MEDITASI PERNAFASAN
ANAPANASATI
PETUNJUK KE DALAM
PELAKSANAAN KAMMATTHANA
OLEH:
KASSAPA THERA
- . - . - . - . - . - . - . - . - . - . -
Pemusatan pikiran yang tekun pada masuk dan keluarnya
nafas, bila dipupuk dan dikembangkan, adalah suatu
kedamaian dan suatu cara hidup yang menyenangkan.
Tidak hanya itu, juga akan menghalau pikiran-pikiran
jahat tak terlatih yang telah timbul dan membuatnya
hilang seketika.
Bagaikan, ketika bulan terakhir dari musim panas, debu dan
kotoran beterbangan, lalu hujan deras yang turun tiba-tiba
menenangkan dan menurunkannya ke bumi seketika.
- . - . - . - . - . - . - . - . - . - . -
MEDITASI PERNAFASAN
ANAPANASATI
PETUNJUK KE DALAM
PELAKSANAAN KAMMATTHANA
OLEH:
KASSAPA THERA
ABHINHAPACCAVEKKHANA
(Kerap Kali Direnungkan)
Jara-dhammomhi Aku akan menderita usia tua,
Jara. anatito Aku belum mengatasi usia tua.
Byadhi-dhammomhi Aku akan menderita sakit,
Byadhi. anatito Aku belum mengatasi penyakit.
Mara.a-dhammomhi Aku akan menderita kematian,
Mara.a. anatito Aku belum mengatasi kematian.
Sabbehi me piyehi manapehi
nana-bhavo vina-bhavo.
Segala milikku yang kucintai dan
kusenangi akan berubah dan terpisah
dariku.
Kammassakomhi Aku adalah pemilik karmaku sendiri.
Kamma-dayado Pewaris karmaku sendiri,
Kamma-yoni Lahir dan karmaku sendiri,
Kamma-bandhu Berhubungan dengan karmaku sendiri,
Kamma-pa.isara.o Terlindung oleh karmaku sendiri,
Ya. kamma. karissami Apa pun karma yang kuperbuat,
Kalya.a. va papaka. va Baik atau buruk,
Tassa dayado bhavissami Itulah yang akan kuwarisi.
Eva. amhehi abhi.ha.
paccavekkhitabba.
Hendaklah ini selalu kita renungkan.
PRAKATA
Pertama kali kami membaca buku “ANAPANASATI”, karangan Y.M.
KASSAPA THERA, terpetik kesan yang mendalam terhadap pengarang
yang mempunyai tujuan mulia mengajarkan MEDITASI PERNAFASAN
(ANAPANASATI) melalui tulisan beliau yang sederhana tetapi sangat
sistematis dan mudah dimengerti. Sangat disayangkan buku yang kami
baca tersebut sudah tua, kertasnya menguning, ejaan bahasa Indonesia
lama, dan jumlahnya terbatas, sehingga tidak banyak dari mereka yang
tertarik pada meditasi dapat menikmati karya indah dari Y.M. KASSAPA
THERA. Hal inilah yang menggugah hati kami untuk memperbaharui dan
memperbanyak buku meditasi pernafasan (anapanasati) agar dapat
bermanfaat bagi mereka yang ingin mempelajari meditasi pernafasan
(anapanasati) secara baik dan benar.
Tidak berlebihan bila kami mengatakan bahwa fisik buku boleh
tua dan lapuk, tetapi isi buku tidak pernah tua dan lapuk dan selalu
indah dari awal sampai akhir serta mengundang untuk dibuktikan.
Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada rekan-rekan
yang ikut membantu memperbaharui dan memperbanyak buku meditasi
pernafasan (anapanasati) dan semoga perbuatan baik yang telah
dilakukan akan membawa kebahagiaan yang tak ternilai harganya.
Akhir kata, semoga buku ini dapat memberikan inspirasi yang
baik sehingga melahirkan pikiran yang baik serta ucapan dan
perbuatan yang baik, yang akhirnya membawa kebahagiaan. Semoga
semua makhluk hidup berbahagia.
Y.J.
DAFTAR ISI
BAB I : KATA PENGANTAR . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
(Oleh Bikkhu Soma Thera)
. 1-4
BAB II : PENDAHULUAN ANAPANASATI . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 5-11
BAB III : ISYARAT DAN RINGKASAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 12-14
BAB IV : MULAI BEKERJA . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
15-16
BAB V : ANAPANASATI TINGKAT I . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
(Menghitung Tarikan Nafas)
17-18
BAB VI : ANAPANASATI TINGKAT II . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
(Ayunan Nafas)
. . 19
BAB VII : ANAPANASATI TINGKAT III . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
(Konsentrasi pada Sentuhan Nafas)
20-21
BAB VIII : TANDA ATAU OBYEK YANG TIMBUL DALAM LATIHAN
MEDITASI . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
22-24
BAB IX : ANAPANASATI TINGKAT IV . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
(Menempatkan Pikiran atas Objek dalam Pernafasan)
25-28
BAB X : JALAN PANDANGAN TERANG . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 29-31
TENTANG PIKIRAN INI – AJAHN CHAH . . . . . . . . . . . . . . . 32
1
I
KATA PENGANTAR
(OLEH: SOMA THERA)
Sang Buddha, Guru Agung Pengungkap telah mendefinisikan batas dari
Kaidah Luhurnya dengan kata-kata tegas dan jelas seperti berikut:
"DUKKHANCEVA PANNAPEMI, DUKKHASSA CA NIRODHAM" yang berarti
"Hanya tentang Derita yang Ku-tunjukkan, serta Penghentiannya".
Dengan demikian jelas bahwa dunia Sang Buddha adalah dunia hidup
berindera dan dalam dunia mana adanya soal Derita. Dalam duniadunia
lain, yaitu dunia-dunia yang murni lahiriah yang menjadi
bidangnya ilmu pengetahuan ilmiah, tidak terdapat sesuatu ajaran
yang langsung mengolah tentang pembebasan, sebab melalui duniadunia
tersebut tidak akan tercapai kebijaksanaan tertinggi ataupun
pembebasan dari penderitaan.
Seni si tukang-kayu harus diwujudkan dalam bentuk kayu, seni si
pandai besi harus diwujudkan dalam logam-logam; demikian pula seni
sang yogin si tukang-kebijaksanaan yang membebaskan harus
diwujudkan dalam pikiran. Pikiran adalah bahannya, dan untuk
mencapai tujuannya pikiranlah yang harus dimengerti dan ditempanya,
sebab pikiranlah yang menderita dan pikiranlah yang memerlukan
pembebasan.
Segala benda-benda dunia luar dikenal manusia hanya secara tak
langsung. Hanya pikiran, sang dunia 'dalam', yang dialaminya dengan
langsung. Hanya dalam pikiran kita dapat berhadapan muka dengan
muka dengan 'kesejatian'. Dan pengetahuan tentang kesejatian tidak
mungkin menjadi lengkap tanpa pengertian akan pikiran serta
perasaan, cerapan-indera, dan gagasan-gagasan. Dengan pengertian di
sini dimaksudkan 'Kebijaksanaan Khusus Yang Menembus' yang
diajarkan oleh Sang Pengenal Dunia (Sang Lokavindu) yang telah
menyelami dasar-dasar yang terdalam daripada samudera kehidupan.
Meditasi Pernafasan (ANAPANASATI)
2
Oleh karena kita tidak mengerti hakekat daripada benda-benda, maka
telah sedemikian lamanya, dan kinipun, kita terus mengembara
kehilangan akal, kebingungan, asing dalam dunia kita sendiri.
Sebenarnya pengembaraan di dalam diri kita itu tak mengetahui, tak
mengenal, tercengkeram kesedihan, tertipu oleh bentuk-bentuk, oleh
kesenangan-kesenangan indera yang sebentar menguap menghilang,
tertipu oleh apa yang kita kira kesejahteraan, kesemuanya itu
tidaklah lebih dari dan tidaklah lain dari Samsara, Roda Dumadi yang
menyakitkan. Maka dalam komentar-komentar atas Samyutta dikatakan:
"Di sinilah adanya Derita dan di sinilah adanya Surga".
Dan di sinilah di dalam pikiran ini adanya gelanggang untuk
berlatih (Yogabhumi). Di sinilah di dalam pikiran manusia dapat
melengkapi dirinya dengan latihan-latihan untuk memenangkan Sang
Pantai Aman, Sang Daerah Cahaya, Sang Damai Sempurna, yang terletak
di sebelah sananya kegelapan Laut-Badai si Mara. Untuk melepaskan
diri dari cengkeraman si Mara, Sang Maha Sempurna mengajarkan:
“Bermeditasilah, O para Bhikkhu, latihlah Meditasi, sebab dia yang
bermeditasi mengetahui sesuatu dengan sebenar-benarnya".
Pertama-tama, Meditasi adalah usaha yang membawa Ketenangan dengan
jalan memisahkan pikiran dari napsu-napsu dan konsepsi-konsepsi.
Oleh Tetua Nagasena pernah diujarkan kepada Raja Milinda. "Bila O
Maharaja, seseorang telah menghias dirinya dengan permata Meditasi
maka konsepsi-konsepsi pikiran dari kesenangan badaniah, kemarahan,
kekejaman, kesombongan, kesibukkan-kesibukkan, pengertian salah,
ketidakpercayaan, dan segala konsepsi-konsepsi palsu akan lari
pontang-panting, kucar-kacir serta berserak-serakan apabila mereka
harus berhadapan dengan saudara-kandung mereka itu".
Laksana benih teratai yang terpendam dalam lumpur di bawah
permukaan air sebuah danau, dalam kesunyian pelahan-pelahan ia
tumbuh menjulang ke atas mencapai cahaya dan udara. Demikianpun
benih kebijaksanaan pelahan-pelahan menembus Lumpur Skandha, iapun
tumbuh dalam tenangnya air Meditasi menjulang ke atas mencapai
cahaya pengertian dan hawa udara kebebasan.
Dengan menghancurkan pikiran yang menggelapkan, meditasi
menyediakan wadah yang sesuai untuk memulai usaha membangun
wawasan (Pandangan-terang, insight) yang menembus ke dalam keadaanMeditasi
Pernafasan (ANAPANASATI)
3
keadaan fenomena. Dengan meditasi akan dimenangkan suasana yang
serasi, yakni suasana 'dalam' untuk memperkembangkan garis pikiran
yang tak terpengaruh rasa menyenangi atau tak menyenangi, yang
mampu untuk menyelidiki 'Kesedemikianan' (thus-is-ness) daripada
benda-benda demi kemampuan melihat Kebenaran secara terang dan
sebenar-benarnya.
Bila orang sudah mampu melihat secara itu, maka tidak lagi akan
dirinya tergerak oleh getaran-getaran karmanya yang lampau.
Dirinya sudah menjadi 'Tuan dari Hidupnya'; Pandangan-terang telah
menjadi barang miliknya; dia adalah seperti seorang ahli kimia yang
sudah berhasil merubah logam rendah menjadi emas murni.
Sesungguhnya dilepaskannya sudah:
"Kodrat umur-tua demi Yang-Tak-Berumur.
Pembakaran demi Sejuk-nyamannya Damai,
Diam, hening, diam sudah diri-nya
Sebab penuh kemelekatannya pada itu semua".
Dari cara-cara meditasi yang diajarkan Sang Buddha, Anapanasati
(Kewaspadaan atas Pernapasan) adalah sebagai: 'Cara-hidup Para Ariya,
Jalan Terbaik, cara hidup Tathagata'. Selain itu disebut juga sebagai
'Yang Penuh-Damai, Yang Terpilih, Yang Tidak Ternodakan, Hidup
Bahagia' (santo ceva panito ca asecanako ca sukho ca viharo). Dapat
juga dikatakan bahwa Meditasi ini dapat segera melenyapkan setiap
kejahatan dan kebodohan pikiran yang mungkin timbul (uppannuppane
ca papake akusale dhamme thanaso antaradhapeti). Meditasi ini
berganda-16, dan terdiri dari 4 Kebangkitan Kewaspadaan yang
merupakan satu-satunya jalan untuk mencapai 'Yang Tertinggi Itu'.
Pengungkapan methoda meditasi ini diatur dan disusun oleh seorang
yang ahli bukan saja dalam sejarah meditasi tetapi yang telah lama
pula menyelami pelaksanaannya. Segala perincian yang dibutuhkan
seorang yang baru mulai berlatih meditasi, diterangkan dengan
selengkapnya. Kitab ini penuh dengan petunjuk-petunjuk hidup
sederhana, kuat dan langsung. Kitab ini membakar semangat serta
membangun selera untuk melaksanakan meditasi berikut 'hidup lebih
tinggi' yang indah murni dalam segala segi-seginya, dan yang
terpisah dari 'hidup rendah' yang melulu duniawi.
Meditasi Pernafasan (ANAPANASATI)
4
Di banyak negara-negara baik di Timur maupun di Barat 'Gudang
Hukum Panen Lebat' ini telah menabur benih-benih dalam banyak benak
hati. Semoga benih-benih itu berakar memenuhi tujuannya dalam
bentuk Buah yang baik. Buku ini tergolong yang mudah dimengerti dan
ditangkap, dan pada zaman modern kita ini, telah membawakan Sang
Ajaran Murni ke seluruh sudut dunia. Sungguh melapangkan hati
untuk mengetahui bahwa usaha bernilai ini sedang 'tour' mengelilingi
dunia melalui cetakan ini, berbareng menyebarkan Berkah dan Kurnia
dari Sang Ajaran yang memperkuat, menghibur, serta memimpin dengan
bijaksana.
Kepada mereka yang bercita-cita tinggi, biarlah kitab ini membukakan
kata-kata murni dari Sang Buddha (Pavacana) tergenggam satu-satunya
Jalan yang benar dan efektif untuk keluar dari kesedihan dan
mencapai kebahagiaan dari cekikan kebencian dan mencapai kebebasan
serta cinta kasih, dari ketakutan dan mara-bahaya dan mencapai
sejahtera sempurna.
Kiranya tidaklah terlalu berkelebihan untuk berharap agar para
pembaca, sesudah mengetahui akan hal ini, akan memperpadukan
perbuatan dan pikiran serta menegakkan semangat untuk mencapai
Kebajikan Sempurna, Meditasi, dan Kebijaksanaan. Semoga Sungai Hukum
Buddha nan Jernih ini selalu dan terus mengalir membawa manusia
menuju kemajuan senantiasa.
BHIKKHU SOMA THERA
Island Hermitage.
Dodanduwa, January 27,1943.
"Walau tujuan luhur: mementingkan tetanggamu,
Namun janganlah tujuanmu sendiri diabaikan;
Demi tujuanmu sendiri biarlah dalam dirimu
bergelora semangat bila tujuanmu dimengerti sudah".
(Dhammapada 166, terjemahan Soma Thera)
5
II
PENDAHULUAN ANAPANASATI
POKOK MEDITASI
Menurut Ajaran Sang Maha Buddha, ada 40 mata pokok Meditasi yang
diperuntukkan bekerjanya pikiran dalam membangun Ketenangan
melalui Jhana (Pencerapan). Ini adalah disebut Kamma-tthana, dan kata
'Thanam' (tempat, stasiun, landasan). Jadi, Kammatthana berarti
Landasan Perbuatan, dalam hal ini 'berbuat-bekerja meditasi' (Samadhi
-kamma).
JHANA
Jhana atau Pencerapan (Absorption) tidaklah sama dengan
autohypnotis. Dalam autohypnotis orang berada dalam keadaan
tertidur yang tak wajar yang disertai sedikit atau banyak ketidaksadaran,
sedangkan dalam Jhana pikiran mencapai puncaknya
kesadaran dan berada dalam keadaan terkonsentrir (terpusat).
SYARAT UNTUK BERHASILNYA MEDITASI
Dasar untuk berhasilnya pelaksanaan sebuah Kammatthana (yang satu
manapun yang dipilih dan 40 Pokok-pokok Meditasi) ialah Kebajikan
(virtues) yang harus terpelihara secara tekun. Kemurnian kebajikan
(sila-visuddhi) mutlak perlu untuk sukses pelaksanaan.
Orang harus lebih dulu mengikis habis kulit kayu sebelum dia bisa
mulai mempeliturnya mengkilat. Bahayanya pun ada sebab dalam
latihan-latihan Meditasi orang terbawa pada suatu ketinggian
menakjubkan dimana atmosfir yang halus menerima pikiran dan badan
yang halus pula.
Ketinggian yang menakjubkan itu hanya dapat didaki dengan aman
oleh calon-calon yang sudah berlatih dengan sempurna dan bertekun
dalam kebajikan. Tanpa dibekali apa yang disebut kebajikan maka agak
gegabah seseorang mulai berlatih meditasi ini.
Meditasi Pernafasan (ANAPANASATI)
6
(Dalam kitab Abhidhammattha Sangaha dan Visuddhimagga, meditasi ini
dikatakan dapat dilaksanakan setiap orang tanpa ada bahaya, Gayasih)
BERHENTI, BERBELOK, MELEPASKAN KEDUNIAWIAN
Apabila seorang telah mulai merasa muak dengan sifat yang
mengerikan dan tidak tentunya dunia yang mempermainkan dirinya dan
jika pada dirinya timbul hasrat hendak bebas, maka haruslah ia
berpaling pada Meditasi. Semakin yakin dirinya dengan mutlaknya
kebenaran Ajaran Sang Buddha, semakin cepat pula akan dirasakannya
betapa sia-sianya jalan keduniawian itu.
