Wednesday, December 4, 2013

SUBUD

. . . bahwa pada hakekatnya manusia dengan hati dan akal pikirannya terpaksa tidak dapat mengerti bagaimana Keadaan dan Kekuasaan Tuhan itu. itulah sebabnya tidak kurang2nya usaha manusia mencari jalan yang dapat menuju ke Kontak an Hidup Besar itu selalu kandas ditengah jalan atau kalau tidak dengan tiada kesadaran Jiwanya ia terpaksa menyimpang ke lain jurusan yang pada hakekatnya adalah sifat Bayangan angan2 , rasa hati dan akal pikiran . . . .

Tuesday, December 3, 2013

Aurat

APA ITU AURAT??

Aurat dari segi bahasa; ialah keaiban, manakala dari segi istilah syarak; ialah bahagian-bahagian tertentu pada tubuh manusia yang wajib ditutup.
Jadi, aurat bermaksud bahagia-bahagian tertentu yang wajib dilindungi daripada pandangan orang ajnabi kerana perbuatan tersebut dianggap suatu yang mengaibkan di sisi agama Islam.
Aurat lelaki:
Lelaki yang akil baligh wajib menutup aurat dengan sempurna mengikut syarak. Batasan aurat lelaki telah pun jelas disebut oleh Rasulullahlah s.a.w. melalui hadis yang diriwayatkan oleh Darul Qutni ” aurat lelaki ialah bahagian di antara pusat dan lutut”.
Walaupun begitu, mengikut pandangan ulama aurat lelaki berbeza mengikut situasi yang dihadapinya, di antaranya adalah seperti berikut:
a) Ketika solat – antara pusat dan lutut.
b) Di hadapan wanita yang bukan mahram – seluruh anggota badan
c) Di hadapan lelaki dan wanita yang mahramnya – antara pusat dan lutut.
d) Ketika seorang diri di tempat sunyi – qubul dan dubur sahaja.
Aurat wanita:
Syarak telah menetapkan bahawa aurat wanita lebih daripada aurat lelaki. Antara dalil yang menjelaskan batasan aurat wanita ialah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Daud yang bermaksud ” seorang gadis yang apabila telah kedatangan haid tidak dibenarkan mendedahkan tubuhnya melainkan muka dan dua tapak tangan hingga pergelangan tangan”.
Termasuk di dalam kategori mendedahkan aurat juga ialah memakai pakaian yang nipis. Kerana menurut satu hadis bahawa pada suatu hari Asma’ binti Abu Bakar telah berkunjung ke rumah Rasulullah s.a.w. dengan memakai pakaian yang agak nipis sehingga menampakkan warna kulitnya, lalu baginda menegur ” wahai Asma’, seorang perempuan apabila kedatangan haid tidak harus dilihat kepadanya kecuali ini dan ini sahaja”. Sambil baginda mengisyaratkan ke muka dan tapak tangannya.

Aurat .

