya kalau kita sudah menyadari dan mengerti akan bimbingan
Tuhan dalam diri kita . . hendaknya cukup disukuri saja dengan lebih
ichlas dan tak perlu membandingkan dengan hidup orang lain . . karena
bobot masing2 berbeda dan bahwa kekuatan spiritual itu di ichlas . .
Tuesday, August 18, 2015
Jiwa yang tertidur
Jiwa yang tertidur . . secara Kejiwaan . .
Sewaktu Sang Bayi yg terlahirkan ,dengan fisik sempurna ataupun tidak sempurna sudah automatis membawa Gen dari ortunya juga Watak dan sifat bawaannya sendiri dan sebenarnya ada beban2 dari leluhur yang menurunkankannya .
Pada saat itu sampai Balita Bayi selalu terlindungi dan dekat dengan Kekuasaan Tuhan karena akal pikirnya belum berkembang .
Seiring dengan pertumbuhan bayi menjadi Balita dia akan belajar menerima pengajaran dari ortu maupun lingkungannya , pada saat Balita perwatakan Anak itu polos dan apa adanya bagaimana maunya karena belum punya Susila Tata krama tapi terjaga oleh Jiwanya yang Dzat Allah yang ada dalam dirinya tapi tidak melekat dengan Raganya.
Seiring dengan pengajaran yg dia Terima maka si anak mulai membangun Akal Pikirnya dan mulai bangga bila di puji , demikian dia mulai menggunakan akal pikirnya untuk mendapat Pujian . . begitulah dia mulai membangun Ego .
Semakin lama dia bertambah besar dan dewas maka sebenarnya dia sudah mulai meninggalkan sang Jiwa yg sudah menjaga dirinya sewaktu Balita . . jadilah seorang dewasa yg bersosok Kuat ,Ego dan super egonya yg mandiri , nafsu dan akal pikirnya semakin lincah dan kuat . .
Lalu kemanakah sang Jiwa ? oh ternyata sang Jiwa yg ditinggalkan jadi tertidur di belakang tapi tetap siaga menolongnya . .
Pernah dengar lagu Bangunlah Jiwanya bangunlah Badannya . .nah demikian yg diharapkan oleh Tuhan agar kita membangunkan sang Jiwa yg tertidur agar bersatu dan bekerja sama dengan sang Raga yg penuh akal pikir dan nafsu.
Dengan bangunnya sang Jiwa maka terhubunglah kontak Jiwa dengan Kekuasaan Tuhan ya karena Jiwa adalah Dzat Allah itu sendiri artinya kita bisa menyampaikan doa kita lewat Jiwa . .
Sewaktu Sang Bayi yg terlahirkan ,dengan fisik sempurna ataupun tidak sempurna sudah automatis membawa Gen dari ortunya juga Watak dan sifat bawaannya sendiri dan sebenarnya ada beban2 dari leluhur yang menurunkankannya .
Pada saat itu sampai Balita Bayi selalu terlindungi dan dekat dengan Kekuasaan Tuhan karena akal pikirnya belum berkembang .
Seiring dengan pertumbuhan bayi menjadi Balita dia akan belajar menerima pengajaran dari ortu maupun lingkungannya , pada saat Balita perwatakan Anak itu polos dan apa adanya bagaimana maunya karena belum punya Susila Tata krama tapi terjaga oleh Jiwanya yang Dzat Allah yang ada dalam dirinya tapi tidak melekat dengan Raganya.
Seiring dengan pengajaran yg dia Terima maka si anak mulai membangun Akal Pikirnya dan mulai bangga bila di puji , demikian dia mulai menggunakan akal pikirnya untuk mendapat Pujian . . begitulah dia mulai membangun Ego .
Semakin lama dia bertambah besar dan dewas maka sebenarnya dia sudah mulai meninggalkan sang Jiwa yg sudah menjaga dirinya sewaktu Balita . . jadilah seorang dewasa yg bersosok Kuat ,Ego dan super egonya yg mandiri , nafsu dan akal pikirnya semakin lincah dan kuat . .
Lalu kemanakah sang Jiwa ? oh ternyata sang Jiwa yg ditinggalkan jadi tertidur di belakang tapi tetap siaga menolongnya . .
Pernah dengar lagu Bangunlah Jiwanya bangunlah Badannya . .nah demikian yg diharapkan oleh Tuhan agar kita membangunkan sang Jiwa yg tertidur agar bersatu dan bekerja sama dengan sang Raga yg penuh akal pikir dan nafsu.