Disadarinya pula betapa sia-sianya mempergunakan waktu yang
berharga demi mengejar-ngejar rangsangan kesenangan badani seperti
seekor monyet yang gelisah. Kemudian tibalah pada dirinya saat mana
tidak lagi mungkin baginya untuk mengambil jalan lain. Kemudian
datanglah pengelepasan. Orang-orang duniawi mungkin akan
mengejeknya 'Satu hidup yang gagal' atau 'Satu intelek yang kucarkacir!'
Dalam pada itu teringatlah dia akan Sang Buddha, Kristus, dan guruguru
besar lain yang pernah diejek dengan kata-kata 'orang-gila, si
dungu, si aneh' oleh orang-orang munafik yang melulu duniawi. Tetapi
tak lagi diindahkannya ejekan, dan tak lama kemudian diapun
mengerti bahwa lawakan yang rendah adalah buah dan watak yang
rendah dan kasar. Caci-maki si dungu berbalik menjadi nama baik
orang yang bijak. Maka diapun menegakkan tekadnya untuk mencapai
Yang Tertinggi Itu.
PENGOTORAN DAN PEMURNIAN
Dharma mengajarkan bahwa pikiran itu bersih pada saat kelahiran dan
kemudiannya ternoda oleh pemikiran-pemikiran yang berlandaskan
napsu, benci, dan hayal. Pemikiran-pemikiran yang kotor juga menodai
jasmani noda-noda itu tetap melekat walaupun pikiran-pikiran kotor
itu telah lama lenyap, seperti halnya daging busuk yang mengotori
kertas yang membungkusnya, kertas itu tetap kotor walaupun daging
busuk itu sudah dibuang. Kertas itu akan tercuci bersih oleh hujan,
angin dan matahari. Jasmani yang kotor itu akan tercuci bersih oleh
Meditasi Pernafasan (ANAPANASATI)
7
kedermawanan (dana), kebajikan (sila), dan Meditasi. Buahnya Meditasi
ialah Kebijaksanaan (Panna), dan benihnya Meditasi ialah Kebajikan
(sila).
Pertama-tama seorang yogavacara menegakkan tekad untuk mencapai
kebajikan (sila). Ia terkenang akan apa yang disabdakan Sang Maha
Sempurna tentang sila dan berusahalah dia untuk mencapainya.
Diingatkan bahwa Meditasi tanpa Sila tidaklah mungkin seperti tak
mungkinnya badan tanpa kepala, atau rumah tanpa fondasi. Rumah
mana akan rubuh terbalik jika sekali saja terlanda angin kencang.
Sila adalah dasar untuk memelihara semua perbuatan yang baik,
bahkan akar daripada segala kebaikan.
Dengan Sila tidaklah berarti dengan menghafal paritta-paritta atau
mentaati aturan-aturan saja. SILA adalah PENGWARNAAN PIKIRAN
AKIBAT KEHENDAK (cetana-cetasika). Sila timbul sebagai hasil dari
usaha menjaga pintu-pintu perkataan dan perbuatan. Usaha ini akan
menarik diri kita dari kekotoran dan berbareng mendorong kita ke
jurusan 'keadaan pikiran yang bersih dari napsu-napsu rendah'.
Inilah Sila sejati yang laksana kapal memungkinkan kita untuk
menjelajahi samudera kehidupan ini dengan aman dan sentosa.
Sila adalah Hujan yang memandamkan Api penyakit dari kehidupan.
Sila adalah Tangga Emas yang menjulang tinggi hinga ke Surga.
Sila adalah Cap daripada Harta Hyperkosmis-nya sekalian Arahat.
Sila adalah Mantra tiada taranya dan harus dilindungi.
Sila adalah Batu Karang yang kokoh tak-tergoyahkan dengan tak
henti-hentinya memancar cinta-kasih dan kasih-sayang.
Sila adalah Pohon Seribu Abad yang berbuah kehormatan nan luhur.
Sila adalah Buket Bunga yang menarik lebah madu penyanjungan.
Di antara perhiasan-perhiasan, sila adalah Maha Penghias. Di antara
wewangian-wewangian, sila adalah Yang Terharum. sila adalah Teratai
Maha Indah yang memperindahkan Danau Buddha.
Dia yang memiliki Sila akan terus menjulang tinggi, tak pernah dia
menurun pada keadaan yang lebih rendah, sebab dirinya telah berdiam
dalam Benteng yang tak terserang lagi oleh Kilesa.
Seperti halnya seluruh dunia mempersembahkan harta di bawah
kakinya seorang penakluk, Sang Bunda Sila yang dipersuburkan oleh
Meditasi Pernafasan (ANAPANASATI)
8
Meditasi memenangkan, menganugerahkan kekuatan harumnya meditasi
kepada sang yogavacara. Dengan Sila sebagai Perisai sang yogavacara
memukul mundur semua musuh-musuhnya: keserakahan, napsu-napsu
rendah, kekejaman, kekuasaan, kesombongan. Tidaklah ia bergaul dengan
orang-orang yang congkak kosong melompong dan orang-orang yang
tidak memiliki kewaspadaan. Selalu akan ingat bahwa ia mencari
KUSALA EKAGATA CITTA, maka bertemanlah ia dengan orang-orang yang
lemah-lembut dan penuh dengan kewaspadaan.
BAGIAN DARI POKOK MEDITASI
Dari 40 Kammatthana yang diajarkan Sang Buddha:
10 adalah terdiri dari alat-alat atau cara-cara yang disebut Kasina.
10 adalah tergolong pada Anussati (Mengenang kembali), dan
Anapanasati adalah yang terakhir dalam golongan kammatthana ini.
10 adalah tergolong pada Asubha (kekotoran) atau mayat-mayat dalam
berbagai-bagai taraf pembusukan.
4 Keadaan Yang Luhur (Brahmavihara) yaitu terdiri dan Metta, Karuna,
Mudita, dan Uppekha
1 Penggagasan yaitu persepsi atas jijiknya makanan (Ahara Patikula
Sanna)
dan yang terakhir
1 Analisa akan segala sesuatu sehingga sampai kepada 'yang terakhir'
yaitu Empat Maha Unsur (Eatuelhatuvavatthana)
4 Arupajhana
MEMPERSATUKAN KESADARAN
Berlatih salah satu Kammatthana tersebut akan menghasilkan
pemusatan pikiran (konsentrasi) sedikit banyaknya sesuai usaha
seseorang. Abu tertiup berhamburan oleh angin tetapi kalau air
disiramkan atas abu itu maka abu basah itu tidak lagi akan tertiup
berhamburan. Sang yogavacara menyiramkan air suatu Kammatthana
atas 'abu' pikirannya dan mencapai suatu ukuran dan konsentrasi
pemikiran yang bersih, tergantung atas mutu air, cara
pelaksanaannya, dan mutu abu itu sendiri.
Meditasi Pernafasan (ANAPANASATI)
9
PERUMPAMAAN ANAK SAPI LIAR
Oleh karena manusia telah lama melekat pada indera-indera dan
benda-benda keinderaan, maka tidak mudah untuk dapat mengendalikan
pikiran dengan suatu Kammatthana. Soal ini akan menjadi lebih jelas
dengan sebuah perumpamaan. Misalnya menjinakkan seekor anak sapi
liar: Orang memisahkan anak sapi yang liar dari induknya, hutannya
dan tempat makan-minumnya yang biasa. Diikatnya anak sapi yang
berontak-rontak hendak meloloskan diri; kemudian ia menjadi lemah
kelelahan dan lama kelamaan tali yang mengikatnya semakin memendek
sehingga terpaksa ia duduk kepayahan di samping tonggak dimana tali
itu terikat. Demikian pula si yogavacara memisahkan dirinya dari
rumah dan kebiasaan hidupnya yang manja, lalu pergi ke suatu tempat
yang sepi dan sunyi. Diikatnya dengan 'tali' kewaspadaan, kepada
'tonggak' Kammatthana yang dipilihnya; berangsur-angsur pikirannya
yang berontak menjadi teduh dan dapat dikendalikan. Dengan pelahanpelahan
memperkuat kewaspadaan dicapainya pemusatan pikiran.
PERBEDAAN ANTARA PRAKTEK HINDU DAN BUDDHIS
Perlu dimengerti bahwa Meditasi Buddhis Anapanasati yang
berlandaskan napas bukan 'latihan napas'. Tujuannya bukan untuk
memperbesarkan otot atau membangun kekuatan badan. Meditasi ini
tidak sama dengan 'senam napas' yang diajarkan dalam Pranayama Yoga.
Raja dan Hatha Yoga dilatih dengan tujuan membangkitkan kewaskitaan
(clairvoyance) dan apa yang diperkirakan penunggalan dengan Makhluk
Agung, dsb. Untuk suksesnya latihan ini diperlukan pelaksanaan
syarat seperti 'frebum-linguae' (lipatan lendir di bawah lidah) harus
dipotong dan susu lidah dipencet keluar. Atau proses-proses lain
yang serupa. Syarat permulaan ini penting untuk berhasilnya suatu
praktek sistem Yoga.
Walaupun hasil-hasil yang dicapai para Yogi Hindu (yang berhayal
akan Jiwa Agung dan Jiwa Perorangan) itu tinggi, namun hasil-hasil
itu bersifat duniawi (mundane). Hasil yang sama dalam hal kemampuan
luar biasa (supernormal faculty) dan dalam hal penciptaan fenomena
juga dicapai oleh seorang Buddhis tetapi diterimanya selaku 'hadiah
sambilan' yang insidentiil atau sebagai sesuatu yang tidak penting.
Meditasi Pernafasan (ANAPANASATI)
10
Hasil-hasil mana sudah akan diterimanya dalam Tingkat-Empat
latihan Anapanasati ini dan hasil-hasil itupun dicapainya tanpa
hidup bertapa yang ketat ataupun siksaan-siksaan badaniah apapun.
Orang Buddhis diajar untuk tidak menghiraukan peristiwa-peristiwa
yang tidak penting itu sebab tujuannya terletak di sebelah sana
segala 'permainan-permainan' itu; tujuannya tercapai apabila dia
sudah menyelesaikan dengan baik 4 Tingkat yang lebih tinggi lagi
daripada Kammatthana ini (yakni Tingkat 5-8) yang akan membawanya
kepada Sang Lokuttara (Sang Ultra-duniawi, the Supra-mundane) yang
dalam kitab-kitab terpujikan: "Dari raja-raja lebih agung, dari dewadewa
lebih bahagia, kegilaan akan kehidupan berhenti sudah".
Meditasi Buddhis melarang segala macam pernapasan yang tak wajar.
Pernapasan harus tidak dipaksakan atau ditahan secara apapun juga.
Orang hanya diminta untuk memperhatikan napas serta perubahanperubahannya
sehingga tercapai pikiran yang terpusat (konsentrasi).
UNTUK SIAPA LATIHAN INI DIANJURKAN
Anapanasati atau Perhatian atas tarikan dan pengeluaran napas
adalah suatu proses yang dianjurkan untuk orang-orang yang
wataknya tumpul (mohacarita) dan juga untuk orang-orang berwatak
cendekia (vitakka-carita).
Dengan 'watak tumpul' di sini dimaksudkan pikiran yang tak bisa
menghargai bekerjanya Sebab dan Akibat dalam bidang moral
(kesusilaan) meskipun dalam hal-hal lain pikiran itu memiliki
kecerdasan luar biasa. Seperti disabdakan Sang Maha Terberkah:
"Bhikkhu, Tathagata tidak mengajarkan Anapanasati kepada orangorang
yang pikirannya suram, si dungu" (Naham bhikkhave
muthassatissa asampajanassa anapanasati bhavanam vadami).
Sesungguhnya, Kammatthana manapun juga tidak mungkin dapat
dilaksanakan dengan berhasil baik tanpa sedikit-banyak kecerdasan
akal dan penembusan dan anapanasati adalah terkenal sebagai
'Meditasi Pilihan Para Buddha'. Dapat pula dilihat Bahwa Anapanasati
adalah Kammatthana kesayangan Para Paccekabuddha. Para Arahat pun
menyebutnya 'Penunjang khusus atau tanah subur mereka di tengahtengah
tandusnya gurun-pasir'.
Meditasi Pernafasan (ANAPANASATI)
11
Sebenarnya tanpa Meditasi tidak akan ada Kebijaksanaan tetapi tanpa
kebijaksanaan tidak akan ada Meditasi dalam artikata yang sebenarbenarnya.
Lebih-lebih akan hal ini dirasakan dalam latihan-latihan
Anapanasati yang objeknya sesuatu yang tak mantap dan mudah sekali
menghilang. Semakin maju semakin sukar sebab objeknya yaitu napas
bertambah lama bertambah halus hingga sampai pada titik hampir
menghilang. Bagi orang yang baru berlatih dan belum berpengalaman
dalam meditasi, hal ini akan sangat membingungkan. Seperti sepotong
kain sutera yang halus, jika akan dijahit maka jarum yang digunakan
harus halus dan tajam ujungnya. Anapanasati adalah 'kain sutera' itu,
pikiran adalah 'jarum' itu dan kecendekiaan menembus adalah ujung
'mata jarum' itu.
12
III
ISYARAT DAN RINGKASAN
TEMPAT YANG SESUAI UNTUK BERLATIH MEDITASI INI
Suara ribut dan bunyi-bunyi adalah sangat bertentangan dengan
Anapanasati. Ribut-ribut mengganggu dan menggelisahkan pikiran
yang telah terlatih dan terkekang. Maka itu jauhkanlah diri dari
tempat-tempat yang biasa digunakan sehari-hari. Tempat yang sunyi
dalam hutan sangat cocok untuk berlatih. Kitab-kitab menganjurkan
tiga macam tempat yang sesuai untuk berlatih meditasi ini:
1. Hutan, kira-kira seribu langkah dari dalamnya hutan,
2. Di bawah pohon yang rimbun di tempat yang sunyi,
3. Tempat-tempat yang sepi seperti di gunung, lembah yang
terlindung, gua batu, perkuburan, rimba, padang rumput, dsb.
Hutan adalah yang paling sesuai untuk musim panas, untuk orangorang
yang tenang dan orang-orang yang wataknya tumpul yakni
orang-orang yang belum mengerti atau menghargai bekerjanya hukum
Sebab dan Akibat dalam lapangan moral. Tempat di bawah pohon rimbun
adalah terbaik bagi orang-orang yang gelisah atau yang wataknya
pemarah (dosacarita). Tempat sepi yang terlindung dari hujan sangat
menguntungkan bagi orang-orang yang perasaannya halus dan juga
bagi orang-orang yang gugup dan tak mantap, orang-orang yang
periang dan orang-orang yang berwatak kehawa-napsuan (ragacarita).
SIKAP DUDUK DALAM MEDITASI INI
Kaki kiri disilang di atas paha kanan dan kaki kanan di atas paha
kiri; sikap duduk dengan salah satu paha sedikit membengkok sebab
saling mengikat (urubandha asana) adalah paling disenangi para Kuno
di zaman dahulu. Kalau sudah menjadi biasa sikap duduk ini amat kuat
dan dapat dipertahankan dengan lama dengan punggung tegak lurus
dan pernapasan tidak terhalang. Kalau sudah menjadi biasa sikap ini
bahkan akan amat menyenangkan.
Meditasi Pernafasan (ANAPANASATI)
13
CARA MENGATASI KESULITAN-KESULITAN DALAM LATIHAN
Dalam latihan-latihan Meditasi ini mungkin akan timbul kesulitankesulitan
yang dapat ditanggulangi dengan cara-cara seperti berikut:
1. Dengan mempelajari kesulitan-kesulitan itu (uggaha).
2. Bertanya tentang apa yang tak dimengerti (paripuccha).
3. Merenungkan Tanda atau Objek dari Meditasi (upatthana).
4. Mengalami Jhana penuh (appana).
5. Merenungkan sifat-sifat dari pokok Meditasi dan mengenali
taraf-taraf latihan melalui apa yang dialami (lakhana).
IKHTISAR DARI LATIHAN-LATIHAN
Pelaksanaan latihan Meditasi Anapanasati ini adalah terdiri dari
delapan tingkat, yaitu:
1. Menghitung Masuk dan Keluarnya Napas (ganana)
2. Mengikuti Napas dan Pikiran (anubandhana)
3. Kewaspadaan atas Sentuhan Napas di pintu hidung (phusana)
4. Menempatkan Pikiran atas Objek Meditasi (thapana)
5. Menyadari Sifat Tak-tetap Napas (sallakkhana)
6. Penyadaran Sang Jalan (vivatta)
7. Penyadaran akan Pembuahan (parisuddhi)
8. Refleksi: Melihat kesemuanya berulang-ulang (patipassana)
Buku ini tidak bermaksud hendak mengolah 4 Tingkat yang belakangan
dan Latihan Meditasi Anapanasati (yaitu Tingkat 5-8). Tiap tingkat
membawa pada tingkat berikutnya dan sesudahnya menyempurnakan
Tingkat IV sang yogavacara menjadi 'Seorang Yang Telah Mencapai
Tinggi' sebab ia telah mencapai keadaan luhur daripada JHANA dan
dengan demikian mampu 'menghasilkan fenomena-fenomena yang
berkekuatan' bilamana dan kapan saja kehendakinya.