3.1.4.3 Aurat Perempuan

Dari uraian terdahulu, kita tahu bahwa semua bagian tubuh yang tidak boleh dinampakkan, adalah aurat. Oleh karena itu dia harus menutupinya dan haram dibuka.
Aurat perempuan dalam hubungannya dengan laki-laki lain atau perempuan yang tidak seagama, yaitu seluruh badannya, kecuali muka dan dua tapak tangan. Demikian menurut pendapat yang kami anggap lebih kuat. Karena dibolehkannya membuka kedua anggota tersebut --seperti kata ar-Razi-- adalah karena ada suatu kepentingan untuk bekerja, mengambil dan memberi. Oleh karena itu orang perempuan diperintah untuk menutupi anggota yang tidak harus dibuka dan diberi rukhsah untuk membuka anggota yang biasa terbuka dan mengharuskan dibuka, justru syariat Islam adalah suatu syariat yang toleran.
Ar-Razi selanjutnya berkata: "Oleh karena membuka muka dan kedua tapak tangan itu hampir suatu keharusan, maka tidak salah kalau para ulama juga bersepakat, bahwa kedua anggota tersebut bukan aurat."
Adapun kaki, karena terbukanya itu bukan suatu keharusan, maka tidak salah juga kalau mereka itu berbeda pendapat (ikhtilaf), apakah dia itu termasuk aurat atau tidak?5
Sedang aurat orang perempuan dalam hubungannya dengan duabelas orang seperti yang disebut dalam ayat an-Nur itu, terbatas pada perhiasan (zinah) yang tidak tersembunyi, yaitu telinga, leher, rambut, dada, tangan dan betis. Menampakkan anggota-anggota ini kepada duabelas orang tersebut diperkenankan oleh Islam. Selain itu misalnya punggung, kemaluan dan paha tidak boleh diperlihatkan baik kepada perempuan atau laki-laki kecuali terhadap suami.
Pemahaman terhadap ayat ini lebih mendekati kepada kebenaran daripada pendapat sementara ulama yang mengatakan, bahwa aurat perempuan dalam hubungannya dengan mahram hanyalah antara pusar dan lutut. Begitu juga dalam hubungannya dengan sesama perempuan. Bahkan apa yang dimaksud oleh ayat tersebut yang kiranya lebih mendekati kepada pendapat sebagian ulama, yaitu: "Bahwa aurat perempuan terhadap mahramnya ialah anggota yang tidak tampak ketika melayani. Sedang apa yang biasa tampak ketika bekerja di rumah, mahram-mahram itu boleh melihatnya."
Justru itu Allah memerintahkan kepada perempuan-perempuan mu'minah hendaknya mereka itu memakai jilbab ketika keluar rumah, supaya berbeda dengan perempuan-perempuan kafir dan perempuan-perempuan lacur. Untuk itu pula Allah perintahkan kepada Nabi-Nya supaya menyampaikan pengumuman Allah ini kepada ummatnya; yang berbunyi sebagai berikut:
"Hai Nabi! Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu'min semua hendaklah mereka menghulurkan jilbab-jilbab mereka atas (muka-muka) mereka. Yang demikian itu lebih mendekati mereka untuk dikenal supaya mereka tidak diganggu." (al-Ahzab: 59)
Jilbab, yaitu pakaian yang lebarnya semacam baju kurung untuk dipakai perempuan guna menutupi badannya.

Aurat dri pejlan . .

 'Aurat artinya barang yang buruk, yang maksudnya adalah bagian-bagian tubuh yang tidak boleh diperlihatkan kepada orang lain. Dan bagian-bagian itu ada bermacam-macam sesuai dengan tempat dan situasi. Ada bagian tubuh yang boleh diperlihatkan kepada semua orang, muhrim atau non-muhrimnya, tapi ada pula bagian tubuh yang hanya boleh diperlihatkan kepada muhrimnya saja, dan ada pula bagian tubuh yang HANYA boleh dilihat oleh suami/istrinya saja.
Di sini saya tidak akan menuliskan lebih detail mengenai batas- batas aurat yang bermacam-macam itu, tapi insyaAllah hanya batas aurat yang boleh diperlihatkan bagi semua orang, baik muhrim maupun non-muhrim.
Bagi lelaki, batas aurat yang wajib ditutupi adalah mulai pusar sampai lutut. Selain dari itu boleh ditampakkan. Hal ini berdasarkan satu hadits dari Muhammad bin Jahsy yang diriwayatkan oleh Ahmad, Bukhari dan Hakim, katanya : "Rasulullah SAW lewat di depan Ma'mar. Kedua pahanya  terbuka, maka sabda beliau :"Hai Ma'mar! Tutuplah kedua pahamu karena paha itu aurat." Tentang aurat lelaki ini, bila memang keadaan menghendaki sedikit lebih terbuka maka boleh dilakukan, misalnya ketika dalam pepera- angan sebagaimana riwayat Ahmad dan Bukhari dari Anas r.a. : "Bahwasanya Nabi SAW sewaktu perang Khaibar, beliau menyingsingkan kain dari pahanya, sehingga tampaklah paha yang putih olehku."
Adapun batas-batas aurat bagi wanita yang wajib ditutup ialah: seluruh tubuh wanita kecuali muka dan kedua telapak tangan sampai per- gelangan tangan. Ini berdasar Hadits Nabi SAW yang diriwayatkan oleh  Tirmidzi dari Ibnu Mas'ud :"Perempuan itu adalah aurat, maka apabila ia keluar dari rumahnya syetan pun berdiri tegak (dirangsang) olehnya."Mengenai muka dan kedua telapak tangan yang boleh dibuka itu adalah ber-dasarkan pada satu hadits yang diriwayatkan Abu Daud dari 'Aisya r.a. : Rasulullah SAW bersabda : "Hai Asmaa! Sesungguhnya perempuan itu apabila ia telah dewasa/sampai umur, maka tidak patut menampakkan sesuatu dari dirinya melainkan ini dan ini." Rasulullah SAW berkata sambil menunjuk muka dan kedua telapak