Dengan bangunnya sang Jiwa maka terhubunglah kontak Jiwa dengan Kekuasaan Tuhan ya karena Jiwa adalah Dzat Allah itu sendiri artinya kita bisa menyampaikan doa kita lewat Jiwa . .
Sunday, August 16, 2015
Kejiwaan
Jiwa yang tertidur . . secara Kejiwaan . .
Sewaktu Sang Bayi yg terlahirkan ,dengan fisik sempurna ataupun tidak sempurna sudah automatis membawa Gen dari ortunya juga Watak dan sifat bawaannya sendiri dan sebenarnya ada beban2 dari leluhur yang menurunkankannya .
Pada saat itu sampai Balita Bayi selalu terlindungi dan dekat dengan Kekuasaan Tuhan karena akal pikirnya belum berkembang .
Seiring dengan pertumbuhan bayi menjadi Balita dia akan belajar menerima pengajaran dari ortu maupun lingkungannya , pada saat Balita perwatakan Anak itu polos dan apa adanya bagaimana maunya karena belum punya Susila Tata krama tapi terjaga oleh Jiwanya yang Dzat Allah yang ada dalam dirinya tapi tidak melekat dengan Raganya.
Seiring dengan pengajaran yg dia Terima maka si anak mulai membangun Akal Pikirnya dan mulai bangga bila di puji , demikian dia mulai menggunakan akal pikirnya untuk mendapat Pujian . . begitulah dia mulai membangun Ego .
Semakin lama dia bertambah besar dan dewas maka sebenarnya dia sudah mulai meninggalkan sang Jiwa yg sudah menjaga dirinya sewaktu Balita . . jadilah seorang dewasa yg bersosok Kuat ,Ego dan super egonya yg mandiri , nafsu dan akal pikirnya semakin lincah dan kuat . .
Lalu kemanakah sang Jiwa ? oh ternyata sang Jiwa yg ditinggalkan jadi tertidur di belakang tapi tetap siaga menolongnya . .
Pernah dengar lagu Bangunlah Jiwanya bangunlah Badannya . .nah demikian yg diharapkan oleh Tuhan agar kita membangunkan sang Jiwa yg tertidur agar bersatu dan bekerja sama dengan sang Raga yg penuh akal pikir dan nafsu.
Dengan bangunnya sang Jiwa maka terhubunglah kontak Jiwa dengan Kekuasaan Tuhan ya karena Jiwa adalah Dzat Allah itu sendiri artinya kita bisa menyampaikan doa kita lewat Jiwa . .
Sewaktu Sang Bayi yg terlahirkan ,dengan fisik sempurna ataupun tidak sempurna sudah automatis membawa Gen dari ortunya juga Watak dan sifat bawaannya sendiri dan sebenarnya ada beban2 dari leluhur yang menurunkankannya .
Pada saat itu sampai Balita Bayi selalu terlindungi dan dekat dengan Kekuasaan Tuhan karena akal pikirnya belum berkembang .
Seiring dengan pertumbuhan bayi menjadi Balita dia akan belajar menerima pengajaran dari ortu maupun lingkungannya , pada saat Balita perwatakan Anak itu polos dan apa adanya bagaimana maunya karena belum punya Susila Tata krama tapi terjaga oleh Jiwanya yang Dzat Allah yang ada dalam dirinya tapi tidak melekat dengan Raganya.
Seiring dengan pengajaran yg dia Terima maka si anak mulai membangun Akal Pikirnya dan mulai bangga bila di puji , demikian dia mulai menggunakan akal pikirnya untuk mendapat Pujian . . begitulah dia mulai membangun Ego .
Semakin lama dia bertambah besar dan dewas maka sebenarnya dia sudah mulai meninggalkan sang Jiwa yg sudah menjaga dirinya sewaktu Balita . . jadilah seorang dewasa yg bersosok Kuat ,Ego dan super egonya yg mandiri , nafsu dan akal pikirnya semakin lincah dan kuat . .
Lalu kemanakah sang Jiwa ? oh ternyata sang Jiwa yg ditinggalkan jadi tertidur di belakang tapi tetap siaga menolongnya . .
Pernah dengar lagu Bangunlah Jiwanya bangunlah Badannya . .nah demikian yg diharapkan oleh Tuhan agar kita membangunkan sang Jiwa yg tertidur agar bersatu dan bekerja sama dengan sang Raga yg penuh akal pikir dan nafsu.
Dengan bangunnya sang Jiwa maka terhubunglah kontak Jiwa dengan Kekuasaan Tuhan ya karena Jiwa adalah Dzat Allah itu sendiri artinya kita bisa menyampaikan doa kita lewat Jiwa . .
Subscribe to:
Posts (Atom)