Kemajuan lebih lanjut dalam Empat Tingkat lebih tinggi akan
memimpinnya pada Kearahatan dan Keheningan Nirwana. Empat tingkat
lebih tinggi itu adalah berurusan dengan Sang Jalan (Magga) dan
murni Ultra-duniawi (ultra-mundano). Si yogavacara akan merasa
bahwa usahanya dalam mencapai Yang-Ultra-Duniawi akan lebih
berbuah kalau lebih dulu dia memperkembangkan diri dan mencapai
setinggi mungkin 'yang-duniawi' (the mundano), atau dengan perkataan
lain, kalau lebih dulu dia menyempurnakan dan mencapai setinggi
Meditasi Pernafasan (ANAPANASATI)
14
mungkin hasil daripada latihan-latihan Empat Pertama Meditasi
Anapanasati ini.
Para ahli dimensi keempat yang sangat dikejar-kejar tetapi yang amat
membigungkan, bisa mencapai Yang-Ultra-Duniawi kalau kepada mereka
ditunjukkan, lalu dimengerti cara serta jalannya dan kalau mereka
mengerti pula betapa sia-sianya 'yang duniawi' itu.
15
IV
MULAI BEKERJA
CARA MULAI
Sesudah makan dan istirahat untuk menghilangkan rasa mengantuk,
sesudah membersihkan badan, rambut, kuku, kumis, sesudah menukar
pakaian bersih, setelah membelakangkan pikiran-pikiran yang
mengganggu antara lain: perniagaan, penyakit, keluarga, kekuatiran,
keraguan maka pergilah si yogavacara menyendiri ke tempat yang
telah dipilihnya dan duduklah ia menghadap ke Timur: dikirimnya
itikad-baiknya (metta) kepada semua makhluk-makhluk; yang tinggi dan
yang rendah, yang besar dan kecil, yang jauh dan dekat, yang
kelihatan dan tak-kelihatan. Dijauhkannya rasa sombong dan
kehayalan, dengan penuh rasa cinta kasih, tenang, yakin dan bakti
direnungkannya tentang Sang Trimustika, yaitu Sang Maha Terberkah,
Hukum Hyperkosmis, Himpunan Para Arahat lalu masuklah ia ke dalam
Perlindungannya.
MENGENANG PERINCIAN LATIHAN
Kini diingatnya kembali semua yang telah dipelajarinya tentang
latihan latihan Anapanasati—keagungannya, kebesarannya, tingkattingkatnya
dan hasil-hasil yang akan dicapainya. Diingatnya apa yag
disabdakan Sang Maha Terberkah mengenai pelaksanaan latihanlatihan
ini: "O Bhikkhu-Bhikkhu jika seseorang yang telah diterima ke
dalam Persaudaraan ini, karena takut akan proses kehidupan, lalu
berlatihlah ia Anapanasati untuk jangka waktu yang singkatpun, maka
O Bhikkhu-Bhikkhu, dia sudah berdiam dalam meditasi, ia sudah
berbuat sesuai ajaran kuno yang baik, ia telah menjalankan apa yang
telah dijalankan Tathagata, dia sudah memakan 'buah yang baik'—jika
demikian besarnya berkahnya bila dilaksanakan dalam jangka waktu
singkat, maka betapa besar-berkahnya bila dilaksanakan dalam jangka
waktu yang panjang".
Meditasi Pernafasan (ANAPANASATI)
16
OBJEK PENDAHULUAN DARI PADA MEDITASI
Walaupun si yogavacara bermeditasi atas pernapasan dengan
memperhatikan cepat atau perlahan, panjang atau pendeknya napas,
namun yang menjadi Objek Pendahuluan (Parikama Nimitta) adalah
Pintu-Hidung, yakni di antara ujung hidung dan bibir atas. Pada
pintu-hidung inilah dirasakannya 'pukulan' daripada napas dan pada
itulah dia memutuskan perhatiannya.
17
V
ANAPANASATI TINGKAT I
(MENGHITUNG TARIK NAFAS)
Dalam tingkat ini latihan mulai dihubungkan dengan hitungan. Dalam
bathinnya si yogavacara menghitung 'satu' ketika ia menarik napas,
'dua' ketika ia mengeluarkan napas dsb. Janganlah dia menghitung
kurang dari lima, atau lebih dari sepuluh. Hendaknya ia memilih satu
seri hitungan tertentu, yaitu di antara 5 dan 10 seri hitungan yang
mana harus dipergunakannya seterusnya. Setelah sampai pada ujung
seri hitungan yang dipilihnya, dia mulai lagi dari 'satu', dan
seterusnya.
HITUNGAN PAK TANI
Hitungan yang kurang dari 5 akan mengganggu sebab di situ tak
terdapat cukup ruang antara satu seri hitungan dengan seri
berikutnya, seperti menghitung banyak sapi-sapi dalam kandang yang
kecil. Sedangkan hitungan yang lebih dari 10 akan mengalihkan
perhatian dari napas kepada hitungan itu sendiri. Sebaliknya kalau
si yogavacara tidak berpegang pada satu seri hitungan tertentu maka
pikirannya akan dirongrong keraguan.
Pada tahap permulaan biarlah hitungan itu terjadi pada setiap
ujungnya napas, yaitu dengan mencatat dalam bathinnya 'satu' di
ujungnya tarikan napas, 'dua' di ujungnya pengeluaran napas dst,
seperti seorang petani yang menghitung takaran beras setiap kali ia
menuangkan isinya barulah ia menghitung.
HITUNGAN GEMBALA SAPI
Kemudian, setelah mahir dengan cara hitungan di atas, kini biarlah
hitungan itu terjadi pada permulaan tiap tarikan dan pengeluaran
napas. Seperti seorang gembala menghitung sapi-sapinya ketika sapisapi
itu memasuki atau keluar dari kandang. Untuk pelaksanaan ini si
yogavacara berkonsentrasi atas Pintu Hidungnya (dvara) dan di
Meditasi Pernafasan (ANAPANASATI)
18
sanalah dia menghitung, kenapa harus demikian? Sebab dalam tahap
ini kalau dia mengikuti napas terlalu ke dalam/jauh pikirannya akan
berbelok oleh spekulasi atas proses lahiriah daripada pernapasan dan
dengan demikian gagallah latihan itu.
Dengan demikian, dalam tahap pendahuluan ini hendaklah si
yogavacara berkonsentrasi pada Pintu-Hidungnya, hanya di situ saja,
terus-terus sampai sempurna, sebab di sinilah permulaan dari
latihan-latihan tanpa hitungan yang akan menyusul.
BERAPA LAMA BERLATIH DENGAN HITUNGAN
Beberapa lamakah harus si yogavacara berlatih dengan memakai
hitungan? Dia harus berlatih demikian lamanya sehingga tanpa
bantuan hitungan dia bisa berkonsentrasi pada napasnya. Berapa lama
latihan ini harus diteruskan adalah tergantung sepenuhnya pada si
yogavacara sendiri—mungkin dalam beberapa menit, jam, hari, atau
berapa tahun pun.
JANGANLAH NAPAS DIHALANG-HALANGI
Baik dalam tahap ini maupun dalam tahap-tahap yang lalu, janganlah
pernapasan dibuat-buat, dipaksa-paksakan, ataupun ditahan-tahan.
Dengan seri hitungan yang kedua ini napas akan menjadi cepat dengan
sewajarnya. CATATLAH DALAM BATHIN MENCEPAT ATAU MELAMBATNYA
NAPAS ITU SAJA.
19
VI
ANAPANASATI TINGKAT II
(AYUNAN NAFAS)
Bilamana si yogavacara sudah dapat memusatkan pikirannya atas
napas tanpa bantuan hitungan, maka tibalah dia pada Tingkat II ini.
Kini hitungan dikesampingkan dan si yogavacara memusatkan
perhatiannya pada napas.
Tetapi pikirannya masih mungkin berkeliaran, apalagi sekarang
hitungan tidak lagi membantunya. Maka itu haruslah dia menujukan
pikirannya pada napas mulai dari titik permulaan melalui
pertengahan sampai ke ujungnya napas dan kembali lagi. Ini harus
dilatihnya terus sampai sempurna. Tingkat ini adalah bertalian
dengan bagian pertama dari Tingkat I dimana napas diikuti tetapi di
sini tanpa catatan hitungan di kedua ujungnya.
PERUMPAMAAN SI-PINCANG DAN AYUNAN
Seorang pincang membuatkan anaknya sebuah ayunan yang tempat
duduknya persegi empat. Ketika ayunan itu diayunkannya dan lewat di
hadapannya, dengan mudah dapat dilihatnya mula-mula bagian depan
dari ayunan itu. Dengan demikian diikutinya satu 'ayunan lengkap'.
Demikian juga si yogavacara yang duduk teguh dalam meditasi,
diikutinya 'ayunan lengkap' daripada napasnya yang terdiri dari
titik-permulaan, pertengahan, dan titik ujung dan kemudian melalui
pertengahan kembali pula ke titik permulaan. Bilamana perhatiannya
atas tiga tahap napas itu sudah menjadi otomatis maka selesailah
latihan Tingkat Dua ini.
20
VII
ANAPANASATI TINGKAT III
(KONSENTRASI PADA SENTUHAN NAFAS)
Tingkat ini adalah bertalian dengan bagian latihan hitungan di
Tingkat I. Sekarang perhatian dititik-pusatkan atas kontak atau
sentuhan napas di pintu-hidung dan kali inipun si yogavacara
berkonsentrasi pada napas yang sedang memasuki atau meninggalkan
pintu-hidung. Misalnya, seorang penjaga pintu kota yang
memperhatikan orang-orang yang masuk keluar kota tetapi tidak
menghiraukan ke mana mereka pergi setelah mereka lewat dari pintu
kota.
Pikiran tidak diizinkan untuk mengikuti jalannya pernapasan. Hanya
sentuhan napas di pintu-hidung atau pintu-hidung itu sendiri yang
dijadikan Objek pada konsentrasi. Si yogavacara mencatat keluar dan
masuknya napas di 'pintu' tersebut, tetapi walaupun ia tidak
berkonsentrasi pada napas namun secara otomatis ia menyadari juga
akan titik pertengahan dan titik ujungnya napas. Penyadaran yang
otomatis atas 'ayunan lengkap' daripada napas walaupun ia
berkonsentrasi atas pintu-hidung adalah 'buah sempurna' atau hasil
daripada latihan-latihan yang sudah terlaksana dengan baik dalam
Tingkat Dua.
PERUMPAMAAN SI TUKANG GERGAJI
Contoh: Latihan ini diumpamakan dengan seorang yang menggergaji
sebatang balok di atas tanah yang rata. Perhatiannya tertuju pada
gigi-gigi gergaji yang memotong balok itu. Meskipun dia menyadarinya
tetapi tidaklah dia memperhatikan gigi-gigi gergaji yang bergerak
menuju balok itu ataupun yang bergerak dari balok itu. Dengan
demikian dapatlah dilihat 'usaha yang bertenaga' padhana yaitu aksi
pemotongan balok. Kerja (payoga) daripada si penggergaji ialah apa
yang tercapai dengan penggergajian itu.
Meditasi Pernafasan (ANAPANASATI)
21
Seperti si penggergaji adalah si yogavacara. Seperti balok di atas
tanah rata yang mempermudah penggergajian adalah pintu hidung
selaku objek pembantu (upannibandhana nimitta). Seperti gigi gergaji
adalah Napas. Seperti si penggergaji memperhatikan gigi gergaji yang
sedang memotong balok, begitupun si yogavacara memperhatikan
sentuhan napas di pintu hidungnya. Si penggergaji menyadari
bergeraknya gigi gergaji dari dan ke balok tetapi tidak
menghiraukannya; demikian juga si yogavacara menyadari masuk dan
keluarnya napas dari dan ke pintu-hidung tetapi tidak melayaninya.
Seperti aksi pemotongan balok itu adalah tenaga jasmaniah dan
bathiniannya si yogavacara. Seperti tercapainya hasil kerja dari si
penggergaji demikianpun tercapainya penghancuran napsu-napsu
rendah serta berkurangnya konsepsi-konsepsi pemikiran keliru
daripada sang yogavacara.
Proses lenyapnya napsu-napsu rendah dan berkurangnya konsepsikonsepsi
pemikiran akan selesai setelah si yogavacara melaksanakan
dengan baik latihan-latihan dalam Tingkat IV. Tegasnya proses itu
adalah tertindasnya rintangan-rintangan yang disebut Nivarana,
yaitu yang mencakup napsu-napsu kesenangan badani (kesenangan
keinderaan), kemarahan, kemalasan, kelengahan, kesibuk-kesibukan,
keruwetan-pikiran, dan ketidak-yakinan. Singkatnya kesemuanya itu
menunjukkan pada tercapainya Jhana atau keadaan daripada Jhana.
MANFAATNYA LATIHAN
Keuntungan lain yang masih akan diterima sang yogavacara ialah
penghancur leburan 'Sepuluh Belenggu' (Sannojana) melalui methoda
Jalan pemurnian. Ini akan terjadi dalam kemajuan-kemajuan latihan
dalam Empat Tingkat yang lebih tinggi dari Meditasi ini dan secara
mutlak tercapai dalam Tingkat Akhir (Tingkat VIII) dalam mana si
yogavacara akan mengalami rasa Nikmatnya Pembebasan (Vimutti-sukha).
Tetapi jauh sebelum keuntungan itu dapat dipetiknya, latihan-latihan
dan praktek-prakteknya sudah sempurna. Pikirannya tidak lagi
tertuju pada napas atau pintu hidung. Pikiran telah hening dalam
Jhana. Kesegaran serta Kekuatan Halus yang tak tercatat sedikitpun
telah hadir. Hanya Keuntungan (Visesa) yang menunggu untuk dipetik.
22
VIII
TANDA ATAU OBYEK YANG TIMBUL DALAM LATIHAN MEDITASI
MENGHILANGNYA TANDA ATAU OBYEK
Perbedaan Anapanasati dengan kammatthana-kammatthana lain ialah
dalam kammatthana-kammatthana lain obyek atau tanda meditasi
(Nimitta) semakin lama menjadi semakin jelas, tetapi dalam Anapanasati
obyeknya yaitu napas bertambah lama bertambah samar. Perubahan ini
(yaitu penghalusan napas) tidak terjadi sekaligus atau secara
mendadak.
Seorang yang lemah dan lelah menjatuhkan diri di atas kursi dan
kursi itupun memenjot serta mengeluarkan bunyi. Sebaliknya seorang
yang sehat dan segar akan duduk dengan pelahan sehingga kursi itu
tidak akan memenjot ataupun berbunyi.
Oleh karena itu sang yogavacara sudah melatih badan dan pikirannya
dalam meditasi dan Sila yang sempurna sehingga mencapai suatu
keadaan yang murni dan 'ringan', maka dengan lemah gemulai dia
'meluncur' pada pernapasan yang semakin lama semakin menghalus.
Perubahan-perubahan ini terus-menerus disadarinya hingga pada
suatu ketika dia tidak lagi mengetahui apakah dia masih bernapas
atau tidak. Kesemuanya ini terjadi dengan sedemikian halusnya
sehingga tidak mungkin baginya untuk mengetahui dengan tepat saat
mana dia telah memasuki tingkat meditasi berikutnya yang lebih
tinggi.
APA YANG HARUS DIPERBUAT BILA TANDA ITU MENGHILANG
Sampai di sini Jhana masih belum juga dimenangkan dan hendaknya
latihan-latihan jangan dikendorkan. Hendaknya si yogavacara
merenungkan: "Siapakah yang tak bernapas Ini? Siapakah yang
bernapas itu? Di manakah napas itu sekarang?"
"Bayi dalam kandungan tidak bernapas. Orang yang terlelap dalam
cairan tidak dapat bernapas. Orang dalam keadaan tercekik lemas
tidak bernapas. Dalam keadaan Jhana Ke-IV terdapatlah berhentinya
Meditasi Pernafasan (ANAPANASATI)
23
napas. Makhluk-makhluk surga, baik yang berbentuk maupun yang takberbentuk,
tidak bernapas, demikian pula para Arahat dalam keadaan
Nirodha Samapatti".
Lalu ditegaskannya kepada dirinya sendiri: "Tetapi kamu (dirinya
sendiri) tidak berada dalam salah satu keadaan itu, maka itu kamu
mempunyai napas. Akan tetapi oleh karena masih kurang murni maka
kamu tidak bisa menyadari napas yang sudah menghalus".
TERARAH PADA PIKIRAN YANG TUNGGAL
Pemikiran atas tarikan napas adalah satu pemikiran dan pemikiran
atas keluarnya napas adalah satu pemikiran yang lain dan pemikiran
atas pintu hidung adalah satu pemikiran yang lain pula. Ketiga
pemikiran itu diperlukan selaku pembantu dalam mencapai Meditasi
Pendekatan (Upacara Samadhi) atau Jhana-penuh. Tetapi tiga pemikiran
tidak condong pada konsentrasi, sedangkan 'satu' pemikiran tidak
mungkin menjadikan Anapasati ('Ana'—tarikan-napas; 'Apana'—
pengeluaran-napas) yang merupakan dasar daripada Meditasi ini. Jadi,
sesudah pernapasan sekarang tampaknya seakan-akan sudah berhenti
maka 'tiga pemikiran' itu diperpadukan sedemikian rupa sehingga
manjadi 'satu' dan meditasipun akan menuju kearah tercapainya apa
yang disebut 'Gambar Pantulan' (Patibhaga Nimitta).