Subud

. . . untuk para anggota Subud dalam latihan Subudnya bisa mendapatkan jawaban langsung dari Allah SWT ( Direct Contact) Jadi bila terjadi masalah, sebelum kita akan pergi ke dokter apapun, kita bisa mengetest. "Apakah kita perlu berobat ke dokter atau tidak? karena kadang-kadang penyakit dtg. dari otak kita, bukan dari badan kita. Kalau kita ingin melakukan suatu pekerjaan kita ragu-ragu. Kita bisa mengetest dan bisa langsung mendapat jawaban, boleh atau tidaknya kita melakukan pekerjaan itu.

Spt. juga bila kita akan menolong orang. Tiba-tiba ada perasaan ragu-ragu. Kita bisa langsung mengetest dan bertanya kpd Allah SWT. Apakah itu baik utk. menolong org. tsb. Bila jawabannya tidak. Kita bisa lagi dgn. menutup mata dan menanyakan kpd Allah SWT, "Mengapa??" nanti ada jawaban langsung melalui penglihatan bathin ataupun suara. Mudah-mudahan dgn banyaknya manusia menjadi anggota Subud, dalam agama apapun juga dapat melakukan dan bertanya apakah baik melakukan ini atau tidak. Apakah baik bekerja sama dgn orang itu atau tidak.

Subud

. . . untuk para anggota Subud dalam latihan Subudnya bisa mendapatkan ajwaban langsung dari Allah SWT ( Direct Contact) Jadi bila terjadi masalah, sebelum kita akan pergi ke dokter apapun, kita bisa mengetest. "Apakah kita perlu berobat ke dokter atau tidak? karena kadang-kadang penyakit dtg. dari otak kita, bukan dari badan kita. Kalau kita ingin melakukan suatu pekerjaan kita ragu-ragu. Kita bisa mengetest dan bisa langsung mendapat jawaban, boleh atau tidaknya kita melakukan pekerjaan itu.

Spt. juga bila kita akan menolong orang. Tiba-tiba ada perasaan ragu-ragu. Kita bisa langsung mengetest dan bertanya kpd Allah SWT. Apakah itu baik utk. menolong org. tsb. Bila jawabannya tidak. Kita bisa lagi dgn. menutup mata dan menanyakan kpd Allah SWT, "Mengapa??" nanti ada jawaban langsung melalui penglihatan bathin ataupun suara. Mudah-mudahan dgn banyaknya manusia menjadi anggota Subud, dalam agama apapun juga dapat melakukan dan bertanya apakah baik melakukan ini atau tidak. Apakah baik bekerja sama dgn orang itu atau tidak. . . .

subud . . .

Untung bagi saudara sekalian telah mendapat pertolongan dari Tuhan Yg Maha Esa, yg telah dijelmakan ke Latihan Kejiwaan Subud, kesalahan2 yg telah berada, yg telah terwujud, yg telah terjadi pada diri saudara, akan dapat dirobah, akan dapat diperbaiki. Hanya yg perlu agar pekerjaan Tuhan yg berada dalam rasa diri saudara dapat berjalan dengan baik, apabila hati dan fikiran saudara tidak selalu merintangi.