PERUMPAMAAN PEMBAJAK YANG LELAH
Seorang petani membajak tanah di sawahnya, kemudian dia menjadi
letih, lalu dikendorkannya tali les sapi-sapinya dan berbaringlah
dia beristirahat kemudian dia tertidur. Ketika bangun didapatinya
sapi-sapinya sudah menghilang. Dia tidak membuang-buang waktu
mencari jejak-jejak sapi-sapinya tetapi pergilah ia langsung ke
tempat minum sapi-sapi itu sebab ia mengetahui mereka ada di sana.
Di sana ditemukannya sapi-sapi itu lalu diikatnya. Demikian juga si
yogavacara langsung pergi ke pintu hidungnya untuk menemukan
kembali Objek-meditasinya yang menghilang, dan dengan Sati sebagai
tali les, dan Penembusan sebagai cambuk, dengan gigih diperolehnya
kembali tujuan daripada napas yang seakan-akan berhenti.
Meditasi Pernafasan (ANAPANASATI)
24
TANDA YANG TIMBUL
Peristiwa napas yang tampaknya seakan-akan sudah berhenti adalah
sama dengan peristiwa Obyek Yang Timbul dalam halnya kammatthanakammatthana
lain. Walaupun si yogavacara sudah melampaui Obyekpendahuluannya
(Parikamma Nimitta) namun masihlah dia dalam
Meditasi Pendahuluan (Parikamma Samadhi). Obyek yang timbul ini
sekarang sudah dicapainya dan tidak berapa lama kemudian, mungkin
dalam beberapa hari, dia akan mencapai pula Gambar Pantulan Bathin,
pencapaian mana berarti permulaan daripada Tingkat berikutnya
yakni Tingkat IV.
25
IX
ANAPANASATI TINGKAT IV
(MENEMPATKAN PIKIRAN ATAS OBYEK DALAM PERNAFASAN)
BERBAGAI BENTUK PATIBHAGA NIMITTA
Dengan tercapainya Patibhaga Nimitta si yogavacara tiba ke tingkat
empat ini. Adapun Patibhaga Nimitta itu tiba tidak sama wujudnya
kepada semua orang. Pada sebagian orang peristiwa ini datang
disertai rasa gembira yang halus laksana halusnya sutera, atau
angin sepoi-sepoi yang nyaman menyenangkan. Para pengarang telah
coba mempersamakannya dengan: Cahaya bintang, batu permata bulat,
mutiara, kalung rantai perak, kalungan bunga teratai, bulan purnama,
matahari, dan lain-lain.
PERUMPAMAAN 'KHOTBAH'
Banyak siswa-siswa mendengarkan sebuah khotbah. Mereka kemudian
diminta pendapat masing-masing atas khotbah itu. Seorang siswa
teringat akan seluruh khotbah itu dan dipersamakannya dengan air
yang mengalir turun dari gunung sehubungan dengan mengalirnya
kata-kata dengan lancar dan tak terputus-putus. Siswa yang kedua
mengatakan bahwa dia terpesona oleh arti dan keindahan kata-kata
dari khotbah itu dan diperbandingkannya dengan pohon-pohon, buahbuahan
dan bunga-bunga yang indah. Siswa yang ketiga menyatakan
dirinya tertarik oleh persimpangan jalan pemikiran yang terbawa
dalam khotbah itu dan diibaratkannya seperti pohon besar yang
rimbun dengan dahan-dahannya yang lebat dengan bunga-bunga dan
buah-buah yang bermanfaat. Demikianlah caranya manusia 'mampu
mengenali' sesuatu, masing-masing sesuai dan sejalan dengan cahaya
pengertiannya sendiri.
Bilamana Patibhaga Nimitta dan Meditasi Pendekatan yang
menyertainya dimenangkan, maka si yogavacara telah melewati tahap
Meditasi Pendahuluan, tetapi masihlah dia berada dalam lingkungan
Meditasi Pernafasan (ANAPANASATI)
26
Rasa Badaniah (Kamavacara). Pada tahap ini hendaklah dia
menghubungi guru-meditasinya.
APA YANG HARUS DIJELASKAN SEORANG GURU: Aliran Digha Bhanaka
Berpegang bahwa seorang guru harus tidak lantas berkata: "Itulah
Patibhaga Nimitta!" Kenapa? Sebab si yogavacara akan berpikir bahwa
ia telah berhasil dan mengendorkan usahanya; sebaiknya sang guru
berkata: "Yah, ini telah terjadi, teruskanlah latihanmu". Sebaliknya
kalau sang guru berkata: "Apa yang kamu lihat itu bukan Patibhaga
Nimitta", maka si yogavacara akan berkecil hati dan hilang semangat
usahanya. Di lain pihak, aliran Majjhima Bhanaka tidak setuju dengan
cara itu sebab mereka berpendirian bahwa seorang guru harus
berkata: "Sobat, kamu telah memenangkan Patibhaga Nimitta, teruskan
usaha-usahamu dan yang lain-lainpun akan menyusul".
DALAM TARAP JHANA
Di sini si yogavacara berada dalam 'ayunan' yang akhir daripada
empat tingkat pertama Meditasi ini. Patibhaga Nimitta (Gambar
pantulan Bathin) itu sendiri sekarang menjadi Obyek dari Meditasinya,
bukan lagi pernapasan atau pintu-hidungnya. Dengan tercapainya
Patibhaga Nimitta dan Meditasi Pendekatan yang menyertainya, si
yogavacara telah dapat menindas untuk sementara Nivarana-Nivarana
(Perintang-Perintang Bathin) dan Tanha (napsu-napsu rendah).
Pikirannya kini sudah tenang, dan kesemuanya ini terjadi dengan
berbarengan.
CARA MELINDUNGI DAN MEMPERTAHANKAN PATHIBAGA NIMITTA
Si yogavacara harus tidak merenungkan atas warna, bentuk, sifat tak
kekal, dsb daripada Patibhaga Nimitta yang tetah dimenangkannya. Dia
harus selalu mempertahankannya di depan 'mata pikirannya' tetapi
tidak meneliti akan hal-ihwalnya yang kecil-kecil. Misalnya, seorang
Permaisuri yang hamil tua sedang menunggu kelahiran bayinya kelak
akan menjadi seorang raja besar; tentulah dia akan sangat berhatihati
sekali walaupun dia belum mengetahui bentuk atau rupa dari
bayinya itu. Demikian pun si yogavacara harus berjaga dan
memelihara Patibhaga Nimitta-nya.
Meditasi Pernafasan (ANAPANASATI)
27
MEMASUKI JHANA
Kini disisihkannya segala perintang-perintang dan keruwetankeruwetan
duniawi dan duduklah si yogavacara dengan teguh mengasuh
dan memperkembangkan Patibhaga Nimitta-nya. Dengan kekuatan
kehendak pikiran dia harus membuat Patibhaga Nimitta-nya 'tumbuh
membesar' sehingga seakan-akan memenuhi seluruh ruang angkasa.
Berbareng dengan majunya konsentrasinya dicapainya Apana Samadhi
(Konsentrasi-penuh) ataupun Patthamajjhana (Jhana Pertama) serta
cabang-cabangnya (Anga) yaitu Vitakkavicara (pencerapan), Piti
(kegiuran), Sukha (kenikmatan), dan titik terpusatnya Pikiran (Citta
Ekagatta). Apana Samadhi ini adalah melampaui Kamavacara
(lingkungan rasa badaniah) dan membawa sang yogavacara kepada
Arupavacara (sfeer-tanpa bentuk).
KENAPA JHANA PERLU DIPERKEMBANGKAN
Jhana penuh perlu dipupuk untuk menyempurnakan 5 pencapaian:
1. Untuk membangun kekuatan Perenungan Seketika.
2. Untuk membangun kekuatan Pencapaian Seketika.
3. Untuk membangun kekuatan Keluar Seketika dari Pencapaian.
4. Untuk membangun kekuatan Membikin Jadi Apa yang diingini atau
dikehendaki dengan hanya menggunakan kekuatan pikiran.
5. Untuk membangun kekuatan Melihat kembali dan Memeriksa.
CARA MELINDUNGI KETRAMPILAN MEMASUKI JHANA
Apabila Meditasi sudah disempurnakan seperti di atas, maka orang
tidak lagi perlu memulai dari hitungan atau melalui tingkat-tingkat
meditasi lainnya untuk memasuki keadaan Jhana. Bahkan selagi dia
melakukan kerja sehari-harinya dia bisa meluncur memasuki Jhana
bila dan kapan saja dikehendakinya. Hanya dan ini amat penting
sekali dia harus mempertahankan teguh Kemurnian Silanya
(Silavisuddhi): pada dirinya harus tidak ada pembunuhan, ketidak
jujuran, napsu rendah, kebohongan, ketagihan, kekejaman, kemarahan,
kekerasan, dan iri hati. Kesemuanya itu harus tidak ada pada diri
seorang yang ingin memelihara 'Sang Kekuatan' tanpa berkurang atau
bercacat sedikitpun.
Meditasi Pernafasan (ANAPANASATI)
28
LAMA BERLANGSUNGNYA JHANA
Orang dapat memperpanjang keadaan Jhana selama dikehendakinya
tetapi orang Buddhis tidak melihat manfaat dalam meneruskan keadaan
Jhana lebih dari tujuh hari. Selanjutnya dia perlu memelihara
keseimbangan dalam kekuatan pikirannya (Indriya-Samatta-
Patipadanata). Kekuatan pikiran yang dimaksudkan adalah terdiri dari
keyakinan, usaha, kewaspadaan, konsentrasi, dan kebijaksanaan.
Kesemuanya itu harus berimbang dengan baik.
MENCAPAI LINGKUNGAN (SFEER) TANPA BENTUK Dengan meneruskan
latihan dan sedikit demi sedikit melewati dan meninggalkan faktorfaktor
Jhana yang disebut Vitakavicara, Piti, Sukha, sehingga hanya
ketinggalan Ekaggata dan Keseimbangan, si yogavacara akan
memenangkan Jhana-Jhana yang lebih tinggi sampai dengan Jhana IV.
Jika diingininya si yogavacara dapat mencapainya sebelum
melaksanakan sisa 4 Tingkat lebih tinggi—mencapai pula 4 Tingkat
Arupavacara. Tapi jalan ini menuju pada suatu 'Cul-de-sac' (jalan
buntu) yang tak meguntungkan.
29
X
JALAN PANDANGAN TERANG
PENEMBUSAN
Sesudah diuraikan tentang Pencapaian Jhana, maka selesai sudah
penjelasan mengenai Empat Tingkat Pertama Kammatthana ini.
Pencapaian Jhana ini walaupun masih bercorak duniawi, namun adalah
sesuatu yang luar biasa (supernormal). Seperti orang menyalakan
lampu listrik dengan hanya memutar knop, si yogavacara sudah dapat
memutar 'knop' pikiran Jhana-nya untuk menembus hakekat sejati
daripada barang-barang dalam sekilas saat Pandangan-terangnya yang
pertama ke dalam Sang Lokuttara dalam tahunya dia yang telah
'Memasuki-Sang-Aliran' atau Sang Sotapatti Magga Nana.
KEADAAN SEORANG SOTAPATTI
Kini dan seterusnya lenyap sudah untuk selama-lamanya
Sakkayaditthi (pandangan palsu), Vicikiccha (keragu-raguan) dan
Silabataparamasa (ketakhyulan). Tidak akan ada lagi keadaan Neraka
mengangakan mulutnya untuk Suciawan ini. Jalannya telah terbentang
lebar dan seperti dipuji-pujikan dalam kitab-kitab: "Lebih agung dari
raja-raja, dari keadaan para dewa, dari dipertuan oleh seluruh dunia
adalah 'BUAH LANGKAH PERTAMA KEARAHATAN' Ini!" Sesuatu yang tak
pernah dimimpikannya mungkin dalam masa hidup ini, kini telah
benar-benar dialaminya sendiri. Bahkan selagi dalam dunia inipun
walaupun hanya dalam Jhana Pertama, manusia telah dapat mencicipi
Bahagia Terluhur Para Dewa Brahma! Untuk selanjutnya mencapai Sang
Lokuttara melalui metode Pandangan-Terang, si yogavacara harus
kembali dari Apana Samadhi ke Upacara Samadhi.
APAKAH VIPASSANA (PANDANGAN TERANG) ITU?
Adakalanya dalam impian terjadi kilas-kilas yang dalam hidup-sadar
disebut 'nyata/sejati' dan dianggap penting dalam kehidupan. Dalam
pada ini tidaklah terbukti akan kesejatian daripada hidup-mimpi itu
dan tidakpun dimaksudkan bahwa hidup-sadar sekalipun layak disebut
Meditasi Pernafasan (ANAPANASATI)
30
'sejati' bila dipandang dari sudut ilmu jiwa Buddhis. Tetapi demi
mewujudkan pandangan itu, perlu di sini dijelaskan bahwa Kilas-Kilas
Penilaian (Vipassana) bisa dan memang terjadi dalam hidup-sadar yang
sebenarnya tak sejati itu. Di sini dimaksudkan bahwa walaupun media
itu sendiri (yaitu si subyek sang yogavacara sendiri) tidak sejati
baik dalam hidup-sadar maupun hidup-mimpi, namun kedua-duanya jenis
hidup itu dapat disinari kilas-kilas ilham yang tidak bersumber
daripadanya. Namun juga perkembangan 'dalam' daripada kedua jenis
hidup itu, bila berada di atas garis yang benar, dapat menghasilkan
BUNGA PIKIRAN yaitu Ilham.
Impian-impian itu tampak cukup nyata (real) ketika orang sedang
mengalaminya dan hanya tampak fantastis kepada mereka yang
'sada' (dan tak mengalaminya sendiri). Sang Buddha mengajarkan bahwa
bilamana tiba 'BANGUN AGUNG' (Great Awakening) maka terbuktilah di
situ bahwa segala-galanya di sekeliling kita yang tampaknya sejati
dan nyata ini tidaklah lebih daripada unsur-unsur impian belaka.
ILHAM
Empat jenis ilham mendahului datangnya Bangun Agung itu, yang oleh
kaum Buddhis disebut Vipassana (Pandangan-Terang), yaitu pandangan
dalam arti pengertian yang terang akan ke-ADA-an yang wajar
alamiah, atau pandangan akan se-ADA-nya sesuatu tanpa diwarnai
kesan-kesan, konsepsi-konsepsi dan sebagainya. Sebagian dari Wujud
Kepalsuan yang terdiri dari sensasi-sensasi, persepi-persepsi,
pengalaman-pengalaman bahkan kesadaran pun kita sekarang tolak dan
sangkal sebagai 'saksi' dan kenyataan oleh karena kebenaran itu
adalah ekspresi daripada ilmu pengetahuan duniawi (mundane).
Penyinaran dahsyat hasil Vipassana Menembus menghancurkan dan
menyapu bersih semua kekhayalan. Untuk mencapai Penerangan Dahsyat
ini Sang Buddha telah menunjukkan cara serta jalannya.
Setelah menginsyafi sifat ketidak-kekalan semua fenomena, bahkan
fenomena yang tertinggi sekalipun, si yogavacara kini bertekad
untuk mencapai 'Yang Abadi Itu'. Atas jalan Empat Tingkat yang lebih
tinggi dari Kammatthana ini, bangunlah sang yogavacara maju menuju
'Sang Tujuan Agung'.
Meditasi Pernafasan (ANAPANASATI)
31
TINGKAT-TINGKAT DARI KESUCIAN
Sang yogavacara telah menyempurnakan dua Visuddhi yaitu Pemurnian
Sila dan Pemurnian Citta (Pikiran). Lima Visuddhi lain akan
disempurnakannya pula dalam 4 Tingkat yang lebih tinggi, yaitu:
1. Ditthi — Kemurnian Pandangan
2. Kankha Vitarana — Penanggulangan Keraguan
3. Maggamagga Nanadasana — Ketajaman Memilih Jalan
4. Patipada Nanadasana — Kemajuan Ketajaman Memilih Jalan
5. Nanadasana — Kesempurnaan dalam Memilih
BANGUN
Tahap demi tahap sang yogavacara bangun maju menuju SINAR BANGUN
MULIA yang disertai penghancuran total Tanha untuk selamanya.
MENCAPAI NIKMAT PENGHENTIAN
Bilamana dan di mana saja dikehendakiNya, dia bisa memasuki Nirodha
Samapatti (Nikmat Penghentian) serta mengalami Nikmat-nya
Kebahagiaan-Mutlak daripada Nirwana, Sang Lokuttara, selagi sang
yogavacara masih hidup sebagai manusia yang menghirup hawa-udara
dunia ini!
Hening dia duduk—tak sehelai rambutpun bergeser
Walau guntur bergemuruh, petir bersambar-sambaran;
Karena Pikiran telah dimenangkan—
Takkan lagi Avidya dapat menyelubungi
Apa yang Vipassana dari rantai emas bebaskan sudah.
32
TENTANG PIKIRAN INI – AJAHN CHAH
Pada hakikatnya tiada yang salah dengan pikiran kita. Pikiran ini
begitu suci dan tenang. Saat ini pikiranmu tidak tenang karena
selalu mengikuti suasana hati. Pikiran menjadi tidak tenang atau
gelisah karena tertipu oleh suasana hati. Sesungguhnya ia tidak
memiliki apa-apa di dalamnya. Namun pikiran yang tidak terlatih
begitu bodoh, hingga rangsangan indera datang menerpa dan menjerat
dalam bahagia, derita, suka dan duka. Semua pengaruh indera itu
bukan pikiran, suka dan duka itupun bukan pikiran. Mereka hanya
suasana hati yang datang memperdaya. Pikiran yang tidak terlatih
akan hanyut dan mengikuti mereka, lupa akan hakikatnya dan kita
lalu akan berpikir bahwa kitalah yang sedang bersedih, sedang
gembira, dan sebagainya.
Sesungguhnya pikiran ini bisa berada dalam keadaan tenang;
benar-benar tenang! Seperti sehelai daun yang tenang selama tiada
angin berhembus, tapi bila angin datang, ia akan bergoyang. Dedaunan
bergoyang ditiup angin—pikiran bergoyang disebabkan pengaruh
rangsangan indera, menuruti ajakannya. Jika kita tidak menurutinya,
karena mengetahui hakikat pengaruh-pengaruh itu dan tak mau ambil
peduli lagi, maka pikiran tidak akan bergoyang.
Latihan kita sesungguhnya adalah penelaahan hakikat pikiran
yang alamiah. Kita akan melatih pikiran untuk mengetahui pengaruhpengaruh
indera agar tidak terhanyut di dalamnya. Hanya dengan
latihan yang tidak mudah ini kita akan memperoleh hasil.
Wednesday, October 16, 2013
Saturday, October 12, 2013
Amanah ... Harta Indonesia . .
Default Sejarah Presiden Kennedy Dibunuh Karena Hutang Dengan Indonesia
Inilah perjanjian yang paling menggemparkan dunia. Inilah perjanjian yang menyebabkan terbunuhnya Presiden Amerika Serikat John Fitzgerald Kennedy (JFK) 22 November 1963. Inilah perjanjian yang kemudian menjadi pemicu dijatuhkannya Bung Karno dari kursi kepresidenan oleh jaringan CIA yang menggunakan ambisi Soeharto. Dan inilah perjanjian yang hingga kini tetap menjadi misteri terbesar dalam sejarah ummat manusia.
Perjanjian "The Green Hilton Memorial Agreement" di Geneva (Swiss) pada 14 November 1963
Dan, inilah perjanjian yang sering membuat sibuk setiap siapapun yang menjadi Presiden RI. Dan, inilah perjanjian yang membuat sebagian orang tergila-gila menebar uang untuk mendapatkan secuil dari harta ini yang kemudian dikenal sebagai "salah satu" harta Amanah Rakyat dan Bangsa Indonesia. Inilah perjanjian yang oleh masyarakat dunia sebagai Harta Abadi Ummat Manusia. Inilah kemudian yang menjadi sasaran kerja tim rahasia Soeharto menyiksa Soebandrio dkk agar buka mulut. Inilah perjanjian yang membuat Megawati ketika menjadi Presiden RI menagih janji ke Swiss tetapi tidak bisa juga. Padahal Megawati sudah menyampaikan bahwa ia adalah Presiden RI dan ia adalah Putri Bung Karno. Tetapi tetap tidak bisa. Inilah kemudian membuat SBY kemudian membentuk tim rahasia untuk melacak harta ini yang kemudian juga tetap mandul. Semua pihak repot dibuat oleh perjnajian ini.
Perjanjian itu bernama "Green Hilton Memorial Agreement Geneva". Akta termahal di dunia ini diteken oleh John F kennedy selaku Presiden AS, Ir Soekarno selaku Presiden RI dan William Vouker yang mewakili Swiss. Perjanjian segitiga ini dilakukan di Hotel Hilton Geneva pada 14 November 1963 sebagai kelanjutan dari MOU yang dilakukan tahun 1961. Intinya adalah, Pemerintahan AS mengakui keberadaan emas batangan senilai lebih dari 57 ribu ton emas murni yang terdiri dari 17 paket emas dan pihak Indonesia menerima batangan emas itu menjadi kolateral bagi dunia keuangan AS yang operasionalisasinya dilakukan oleh Pemerintahan Swiss melalui United Bank of Switzerland (UBS).
Pada dokumen lain yang tidak dipublikasi disebutkan, atas penggunaan kolateral tersebut AS harus membayar fee sebesar 2,5% setahun kepada Indonesia. Hanya saja, ketakutan akan muncul pemimpinan yang korup di Indonesia, maka pembayaran fee tersebut tidak bersifat terbuka. Artinya hak kewenangan pencairan fee tersebut tidak berada pada Presiden RI siapa pun, tetapi ada pada sistem perbankkan yang sudah dibuat sedemikian rupa, sehingga pencairannya bukan hal mudah, termasuk bagi Presiden AS sendiri.
Account khusus ini dibuat untuk menampung aset tersebut yang hingga kini tidak ada yang tahu keberadaannya kecuali John F kennedy dan Soekarno sendiri. Sayangnya sebelum Soekarno mangkat, ia belum sempat memberikan mandat pencairannya kepada siapa pun di tanah air. Malah jika ada yang mengaku bahwa dialah yang dipercaya Bung Karno untuk mencairkan harta, maka dijamin orang tersebut bohong, kecuali ada tanda-tanda khusus berupa dokumen penting yang tidak tahu siapa yang menyimpan hingga kini.
Menurut sebuah sumber di Vatikan, ketika Presiden AS menyampaikan niat tersebut kepada Vatikan, Paus sempat bertanya apakah Indonesia telah menyetujuinya.
Kabarnya, AS hanya memanfaatkan fakta MOU antara negara G-20 di Inggris dimana Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ikut menanda tangani suatu kesepakatan untuk memberikan otoritas kepada keuangan dunia IMF dan World Bank untuk mencari sumber pendanaan alternatif. Konon kabarnya, Vatikan berpesan agar Indonesia diberi bantuan. Mungkin bantuan IMF sebesar USD 2,7 milyar dalam fasilitas SDR (Special Drawing Rights) kepada Indonesia pertengahan tahun lalu merupakan realisasi dari kesepakatan ini, sehingga ada isyu yang berkembang bahwa bantuan tersebut tidak perlu dikembalikan.
Oleh Bank Indonesia memang bantuan IMF sebesar itu dipergunakan untuk memperkuat cadangan devisa negara. Kalau benar itu, maka betapa nistanya rakyat Indonesia. Kalau benar itu terjadi betapa bodohnya Pemerintahan kita dalam masalah ini. Kalau ini benar terjadi betapa tak berdayanya bangsa ini, hanya kebagian USD 2,7 milyar. Padahal harta tersebut berharga ribuan trilyun dollar Amerika.
Aset itu bukan aset gratis peninggalan sejarah, aset tersebut merupakan hasil kerja keras nenek moyang kita di era masa keemasan kerajaan di Indonesia.
Asal Mula Perjanjian "Green Hilton Memorial Agreement"
Setelah masa perang dunia berakhir, negara-negara timur dan barat yang terlibat perang mulai membangun kembali infrastrukturnya. Akan tetapi, dampak yang telah diberikan oleh perang tersebut bukan secara materi saja tetapi juga secara psikologis luar biasa besarnya. Pergolakan sosial dan keagamaan terjadi dimana-mana. Orang-orang ketakutan perang ini akan terjadi lagi. Pemerintah negara-negara barat yang banyak terlibat pada perang dunia berusaha menenangkan rakyatnya, dengan mengatakan bahwa rakyat akan segera memasuki era industri dan teknologi yang lebih baik. Para bankir Yahudi mengetahui bahwa negara-negara timur di Asia masih banyak menyimpan cadangan emas. Emas tersebut akan di jadikan sebagai kolateral untuk mencetak uang yang lebih banyak yang akan digunakan untuk mengembangkan industri serta menguasai teknologi. Karena teknologi Informasi sedang menanti di zaman akan datang.
Quote:
Sesepuh Mason yang bekerja di Federal Reserve (Bank Sentral di Amerika) bersama bankir-bankir dari Bank of International Settlements / BIS (Pusat Bank Sentral dari seluruh Bank Sentral di Dunia) mengunjungi Indonesia. Melalui pertemuan dengan Presiden Soekarno, mereka mengatakan bahwa atas nama kemanusiaan dan pencegahan terjadinya kembali perang dunia yang baru saja terjadi dan menghancurkan semua negara yang terlibat, setiap negara harus mencapai kesepakatan untuk mendayagunakan kolateral Emas yang dimiliki oleh setiap negara untuk program-program kemanusiaan. Dan semua negara menyetujui hal tersebut, termasuk Indonesia. Akhirnya terjadilah kesepakatan bahwa emas-emas milik negara-negara timur (Asia) akan diserahkan kepada Federal Reserve untuk dikelola dalam program-program kemanusiaan. Sebagai pertukarannya, negara-negara Asia tersebut menerima Obligasi dan Sertifikat Emas sebagai tanda kepemilikan. Beberapa negara yang terlibat diantaranya Indonesia, Cina dan Philippina. Pada masa itu, pengaruh Soekarno sebagai pemimpin dunia timur sangat besar, hingga Amerika merasa khawatir ketika Soekarno begitu dekat dengan Moskow dan Beijing yang notabene adalah musuh Amerika.
Namun beberapa tahun kemudian, Soekarno mulai menyadari bahwa kesepakatan antara negara-negara timur dengan barat (Bankir-Bankir Yahudi dan lembaga keuangan dunia) tidak di jalankan sebagaimana mestinya. Soekarno mencium persekongkolan busuk yang dilakukan para Bankir Yahudi tersebut yang merupakan bagian dari Freemasonry.
Tidak ada program-program kemanusiaan yang dijalankan mengunakan kolateral tersebut. Soekarno protes keras dan segera menyadari negara-negara timur telah di tipu oleh Bankir International.
Akhirnya Pada tahun 1963, Soekarno membatalkan perjanjian dengan para Bankir Yahudi tersebut dan mengalihkan hak kelola emas-emas tersebut kepada Presiden Amerika Serikat John F.Kennedy (JFK). ketika itu Amerika sedang terjerat utang besar-besaran setelah terlibat dalam perang dunia. Presiden JFK menginginkan negara mencetak uang tanpa utang.
Share
Reply With Quote
#2
Old Today, 11:25
pepes's Avatar
pepes pepes is offline
Junior Member
Join Date: Feb 2013
Location: 20
Posts: 264
Thanks: 0
Thanked 18 Times in 16 Posts
pepes super top memberpepes super top memberpepes super top memberpepes super top memberpepes super top memberpepes super top memberpepes super top memberpepes super top memberpepes super top memberpepes super top memberpepes super top member
Default
Karena kekuasaan dan tanggung jawab Federal Reserve bukan pada pemerintah Amerika melainkan di kuasai oleh swasta yang notabene nya bankir Yahudi. Jadi apabila pemerintah Amerika ingin mencetak uang, maka pemerintah harus meminjam kepada para bankir yahudi tersebut dengan bunga yang tinggi sebagai kolateral. Pemerintah Amerika kemudian melobi Presiden Soekarno agar emas-emas yang tadinya dijadikan kolateral oleh bankir Yahudi di alihkan ke Amerika. Presiden kennedy bersedia meyakinkan Soekarno untuk membayar bunga 2,5% per tahun dari nilai emas yang digunakan dan mulai berlaku 2 tahun setelah perjanjian ditandatangani. Setelah dilakukan MOU sebagai tanda persetujuan, maka dibentuklah Green Hilton Memorial Agreement di Jenewa (Swiss) yang ditandatangani Soekarno dan John F.Kennedy. Melalui perjanjian itu pemerintah Amerika mengakui Emas batangan milik bangsa Indonesia sebesar lebih dari 57.000 ton dalam kemasan 17 Paket emas.
Melalui perjanjian ini Soekarno sebagai pemegang mandat terpercaya akan melakukan reposisi terhadap kolateral emas tersebut, kemudian digunakan ke dalam sistem perbankan untuk menciptakan Fractional Reserve Banking terhadap dolar Amerika. Perjanjian ini difasilitasi oleh Threepartheid Gold Commision dan melalui perjanjian ini pula kekuasaan terhadap emas tersebut berpindah tangan ke pemerintah Amerika. Dari kesepakatan tersebut, dikeluarkanlah Executive Order bernomor 11110, di tandatangani oleh Presiden JFK yang memberi kuasa penuh kepada Departemen keuangan untuk mengambil alih hak menerbitkan mata uang dari Federal Reserve. Apa yang pernah di lakukan oleh Franklin, Lincoln, dan beberapa presiden lainnya, agar Amerika terlepas dari belenggu sistem kredit bankir Yahudi juga diterapkan oleh presiden JFK. salah satu kuasa yang diberikan kepada Departemen keuangan adalah menerbitkan sertifikat uang perak atas koin perak sehingga pemerintah bisa menerbitkan dolar tanpa utang lagi kepada Bank Sentral (Federal Reserve)
Tidak lama berselang setelah penandatanganan Green Hilton Memorial Agreement tersebut, presiden kennedy di tembak mati oleh Lee Harvey Oswald. Setelah kematian kennedy, tangan-tangan gelap bankir Yahudi memindahkan kolateral emas tersebut ke International Collateral Combined Accounts for Global Debt Facility di bawah pengawasan OITC (The Office of International Treasury Control) yang semuanya dikuasai oleh bankir Yahudi. Perjanjian itu juga tidak pernah efektif, hingga saat Soekarno ditumbangkan oleh gerakan Orde baru yang didalangi oleh CIA yang kemudian mengangkat Soeharto sebagai Presiden Republik Indonesia. Sampai pada saat Soekarno jatuh sakit dan tidak lagi mengurus aset-aset tersebut hingga meninggal dunia. Satu-satunya warisan yang ditinggalkan, yang berkaitan dengan Green Hilton Memorial Agreement tersebut adalah sebuah buku bersandi yang menyembunyikan ratusan akun dan sub-akun yang digunakan untuk menyimpan emas, yang terproteksi oleh sistem rahasia di Federal Reserve bernama The Black screen. Buku itu disebut Buku Maklumat atau The Book of codes. Buku tersebut banyak di buru oleh kalangan Lembaga keuangan Dunia, Para sesepuh Mason, para petinggi politik Amerika dan Inteligen serta yang lainnya. keberadaan buku tersebut mengancam eksistensi Lembaga keuangan barat yang berjaya selama ini.
Quote:
Sampai hari ini, tidak satu rupiah pun dari bunga dan nilai pokok aset tersebut dibayarkan pada rakyat Indonesia melalui pemerintah, sesuai perjanjian yang disepakati antara JFK dan Presiden Soekarno melalui Green Hilton Agreement. Padahal mereka telah menggunakan emas milik Indonesia sebagai kolateral dalam mencetak setiap dollar.
Hal yang sama terjadi pada bangsa China dan Philipina. Karena itulah pada awal tahun 2000-an China mulai menggugat di pengadilan Distrik New York. Gugatan yang bernilai triliunan dollar Amerika Serikat ini telah mengguncang lembaga-lembaga keuangan di Amerika dan Eropa. Namun gugatan tersebut sudah lebih dari satu dasawarsa dan belum menunjukkan hasilnya. Memang gugatan tersebut tidaklah mudah, dibutuhkan kesabaran yang tinggi, karena bukan saja berhadapan dengan negara besar seperti Amerika, tetapi juga berhadapan dengan kepentingan Yahudi bahkan kabarnya ada kepentingan dengan Vatikan. Akankah Pemerintah Indonesia mengikuti langkah pemerintah Cina yang menggugat atas hak-hak emas rakyat Indonesia yang bernilai Ribuan Trilyun Dollar… (bisa untuk membayar utang Indonesia dan membuat negri ini makmur dan sejahtera)?
Sudah ada yg bisa mencairkan mandat dari Pak Soekarno ?
Inilah perjanjian yang paling menggemparkan dunia. Inilah perjanjian yang menyebabkan terbunuhnya Presiden Amerika Serikat John Fitzgerald Kennedy (JFK) 22 November 1963. Inilah perjanjian yang kemudian menjadi pemicu dijatuhkannya Bung Karno dari kursi kepresidenan oleh jaringan CIA yang menggunakan ambisi Soeharto. Dan inilah perjanjian yang hingga kini tetap menjadi misteri terbesar dalam sejarah ummat manusia.
Perjanjian "The Green Hilton Memorial Agreement" di Geneva (Swiss) pada 14 November 1963
Dan, inilah perjanjian yang sering membuat sibuk setiap siapapun yang menjadi Presiden RI. Dan, inilah perjanjian yang membuat sebagian orang tergila-gila menebar uang untuk mendapatkan secuil dari harta ini yang kemudian dikenal sebagai "salah satu" harta Amanah Rakyat dan Bangsa Indonesia. Inilah perjanjian yang oleh masyarakat dunia sebagai Harta Abadi Ummat Manusia. Inilah kemudian yang menjadi sasaran kerja tim rahasia Soeharto menyiksa Soebandrio dkk agar buka mulut. Inilah perjanjian yang membuat Megawati ketika menjadi Presiden RI menagih janji ke Swiss tetapi tidak bisa juga. Padahal Megawati sudah menyampaikan bahwa ia adalah Presiden RI dan ia adalah Putri Bung Karno. Tetapi tetap tidak bisa. Inilah kemudian membuat SBY kemudian membentuk tim rahasia untuk melacak harta ini yang kemudian juga tetap mandul. Semua pihak repot dibuat oleh perjnajian ini.
Perjanjian itu bernama "Green Hilton Memorial Agreement Geneva". Akta termahal di dunia ini diteken oleh John F kennedy selaku Presiden AS, Ir Soekarno selaku Presiden RI dan William Vouker yang mewakili Swiss. Perjanjian segitiga ini dilakukan di Hotel Hilton Geneva pada 14 November 1963 sebagai kelanjutan dari MOU yang dilakukan tahun 1961. Intinya adalah, Pemerintahan AS mengakui keberadaan emas batangan senilai lebih dari 57 ribu ton emas murni yang terdiri dari 17 paket emas dan pihak Indonesia menerima batangan emas itu menjadi kolateral bagi dunia keuangan AS yang operasionalisasinya dilakukan oleh Pemerintahan Swiss melalui United Bank of Switzerland (UBS).
Pada dokumen lain yang tidak dipublikasi disebutkan, atas penggunaan kolateral tersebut AS harus membayar fee sebesar 2,5% setahun kepada Indonesia. Hanya saja, ketakutan akan muncul pemimpinan yang korup di Indonesia, maka pembayaran fee tersebut tidak bersifat terbuka. Artinya hak kewenangan pencairan fee tersebut tidak berada pada Presiden RI siapa pun, tetapi ada pada sistem perbankkan yang sudah dibuat sedemikian rupa, sehingga pencairannya bukan hal mudah, termasuk bagi Presiden AS sendiri.
Account khusus ini dibuat untuk menampung aset tersebut yang hingga kini tidak ada yang tahu keberadaannya kecuali John F kennedy dan Soekarno sendiri. Sayangnya sebelum Soekarno mangkat, ia belum sempat memberikan mandat pencairannya kepada siapa pun di tanah air. Malah jika ada yang mengaku bahwa dialah yang dipercaya Bung Karno untuk mencairkan harta, maka dijamin orang tersebut bohong, kecuali ada tanda-tanda khusus berupa dokumen penting yang tidak tahu siapa yang menyimpan hingga kini.
Menurut sebuah sumber di Vatikan, ketika Presiden AS menyampaikan niat tersebut kepada Vatikan, Paus sempat bertanya apakah Indonesia telah menyetujuinya.
Kabarnya, AS hanya memanfaatkan fakta MOU antara negara G-20 di Inggris dimana Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ikut menanda tangani suatu kesepakatan untuk memberikan otoritas kepada keuangan dunia IMF dan World Bank untuk mencari sumber pendanaan alternatif. Konon kabarnya, Vatikan berpesan agar Indonesia diberi bantuan. Mungkin bantuan IMF sebesar USD 2,7 milyar dalam fasilitas SDR (Special Drawing Rights) kepada Indonesia pertengahan tahun lalu merupakan realisasi dari kesepakatan ini, sehingga ada isyu yang berkembang bahwa bantuan tersebut tidak perlu dikembalikan.
Oleh Bank Indonesia memang bantuan IMF sebesar itu dipergunakan untuk memperkuat cadangan devisa negara. Kalau benar itu, maka betapa nistanya rakyat Indonesia. Kalau benar itu terjadi betapa bodohnya Pemerintahan kita dalam masalah ini. Kalau ini benar terjadi betapa tak berdayanya bangsa ini, hanya kebagian USD 2,7 milyar. Padahal harta tersebut berharga ribuan trilyun dollar Amerika.
Aset itu bukan aset gratis peninggalan sejarah, aset tersebut merupakan hasil kerja keras nenek moyang kita di era masa keemasan kerajaan di Indonesia.
Asal Mula Perjanjian "Green Hilton Memorial Agreement"
Setelah masa perang dunia berakhir, negara-negara timur dan barat yang terlibat perang mulai membangun kembali infrastrukturnya. Akan tetapi, dampak yang telah diberikan oleh perang tersebut bukan secara materi saja tetapi juga secara psikologis luar biasa besarnya. Pergolakan sosial dan keagamaan terjadi dimana-mana. Orang-orang ketakutan perang ini akan terjadi lagi. Pemerintah negara-negara barat yang banyak terlibat pada perang dunia berusaha menenangkan rakyatnya, dengan mengatakan bahwa rakyat akan segera memasuki era industri dan teknologi yang lebih baik. Para bankir Yahudi mengetahui bahwa negara-negara timur di Asia masih banyak menyimpan cadangan emas. Emas tersebut akan di jadikan sebagai kolateral untuk mencetak uang yang lebih banyak yang akan digunakan untuk mengembangkan industri serta menguasai teknologi. Karena teknologi Informasi sedang menanti di zaman akan datang.
Quote:
Sesepuh Mason yang bekerja di Federal Reserve (Bank Sentral di Amerika) bersama bankir-bankir dari Bank of International Settlements / BIS (Pusat Bank Sentral dari seluruh Bank Sentral di Dunia) mengunjungi Indonesia. Melalui pertemuan dengan Presiden Soekarno, mereka mengatakan bahwa atas nama kemanusiaan dan pencegahan terjadinya kembali perang dunia yang baru saja terjadi dan menghancurkan semua negara yang terlibat, setiap negara harus mencapai kesepakatan untuk mendayagunakan kolateral Emas yang dimiliki oleh setiap negara untuk program-program kemanusiaan. Dan semua negara menyetujui hal tersebut, termasuk Indonesia. Akhirnya terjadilah kesepakatan bahwa emas-emas milik negara-negara timur (Asia) akan diserahkan kepada Federal Reserve untuk dikelola dalam program-program kemanusiaan. Sebagai pertukarannya, negara-negara Asia tersebut menerima Obligasi dan Sertifikat Emas sebagai tanda kepemilikan. Beberapa negara yang terlibat diantaranya Indonesia, Cina dan Philippina. Pada masa itu, pengaruh Soekarno sebagai pemimpin dunia timur sangat besar, hingga Amerika merasa khawatir ketika Soekarno begitu dekat dengan Moskow dan Beijing yang notabene adalah musuh Amerika.
Namun beberapa tahun kemudian, Soekarno mulai menyadari bahwa kesepakatan antara negara-negara timur dengan barat (Bankir-Bankir Yahudi dan lembaga keuangan dunia) tidak di jalankan sebagaimana mestinya. Soekarno mencium persekongkolan busuk yang dilakukan para Bankir Yahudi tersebut yang merupakan bagian dari Freemasonry.
Tidak ada program-program kemanusiaan yang dijalankan mengunakan kolateral tersebut. Soekarno protes keras dan segera menyadari negara-negara timur telah di tipu oleh Bankir International.
Akhirnya Pada tahun 1963, Soekarno membatalkan perjanjian dengan para Bankir Yahudi tersebut dan mengalihkan hak kelola emas-emas tersebut kepada Presiden Amerika Serikat John F.Kennedy (JFK). ketika itu Amerika sedang terjerat utang besar-besaran setelah terlibat dalam perang dunia. Presiden JFK menginginkan negara mencetak uang tanpa utang.
Share
Reply With Quote
#2
Old Today, 11:25
pepes's Avatar
pepes pepes is offline
Junior Member
Join Date: Feb 2013
Location: 20
Posts: 264
Thanks: 0
Thanked 18 Times in 16 Posts
pepes super top memberpepes super top memberpepes super top memberpepes super top memberpepes super top memberpepes super top memberpepes super top memberpepes super top memberpepes super top memberpepes super top memberpepes super top member
Default
Karena kekuasaan dan tanggung jawab Federal Reserve bukan pada pemerintah Amerika melainkan di kuasai oleh swasta yang notabene nya bankir Yahudi. Jadi apabila pemerintah Amerika ingin mencetak uang, maka pemerintah harus meminjam kepada para bankir yahudi tersebut dengan bunga yang tinggi sebagai kolateral. Pemerintah Amerika kemudian melobi Presiden Soekarno agar emas-emas yang tadinya dijadikan kolateral oleh bankir Yahudi di alihkan ke Amerika. Presiden kennedy bersedia meyakinkan Soekarno untuk membayar bunga 2,5% per tahun dari nilai emas yang digunakan dan mulai berlaku 2 tahun setelah perjanjian ditandatangani. Setelah dilakukan MOU sebagai tanda persetujuan, maka dibentuklah Green Hilton Memorial Agreement di Jenewa (Swiss) yang ditandatangani Soekarno dan John F.Kennedy. Melalui perjanjian itu pemerintah Amerika mengakui Emas batangan milik bangsa Indonesia sebesar lebih dari 57.000 ton dalam kemasan 17 Paket emas.
Melalui perjanjian ini Soekarno sebagai pemegang mandat terpercaya akan melakukan reposisi terhadap kolateral emas tersebut, kemudian digunakan ke dalam sistem perbankan untuk menciptakan Fractional Reserve Banking terhadap dolar Amerika. Perjanjian ini difasilitasi oleh Threepartheid Gold Commision dan melalui perjanjian ini pula kekuasaan terhadap emas tersebut berpindah tangan ke pemerintah Amerika. Dari kesepakatan tersebut, dikeluarkanlah Executive Order bernomor 11110, di tandatangani oleh Presiden JFK yang memberi kuasa penuh kepada Departemen keuangan untuk mengambil alih hak menerbitkan mata uang dari Federal Reserve. Apa yang pernah di lakukan oleh Franklin, Lincoln, dan beberapa presiden lainnya, agar Amerika terlepas dari belenggu sistem kredit bankir Yahudi juga diterapkan oleh presiden JFK. salah satu kuasa yang diberikan kepada Departemen keuangan adalah menerbitkan sertifikat uang perak atas koin perak sehingga pemerintah bisa menerbitkan dolar tanpa utang lagi kepada Bank Sentral (Federal Reserve)
Tidak lama berselang setelah penandatanganan Green Hilton Memorial Agreement tersebut, presiden kennedy di tembak mati oleh Lee Harvey Oswald. Setelah kematian kennedy, tangan-tangan gelap bankir Yahudi memindahkan kolateral emas tersebut ke International Collateral Combined Accounts for Global Debt Facility di bawah pengawasan OITC (The Office of International Treasury Control) yang semuanya dikuasai oleh bankir Yahudi. Perjanjian itu juga tidak pernah efektif, hingga saat Soekarno ditumbangkan oleh gerakan Orde baru yang didalangi oleh CIA yang kemudian mengangkat Soeharto sebagai Presiden Republik Indonesia. Sampai pada saat Soekarno jatuh sakit dan tidak lagi mengurus aset-aset tersebut hingga meninggal dunia. Satu-satunya warisan yang ditinggalkan, yang berkaitan dengan Green Hilton Memorial Agreement tersebut adalah sebuah buku bersandi yang menyembunyikan ratusan akun dan sub-akun yang digunakan untuk menyimpan emas, yang terproteksi oleh sistem rahasia di Federal Reserve bernama The Black screen. Buku itu disebut Buku Maklumat atau The Book of codes. Buku tersebut banyak di buru oleh kalangan Lembaga keuangan Dunia, Para sesepuh Mason, para petinggi politik Amerika dan Inteligen serta yang lainnya. keberadaan buku tersebut mengancam eksistensi Lembaga keuangan barat yang berjaya selama ini.
Quote:
Sampai hari ini, tidak satu rupiah pun dari bunga dan nilai pokok aset tersebut dibayarkan pada rakyat Indonesia melalui pemerintah, sesuai perjanjian yang disepakati antara JFK dan Presiden Soekarno melalui Green Hilton Agreement. Padahal mereka telah menggunakan emas milik Indonesia sebagai kolateral dalam mencetak setiap dollar.
Hal yang sama terjadi pada bangsa China dan Philipina. Karena itulah pada awal tahun 2000-an China mulai menggugat di pengadilan Distrik New York. Gugatan yang bernilai triliunan dollar Amerika Serikat ini telah mengguncang lembaga-lembaga keuangan di Amerika dan Eropa. Namun gugatan tersebut sudah lebih dari satu dasawarsa dan belum menunjukkan hasilnya. Memang gugatan tersebut tidaklah mudah, dibutuhkan kesabaran yang tinggi, karena bukan saja berhadapan dengan negara besar seperti Amerika, tetapi juga berhadapan dengan kepentingan Yahudi bahkan kabarnya ada kepentingan dengan Vatikan. Akankah Pemerintah Indonesia mengikuti langkah pemerintah Cina yang menggugat atas hak-hak emas rakyat Indonesia yang bernilai Ribuan Trilyun Dollar… (bisa untuk membayar utang Indonesia dan membuat negri ini makmur dan sejahtera)?
Sudah ada yg bisa mencairkan mandat dari Pak Soekarno ?
Friday, September 27, 2013
H3'nR: Inilah Penyulingan Anggur Jaman Dahulu
H3'nR: Inilah Penyulingan Anggur Jaman Dahulu: SEBUAH tim peneliti gabungan dari Amerika, Armenia, dan Irlandia menemukan sebuah tempat penyulingan anggur tertua di dunia di kompleks gu...
Manfaat SUBUD
5 MANFAAT LATIHAN
1. MENYEHATKAN SELURUH BADAN
Demikian juga, pada biasanya – artinya pada biasanya, secara biasa, orang sudah merasakan – kalau penghentian jalannya akal pikiran dan hati dalam waktu lima menit, itu lebih bermanfaat daripada manusia. Karena dengan terkuncinya jalannya akal pikiran dan hati dapat dikatakan menyehatkan seluruh anggota badan. Karena memang sebenarnya saudara sekalian, timbulnya penyakit, timbulnya kesalahan, timbulnya sakit yang diderita oleh manusia, sebagian besar ditimbulkan karena akal pikiran dan hati. Ini telah terbukti adanya timbul seperti kanker, TBC – yang dikatakan penyakit-penyakit berbahaya – itu ditimbulkan karena akal pikiran. Jadi kalau saudara setiap minggu dua kali, tiga kali dapat menerima latihan, sehingga, oleh kekuasaan Tuhan, dihentikan jalannya akal pikiran dalam waktu itu, sungguh-sungguh sudah bermanfaat, sungguh-sungguh sudah baik sekali bagi hidup saudara selain dalam bidang kejiwaan
2. PERBAIKAN TABIAT/KARAKTER
Dan kenyataan-kenyataan daripada dari apa yang telah Bapak tuturkan, ialah manfaatnya latihan, sebagian besar sudah saudara alami, meskipun belum seluruhnya, tetapi banyak telah mengalami yaitu pergantian keadaan, pergantian laku, pergantian tabiat – artinya karakter yang saudara miliki – sejak saudara menjalankan latihan.
Sebenarnya sudah banyak diantara para saudara yang telah membuktikan dan telah benar-benar merasakan guna dan manfaatnya Latihan kejiwaan Subud itu hanya karena belum rata, arti belum rata, belum banyak yang mendapat pengalaman dalam hal guna dan manfaatnya Latihan kejiwaan Subud, seperti saudara sendiri telah ketahui bahwa dari Latihan kejiwaan Subud itu tabiat saudara sekalian yang dahulu begitu keras hati, begitu tinggi hati, begitu dapat dikatakan ya, keraslah dengan Latihan kejiwaan Subud sehingga dengan sendirinya berobah.(Los Angeles, CA U.S.A. 22 Juli 1981)
3. PEMBERSIHAN, PEMBONGKARAN DAN PENELANJANGAN
Seperti latihan para saudara yang nampaknya gerak-gerak – yang ada pula yang nyanyi, yang ketawa, nangis – latihan saudara yang demikian bukan itu merupakan kemajuan dan bukan itu merupakan suatu penambahan dari apa yang telah diterima, tetapi merupakan saat di mana kuasa Tuhan bekerja dalam membersihkan segala kesalahan dan segala kekotoran yang telah terjalin dalam rasa diri saudara-saudara. Inilah saudara sekalian guna dan manfaatnya Latihan kejiwaan Subud itu. Lain daripada itu saudara sekalian, dari latihan kejiwaan Subud sehingga saudara dapat dikatakan memulai merasakan pembersihan, pembersihan rasa-diri yang telah berlarut-larut sejak yang menurutkan sampai saudara sendiri berada dalam diri saudara.
Oleh karena itu saudara sekalian, maka banyaklah terjadi manusia atau orang walaupun seayah seibun nasibnya berbeda-beda. Yang demikian itu tidak lain daripada kebakatannya yang ada dalam dirinya berlainan dan pula caranya dibersihkan pun juga tidak bisa sama dan oleh karena itu maka maka saudara sekalian sangat membutuhkan pembersian itu karena Tuhan yang dapat mengetahui diluar, didalam sebelum ada dan sesudahnya apa yang terjadi pada manusia.
Inilah saudara sekalian guna dan manfaatnya Latihan kejiwaan Subud itu. Lain daripada itu saudara sekalian, dari latihan kejiwaan Subud sehingga saudara dapat dikatakan memulai merasakan pembersihan, pembersihan rasa-diri yang telah berlarut-larut sejak yang menurutkan sampai saudara sendiri berada dalam diri saudara.
Oleh karena itu saudara sekalian, maka banyaklah terjadi manusia atau orang walaupun seayah seibun nasibnya berbeda-beda. Yang demikian itu tidak lain daripada kebakatannya yang ada dalam dirinya berlainan dan pula caranya dibersihkan pun juga tidak bisa sama dan oleh karena itu maka maka saudara sekalian sangat membutuhkan pembersian itu karena Tuhan yang dapat mengetahui diluar, didalam sebelum ada dan sesudahnya apa yang terjadi pada manusia. .(Los Angeles, CA U.S.A. 22 Juli 1981)
4. KEMULYAAN DERAJAT JIWA
Lantas kembali Bapak kepada saudara sekalian yang telah menerima kadar dari Tuhan
Yang Maha Esa. Di Subud atau saudara-saudara sekalian dengan menerimanya
Latihan Kejiwaan ini, saudara telah diangkat ke atas – jiwanya, bukan, belum
syariatnya. Jiwanya mau tidak mau diangkat ke atas, yaitu ke tingkatan hakikat –
yang mestinya tidak dapat dikerjakan oleh manusia.
5. MENJADIKAN DIRI SEBAGAI ANAK SOLEH DAN ORANG TUA YG BAIK
Adapun yang tertuju kepada orangtua, ialah yang menurunkan – apabila orangtua itu sudah meninggal dunia. Untuk mengurangi dosanya, untuk mendapatkan jalannya yang benar, itu tidak ada lain jalan selain saudara sendiri, atau anaknya sendiri, apabila ia benar-benar berlatih dan benar-benar menyerahkan kepada Tuhan, sehingga kemajuan yang ada pada dirinya telah ada. Dengan kemajuannya, dengan pengalaman yang telah diterima tentang kebersihan rasa diri, dan perbaikan jiwanya yang menjadi isi dirinya, maka dengan sendirinya orangtua yang menurunkan akan terbawa juga. Jadi, soal mengurangi dosanya orangtua yang telah meninggal dunia, itu tergantung kepada diri saudara sendiri: kalau diri saudara telah meningkat, orangtua dengan sendirinya terbawa meningkat.
Demikian juga yang tertuju kepada anaknya. Ada juga, saudara, Bapak menerima surat yang minta persetujuan Bapak dan minta nasihat Bapak, agar anaknya yang begitu nakal dapat berubah dengan cara, bagaimana caranya berlatih, sehingga mengurangi kenakalan anaknya yang begitu nakal itu. Atau keadaan anaknya yang bagaimana-bagaimana, misalnya apa kena penyakit dan sebagainya, supaya dapat sembuh dari penyakitnya. Yang demikian itu, Bapak jawab bahwa itupun tergantung pula oleh dirinya sendiri. Kalau dirinya atau diri saudara, atau diri orangtua, itu sudah mulai baik, anaknya pun – meskipun anaknya tidak ikut berlatih – terpengaruh juga dan terbawa juga. Sehingga anaknya itu, yang dahulunya nakal, tidak nakal lagi. Hal ini telah terjadi beberapa kali. Yang dialami oleh para saudara-saudara sesuai apa yang telah Bapak nasihatkan; sehingga anaknya para saudara-saudara yang nakal-nakal itu menjadi baik, dikarenakan orangtuanya menjadi baik juga. ( Auckland, New Zealand 20 Mei 1968)
1. MENYEHATKAN SELURUH BADAN
Demikian juga, pada biasanya – artinya pada biasanya, secara biasa, orang sudah merasakan – kalau penghentian jalannya akal pikiran dan hati dalam waktu lima menit, itu lebih bermanfaat daripada manusia. Karena dengan terkuncinya jalannya akal pikiran dan hati dapat dikatakan menyehatkan seluruh anggota badan. Karena memang sebenarnya saudara sekalian, timbulnya penyakit, timbulnya kesalahan, timbulnya sakit yang diderita oleh manusia, sebagian besar ditimbulkan karena akal pikiran dan hati. Ini telah terbukti adanya timbul seperti kanker, TBC – yang dikatakan penyakit-penyakit berbahaya – itu ditimbulkan karena akal pikiran. Jadi kalau saudara setiap minggu dua kali, tiga kali dapat menerima latihan, sehingga, oleh kekuasaan Tuhan, dihentikan jalannya akal pikiran dalam waktu itu, sungguh-sungguh sudah bermanfaat, sungguh-sungguh sudah baik sekali bagi hidup saudara selain dalam bidang kejiwaan
2. PERBAIKAN TABIAT/KARAKTER
Dan kenyataan-kenyataan daripada dari apa yang telah Bapak tuturkan, ialah manfaatnya latihan, sebagian besar sudah saudara alami, meskipun belum seluruhnya, tetapi banyak telah mengalami yaitu pergantian keadaan, pergantian laku, pergantian tabiat – artinya karakter yang saudara miliki – sejak saudara menjalankan latihan.
Sebenarnya sudah banyak diantara para saudara yang telah membuktikan dan telah benar-benar merasakan guna dan manfaatnya Latihan kejiwaan Subud itu hanya karena belum rata, arti belum rata, belum banyak yang mendapat pengalaman dalam hal guna dan manfaatnya Latihan kejiwaan Subud, seperti saudara sendiri telah ketahui bahwa dari Latihan kejiwaan Subud itu tabiat saudara sekalian yang dahulu begitu keras hati, begitu tinggi hati, begitu dapat dikatakan ya, keraslah dengan Latihan kejiwaan Subud sehingga dengan sendirinya berobah.(Los Angeles, CA U.S.A. 22 Juli 1981)
3. PEMBERSIHAN, PEMBONGKARAN DAN PENELANJANGAN
Seperti latihan para saudara yang nampaknya gerak-gerak – yang ada pula yang nyanyi, yang ketawa, nangis – latihan saudara yang demikian bukan itu merupakan kemajuan dan bukan itu merupakan suatu penambahan dari apa yang telah diterima, tetapi merupakan saat di mana kuasa Tuhan bekerja dalam membersihkan segala kesalahan dan segala kekotoran yang telah terjalin dalam rasa diri saudara-saudara. Inilah saudara sekalian guna dan manfaatnya Latihan kejiwaan Subud itu. Lain daripada itu saudara sekalian, dari latihan kejiwaan Subud sehingga saudara dapat dikatakan memulai merasakan pembersihan, pembersihan rasa-diri yang telah berlarut-larut sejak yang menurutkan sampai saudara sendiri berada dalam diri saudara.
Oleh karena itu saudara sekalian, maka banyaklah terjadi manusia atau orang walaupun seayah seibun nasibnya berbeda-beda. Yang demikian itu tidak lain daripada kebakatannya yang ada dalam dirinya berlainan dan pula caranya dibersihkan pun juga tidak bisa sama dan oleh karena itu maka maka saudara sekalian sangat membutuhkan pembersian itu karena Tuhan yang dapat mengetahui diluar, didalam sebelum ada dan sesudahnya apa yang terjadi pada manusia.
Inilah saudara sekalian guna dan manfaatnya Latihan kejiwaan Subud itu. Lain daripada itu saudara sekalian, dari latihan kejiwaan Subud sehingga saudara dapat dikatakan memulai merasakan pembersihan, pembersihan rasa-diri yang telah berlarut-larut sejak yang menurutkan sampai saudara sendiri berada dalam diri saudara.
Oleh karena itu saudara sekalian, maka banyaklah terjadi manusia atau orang walaupun seayah seibun nasibnya berbeda-beda. Yang demikian itu tidak lain daripada kebakatannya yang ada dalam dirinya berlainan dan pula caranya dibersihkan pun juga tidak bisa sama dan oleh karena itu maka maka saudara sekalian sangat membutuhkan pembersian itu karena Tuhan yang dapat mengetahui diluar, didalam sebelum ada dan sesudahnya apa yang terjadi pada manusia. .(Los Angeles, CA U.S.A. 22 Juli 1981)
4. KEMULYAAN DERAJAT JIWA
Lantas kembali Bapak kepada saudara sekalian yang telah menerima kadar dari Tuhan
Yang Maha Esa. Di Subud atau saudara-saudara sekalian dengan menerimanya
Latihan Kejiwaan ini, saudara telah diangkat ke atas – jiwanya, bukan, belum
syariatnya. Jiwanya mau tidak mau diangkat ke atas, yaitu ke tingkatan hakikat –
yang mestinya tidak dapat dikerjakan oleh manusia.
5. MENJADIKAN DIRI SEBAGAI ANAK SOLEH DAN ORANG TUA YG BAIK
Adapun yang tertuju kepada orangtua, ialah yang menurunkan – apabila orangtua itu sudah meninggal dunia. Untuk mengurangi dosanya, untuk mendapatkan jalannya yang benar, itu tidak ada lain jalan selain saudara sendiri, atau anaknya sendiri, apabila ia benar-benar berlatih dan benar-benar menyerahkan kepada Tuhan, sehingga kemajuan yang ada pada dirinya telah ada. Dengan kemajuannya, dengan pengalaman yang telah diterima tentang kebersihan rasa diri, dan perbaikan jiwanya yang menjadi isi dirinya, maka dengan sendirinya orangtua yang menurunkan akan terbawa juga. Jadi, soal mengurangi dosanya orangtua yang telah meninggal dunia, itu tergantung kepada diri saudara sendiri: kalau diri saudara telah meningkat, orangtua dengan sendirinya terbawa meningkat.
Demikian juga yang tertuju kepada anaknya. Ada juga, saudara, Bapak menerima surat yang minta persetujuan Bapak dan minta nasihat Bapak, agar anaknya yang begitu nakal dapat berubah dengan cara, bagaimana caranya berlatih, sehingga mengurangi kenakalan anaknya yang begitu nakal itu. Atau keadaan anaknya yang bagaimana-bagaimana, misalnya apa kena penyakit dan sebagainya, supaya dapat sembuh dari penyakitnya. Yang demikian itu, Bapak jawab bahwa itupun tergantung pula oleh dirinya sendiri. Kalau dirinya atau diri saudara, atau diri orangtua, itu sudah mulai baik, anaknya pun – meskipun anaknya tidak ikut berlatih – terpengaruh juga dan terbawa juga. Sehingga anaknya itu, yang dahulunya nakal, tidak nakal lagi. Hal ini telah terjadi beberapa kali. Yang dialami oleh para saudara-saudara sesuai apa yang telah Bapak nasihatkan; sehingga anaknya para saudara-saudara yang nakal-nakal itu menjadi baik, dikarenakan orangtuanya menjadi baik juga. ( Auckland, New Zealand 20 Mei 1968)
Saturday, September 14, 2013
4 MISTERI KEJAYAAN INDONESIA .
4 MISTERI KEJAYAAN INDONESIA
Saat ini, negeri kita Indonesia dianggap sebagai bangsa yang belum
makmur,taraf kesejahteraan warganya rendah. Tingkat sumber daya manusia
yang masih rendah, kita dilabeli sebagai bangsa yang masih tradisional
dengan perkembangan teknologi yang belum maju. Sebagai sebuah bangsa
yang dianugerahi dengan kekayaan alam yang melimpah, akal dan pikiran
yang sama dengan bangsa lain seharusnya kita mampu menjadi bangsa yang
besar, negeri makmur “ gemah ripah loh jinawi toto tentrem kerto
raharjo.” Berikut saya coba uraikan hal- hal yang masih dianggap mitos
ataupun misteri, yang apabila diantaranya ternyata benar ataupun terjadi
( mudah-mudahan benar semua ) tujuan bersama menuju Indonesia adil
makmur akan tercapai.
1. Indonesia Adalah Atlantis Yang Hilang

Peradaban Atlantis merupakan Mitos yang kali pertama dicetuskan Filsuf Yunani Kuno bernama Plato (427 – 347 SM) dalam bukunya Critias dan Timaeus. Dalam kedua buku tersebut menceritakan tentang sebuah daratan raksasa dengan peradaban yang menakjubkan pada masa lampau. Atlantis bukanlah khayalan Plato, hal itu diceritakan turun-temurun dan diamini oleh banyak tokoh di masanya.
Atlantis menghasilkan emas dan perak yang banyak, hingga istananya yang megah dikelilingi tembok dari emas dan perak. Daerahnya kaya sumber daya alam dan perkembangan peradabannya pesat, memiliki pelabuhan dan armada kapal lengkap, juga benda yang mampu membuat orang terbang. Kekuasaannya mencakup wilayah yang luas hingga Eropa dan Afrika. Setelah hanyut dilanda gempa dahsyat, wilayah itu menghilang dan terlupakan. Jika uraikan Plato nyata, maka ribuan tahun silam manusia telah menciptakan peradaban yang tinggi yang mungkin melebihi peradaban masa kini.
Hilangnya Peradaban Atlantis ribuan tahun, membuat banyak orang meneliti dan mencari keberadaan nya. Hingga banyak sekali versi dan cerita terungkapnnya Kota Atlantis, tetapi hingga kini hal itu belum ada yang terbukti nyata.
Menurut penelitian mutakhir Arsyso Santos selama 30 tahun, dalam bukunya Atlantis, The Lost Continent Finally Foun, The Definitive Localization Of Plato’s Lost Civilization (2005) menegaskan bahwa Atlantis berada di wilayah yang sekarang disebut Indonesia. Santos menampilkan 33 perbandingan, seperti luas wilayah,cuaca,kekayaan alam,gunung berapi dan cara bertani di Indonesia. Menurutnya sistem terasisasi (berundak) sawah di Indonesia diadopsi dari Candi Borobudur, Piramida Mesir dan Kuil Aztec di Meksiko.
Wilayah Indonesia pada ribuan tahun silam merupakan suatu benua yang menyatu,tidak terpecah-pecah ribuan pulau seperti sekarang. Hal ini serupa dengan Atlantis yang merupakan sebuah benua dengan puluhan gunung berapi aktif dan dikeliling oleh 2 samudra yang menyatu (Orientale), yaitu Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Wilayahnya terbentang dari selatan India, Sri Langka, Sumatra, jawa, Kalimantan hingga ke arah timur dengan wilayah yang disebut Indonesia sekarang ini sebagai pusatnya.
Terjadi letusan secara hampir bersamaan berbagai gunung berapi masa itu di wilayah Atlantis seperti, letusan Gunung Meru di India Selatan, Gunung Sumeru di Jawa Timur, Gunung di Sumatera hingga terbentuk Danau Toba dan Letusan Gunung Krakatau yang membelah Sumatera dengan Jawa. Karena berbagai letusan tersebut, menyebabkan lapisan es di kutub mencair dan mengalir ke samudra hingga luasnya bertambah. Terjadi efek beruntun dengan terjadinya gempa dan tsunami yang berakibat terpendamnya sebagian besar wilayah Atlantis.
Indonesia dianggap sebagai Atlantis yang hilang, hal yang seharusnya membuat kita bersyukur. Pada masa Atlantis merupakan pusat peradaban dunia, negeri makmur dengan sumber daya melimpah. Pun membuat kita belajar sebagai daerah rawan bencana, dari sejarah dan dengan teknologi mutakhir berusaha membangun Indonesia baru.
2. Indonesia Kuburan Harta Karun
Banyak harta karun yang bertebaran di wilayah Indonesia, baik di daratan terlebih lagi di lautan. Sebelum Bangsa Eropa menguasai wilayah Nusantara abad ke 15, Indonesia merupakan daerah perdagangan yang ramai. Menghubungkan perdagangan India, Timur Tengah, Cina dan orang-orang Eropa.
Dalam masa itu tak terhitung kapal yang hilang dan karam di perairan Nusantara. Dalam beberapa catatan ratusan kapal Cina pengangkut harta dan keramik berharga hilang, 800 kapal Portugis hilang sejak 1650 dalam perjalanan ke Atlantik Selatan dan Asia Tenggara, lebih dari 7.000 hilang dalam catatan English East India Company (EIC) dan 105 kapal VOC Belanda hilang dalam pelayaran antara 1602-1794, kesemua kapal tersebut bermuatan barang-barang berharga.
Berbagai peninggalan tersebut sudah banyak ditemukan. Setelah terjadinya Tsunami Aceh, beberapa titik di perairan Mentawai Sumatera ditemukan harta karun dari kapal Cina dan kapal dagang VOC yang karam.
Harta karun senilai Rp. 720 Miliar berupa 250.000 benda keramik, Kristal, permata dan emas ditemukan di perairan Cirebon, Jawa Barat tahun 2005 oleh eksplorasi pihak asing . Namun barang tersebut akhirnya dilego pada kolektor di Singapura.
Di Pulau Onrust daerah Teluk Jakarta diindikasikan terdapat penyimpanan harta karun VOC Belanda. Hal ini berdasar keganjilan sejarah tentang VOC yang bangkrut secara mendadak , karena merupakan institusi dagang Belanda yang besar dan telah lama mengeruk kekayaan alam Indonesia. Konon jumlah harta di Pulau Onrust bisa untuk melunasi Utang Indonesia.
Harta Karun yang tak kalah banyak adalah peninggalan Kerajaan-Kerajaan Nusantara. Dari kerajaan di Jawa seperti Singosari, Majapahit, Mataram, Pajajaran hingga Kerajaan di Sumatera , Kalimantan dan Daerah timur Indonesia menyimpan banyak sekali peninggalan harta karun. Menurut mitos harta karun tersebut tersimpan di alam gaib, tak bisa ditemukan dengan mudah. Harta-harta tersebut akan dapat ditemukan oleh “orang yang terpilih.” Telah banyak peninggalan dari kerajaan berupa perhiasan dan perlengkapan istana yang diketemukan tak sengaja, melalui penelitian ataupun orang yang memperoleh wangsit (petunjuk gaib).
Banyaknya harta yang terpendam di perairan dan daratan Nusantara selama ini belum dikelola baik oleh Pemerintah Indonesia, sayangnya lagi hal itu justru banyak menjadi incaran arkeolog dan pemburu harta karun untuk tujuan komersil pribadi.
3. Peninggalan Dana Revolusi Era Soekarno
Pada tahun 1906 terjadilah ikrar raja-raja nusantara yang di prakasai oleh Dr. Ernest François Eugène Douwes Dekker (umumnya dikenal dengan nama Douwes Dekker atau Danudirja Setiabudi, Soetomo, Raden Adipati Tirtokoesoemo (presiden pertama Budi Utomo), Pangeran Ario Noto Dirodjo dari Keraton Pakualaman. Raden Mas Soewardi Soerjaningrat dan Raden Hadji Oemar Said Tjokroaminoto dalam ikrar tersebut ditumbuhkannya rasa nasionalisme “tanah air (Indonesia) diatas segala-galanya”. Pada saat itu seluruh raja-raja nusantara menyumbangkan sebagian asset mereka untuk membantu perjuangan. (Dana Perjuangan). Sebagian dana itu dipakai untuk biaya perjuangan dan sebagian lagi disimpan di luar negeri.
Dana perjuangan lebih dikenal dengan Dana Revolusi / Dana Amanah mulai dihimpun lagi pada masa setelah kemerdekaan, dana revolusi yang dihimpun berdasar perpu no.19 tahun 1960. Isinya antara lain, mewajibkan semua perusahaan negara menyetorkan lima persen dari keuntungannya pada pemerintah bagi Dana Revolusi. Yang disebut perusahaan negara itu, termasuk pula berbagai perusahaan Belanda yang baru dinasionalisasikan, seperti perkebunan-perkebunan besar. Konon berjumlah ratusan juta dolar tersimpan di luar negeri.
Salah satu sumber Dana Revolusi terbesar adalah adanya "Perjanjian The Green Hilton Memorial Agreement Geneva" dibuat dan ditandatangani pada 21 November 1963 di hotel Hilton Geneva oleh Presiden AS John F Kennedy dan Presiden RI Ir Soekarno dengan saksi tokoh negara Swiss William Vouker. Perjanjian ini menyusul MoU diantara RI dan AS tiga tahun sebelumnya. Point penting perjanjian itu; Pemerintahan AS (selaku pihak I) mengakui 50 persen keberadaan emas murni batangan milik RI, yaitu sebanyak 57.150 ton dalam kemasan 17 paket emas dan pemerintah RI (selaku pihak II) menerima batangan emas itu dalam bentuk biaya sewa penggunaan kolateral dolar yang diperuntukkan pembangunan keuangan AS.
Dalam point penting lain pada dokumen perjanjian itu, tercantum klausul yang memuat perincian; atas penggunaan kolateral tersebut pemerintah AS harus membayar fee 2,5 persen setiap tahunnya sebagai biaya sewa kepada Indonesia, mulai berlaku jatuh tempo sejak 21 November 1965 (dua tahun setelah perjanjian). Account khusus akan dibuat untuk menampung asset pencairan fee tersebut. Maksudnya, walau point dalam perjanjian tersebut tanpa mencantumkan klausul pengembalian harta, namun ada butir pengakuan status koloteral tersebut yang bersifat sewa (leasing). Biaya yang ditetapkan dalam dalam perjanjian itu sebesar 2,5 persen setiap tahun bagi siapa atau bagi negara mana saja yang menggunakannya.
Biaya pembayaran sewa kolateral yang 2,5 persen ini dibayarkan pada sebuah account khusus atas nama The Heritage Foundation (The HEF) yang pencairannya hanya boleh dilakukan oleh Bung Karno sendiri atas persetujuan Sri Paus Vatikan. Sedang pelaksanaan operasionalnya dilakukan Pemerintahan Swiss melalui United Bank of Switzerland (UBS). Kesepakatan ini berlaku dalam dua tahun ke depan sejak ditandatanganinya perjanjian tersebut, yakni pada 21 November 1965.
Sepenggal kalimat penting dalam perjanjian tersebut => ”Considering this statement, which was written andsigned in Novemver, 21th 1963 while the new certificate was valid in 1965 all the ownership, then the following total volumes were justobtained.” Perjanjian hitam di atas putih itu berkepala surat lambang Garuda bertinta emas di bagian atasnya dan berstempel ’The President of The United State of America’ dan ’Switzerland of Suisse’.
Berbagai otoritas moneter maupun kaum Monetarist, menilai perjanjian itu sebagai fondasi kolateral ekonomi perbankan dunia hingga kini. Ada pandangan khusus para ekonom, AS dapat menjadi negara kaya karena dijamin hartanya ’rakyat Indonesia’, yakni 57.150 ton emas murni milik para raja di Nusantara ini. Pandangan ini melahirkan opini kalau negara AS memang berutang banyak pada Indonesia, karena harta itu bukan punya pemerintah AS dan bukan punya negara Indonesia, melainkan harta raja-rajanya bangsa Indonesia.
Bagi Politikus AS sendiri, perjanjian The Green Hilton Agreement merupakan perjanjian paling tolol yang dilakukan pemerintah AS. Karena dalam perjanjian itu AS mengakui asset emas bangsa Indonesia. Sejarah ini berawal ketika 350 tahun Belanda menguasai Jawa dan sebagian besar Indonesia. Ketika itu para raja dan kalangan bangsawan, khususnya yang pro atau ’tunduk’ kepada Belanda lebih suka menyimpan harta kekayaannya dalam bentuk batangan emas di bank sentral milik kerajaan Belanda di Hindia Belanda, The Javache Bank (cikal bakal Bank Indonesia). Namun secara diam-diam para bankir The Javasche Bank (atas instruksi pemerintahnya) memboyong seluruh batangan emas milik para nasabahnya (para raja-raja dan bangsawan Nusantara) ke negerinya di Netherlands sana dengan dalih keamanannya akan lebih terjaga kalau disimpan di pusat kerajaan Belanda saat para nasabah mempertanyakan hal itu setelah belakangan hari ketahuan.
Waktu terus berjalan, lalu meletuslah Perang Dunia II di front Eropa, dimana kala itu wilayah kerajaan Belanda dicaplok pasukan Nazi Jerman. Militer Hitler dan pasukan SS Nazi-nya memboyong seluruh harta kekayaan Belanda ke Jerman. Sialnya, semua harta simpanan para raja di Nusantara yang tersimpan di bank sentral Belanda ikut digondol ke Jerman.
Perang Dunia II front Eropa berakhir dengan kekalahan Jerman di tangan pasukan Sekutu yang dipimpin AS. Oleh pasukan AS segenap harta jarahan SS Nazi pimpinan Adolf Hitler diangkut semua ke daratan AS, tanpa terkecuali harta milik raja-raja dan bangsawan di Nusantara yang sebelumnya disimpan pada bank sentral Belanda. Maka dengan modal harta tersebut, Amerika kembali membangun The Federal Reserve Bank (FED) yang hampir bangkrut karena dampak Perang Dunia II, oleh ’pemerintahnya’ The FED ditargetkan menjadi ujung tombak sistem kapitalisme AS dalam menguasai ekonomi dunia.
Belakangan kabar ’penjarahan’ emas batangan oleh pasukan AS untuk modal membangun kembali ekonomi AS yang sempat terpuruk pada Perang Dunia II itu didengar pula oleh Ir Soekarno selaku Presiden I RI yang langsung meresponnya lewat jalur rahasia diplomatic untuk memperoleh kembali harta karun itu dengan mengutus Dr Subandrio, Chaerul saleh dan Yusuf Muda Dalam walaupun peluang mendapatkan kembali hak sebagai pemilik harta tersebut sangat kecil. Pihak AS dan beberapa negara Sekutu saat itu selalu berdalih kalau Perang Dunia masuk dalam kategori Force Majeur yang artinya tidak ada kewajiban pengembalian harta tersebut oleh pihak pemenang perang.
Namun dengan kekuatan diplomasi Bung Karno akhirnya berhasil meyakinkan para petinggi AS dan Eropa kalau asset harta kekayaan yang diakuisisi Sekutu berasal dari Indonesia dan milik Rakyat Indonesia. Bung Karno menyodorkan fakta-fakta yang memastikan para ahli waris dari nasabah The Javache Bank selaku pemilik harta tersebut masih hidup !!
Nah, salah satu klausul dalam perjanjian The Green Hilton Agreement tersebut adalah membagi separoh separoh (50% & 50%) antara RI dan AS-Sekutu dengan ’bonus belakangan’ satelit Palapa dibagi gratis oleh AS kepada RI. Artinya, 50 persen (52.150 ton emas murni) dijadikan kolateral untuk membangun ekonomi AS dan beberapa negara eropa yang baru luluh lantak dihajar Nazi Jerman, sedang 50 persen lagi dijadikan sebagai kolateral yang membolehkan bagi siapapun dan negara manapun untuk menggunakan harta tersebut dengan sistem sewa (leasing) selama 41 tahun dengan biaya sewa per tahun sebesar 2,5 persen yang harus dibayarkan kepada RI melalui Ir.Soekarno. Kenapa hanya 2,5 persen ? Karena Bun Karno ingin menerapkan aturan zakat dalam Islam.
Pembayaran biaya sewa yang 2,5 persen itu harus dibayarkan pada sebuah account khusus a/n The Heritage Foundation (The HEF) dengan instrumentnya adalah lembaga-lembaga otoritas keuangan dunia (IMF, World Bank, The FED dan The Bank International of Sattlement/BIS). Kalau dihitung sejak 21 November 1965, maka jatuh tempo pembayaran biaya sewa yang harus dibayarkan kepada RI pada 21 November 2006. Berapa besarnya ? 102,5 persen dari nilai pokok yang banyaknya 57.150 ton emas murni + 1.428,75 ton emas murni = 58.578,75 ton emas murni yang harus dibayarkan para pengguna dana kolateral milik bangsa Indonesia ini.
Padahal, terhitung pada 21 November 2010, dana yang tertampung dalam The Heritage Foundation (The HEF) sudah tidak terhitung nilainya. Jika biaya sewa 2.5 per tahun ditetapkan dari total jumlah batangan emasnya 57.150 ton, maka selama 45 tahun X 2,5 persen = 112,5 persen atau lebih dari nilai pokok yang 57.150 ton emas itu, yaitu 64.293,75 ton emas murni yang harus dibayarkan pemerintah AS kepada RI. Jika harga 1 troy once emas (31,105 gram emas ) saat ini sekitar 1.500 dolar AS, berapa nilai sewa kolateral emas sebanyak itu ?? Hitung sendiri aja !!
Mengenai keberadaan account The HEF, tidak ada lembaga otoritas keuangan dunia manapun yang dapat mengakses rekening khusus ini, termasuk lembaga pajak. Karena keberadaannya yang sangat rahasia. Makanya, selain negara-negara di Eropa maupun AS yang memanfaatkan rekening The HEF ini, banyak taipan kelas dunia maupun ’penjahat ekonomi’ kelas paus dan hiu yang menitipkan kekayaannya pada rekening khusus ini agar terhindar dari pajak. Tercatat orang-orang seperti George Soros, Bill Gate, Donald Trump, Adnan Kasogi, Raja Yordania, Putra Mahkota Saudi Arabia, bangsawan Turko dan Maroko adalah termasuk orang-orang yang menitipkan kekayaannya pada rekening khusus tersebut.
Pada masa Pemerintahan Soeharto hingga Megawati telah diadakan suatu operasi untuk mengembalikan dana tersebut ke Indonesia. Bahkan para bankir hitam kelas dunia, CIA dan MOSSAD (agen rahasia Israel) berusaha keras untuk mendapatkan user account dan PIN The HEF tersebut, termasuk mencari tahu siapa yang diberi mandat Ir Soekarno terhadap account khusus itu. Namun usaha puhak-pihak yang mencoba mendapatkan harta tersebut belum menghasilkan, Ir Soekarno atau Bung Karno tidak pernah memberikan mandat kepada siapa pun. Artinya pemilik harta rakyat Indonesia itu tunggal, yakni atas nama Bung Karno sendiri. Sampai saat ini !!!
4. Akan Datangnya Ratu Adil
Menurut beberapa sumber yang diyakini mayarakat, menyebutkan akan adanya “Roda Cokro Manggilingan” (Penggulangan Sejarah) dan datangnya sosok pemimpin yang akan membawa Indonesia ke masa keemasannya. Diantaranya adalah bait syair Jayabaya, Serat Musarar Jayabaya, Ramalan Sabdo Palon Noyo Genggong, Serat Kalatidha R.Ng. Ronggowarsito, Serat Darmogandhul, Wangsit Siliwangi, dan hadist Nabi Muhammad SAW semuanya lengkap dalam konteks yang tersirat di dalamnya (lengkapnya di sini).
Dalam bab akhir Jangka Jayabaya, menyebutkan pasca goro-goro besar melanda planet bumi (antara lain terjadi kiamat bumi, perang besar, perang dunia, serangan jatuhnya benda angkasa, badai matahari, bencana alam terus-menerus) dan pulihnya jagad bumi manusia seperti sediakala menjadi normal kembali maka tatkala itulah akan tampil ke depan memimpin rakyat Nusantara, sang Ratu Adil sejati atau yang lebih popular disebut "satrio piningit" ataupun "satrio pinandito sinisihan wahyu". Sang pemimpin yang adil bijaksana ini akan didampingi titisan atau reinkarnasi terbaru Sabdo Palon, mereka berdua bersama memimpin kejayaan Nusantara dan bumi selatan yang berpenduduk bangsa kulit berwarna. Sedangkan bangsa kulit putih dan bangsa berkulit kuning bukan menjadi urusan beliau. Demikian garis besar ucapan Sabdo Palon tatkala muncul pertama kali setelah menghilang selama limaratus tahun sejak runtuhnya Majapahit. Sabdo Palon merupakan penasihat Jayabaya raja Kediri, dan kemudian menitis kembali menjadi penasihat Prabu Brawijaya V.
Ramalan ( Jangka) Joyoboyo berkenaan munculnya sang Ratu Adil juga sesuai menurut Uga Wangsit Prabu Siliwangi tentang pendamping Ratu Adil yakni pemuda berjanggut, dan juga sesuai ucapan Sabdo Palon, kedua pemimpin Nusantara tersebut adalah dwi-tunggal satu sama lain saling melengkapi dan tidak saling bertentangan. Tugas atau peran Sabdo Palon ialah mengadakan "fit and propher test" terhadap "Ratu Adil" satrio piningit. Sabdo Palon memang telah muncul akan tetapi Ratu Adil "Satrio Piningit" belum ada atau belum maju ke hadapan Sabdo Palon. Mengapa? Ratu Adil "Satrio Piningit" belum menerima wahyu Illahi atau pulung gaib wahyu keprabon karena memang belum tiba saat yang tepat. Kapan dan di mana keberadaan Sabdo Palon (yang tengah menghilang kembali) dan calon Ratu Adil "Satrio Piningit" memang belum ditemukan selama mereka belum muncul karena sebab besar atau goro-goro besar belum terjadi. Dalam teori revolusi mbah Karl Marx dan mbah Lenin, "seorang pemimpin akan selalu muncul dengan sendirinya tatkala segenap rakyat sudah siap dan matang untuk mengadakan revolusi." Pemimpin revolusi tidak akan mengumumkan kapan memulai suatu revolusi, rakyatlah yang merasa kehidupannya penuh derita tiada akhir dan negara tak peduli pada keadaan yang menyengsarakan bagi rakyat, sehingga pada akhirnya rakyat tidak lagi mempercayai negara. Tatkala itulah seorang pemimpin bakal tampil maju ke depan untuk memimpin rakyat yang sudah matang hendak mengadakan revolusi.
Inilah bait yang menggambarkan kemunculan Ratu Adil "satrio piningit" yang dilontarkan oleh Sang Prabu Sri Aji Joyoboyo dari Kediri pada abad keduabelas masehi (1100-an) :
“ selet-selete yen mbesuk ngancik tutuping tahun sinungkalan dewa wolu, ngasta manggalaning ratu, bakal ana dewa ngejawantah, apengawak manungsa.”
Kelak menjelang tutup tahun sinungkalan dewa wolu, ngasta manggalaning ratu (1988 Saka atau 2066 Masehi). Akan muncul dewa turun ke bumi yang berwujud seorang manusia (Ratu Adil yang secara populer disebut "Satrio Piningit").
Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu, sosok dalam ramalan Ronggowarsito sebagai penyempurnaan daripada Ramalan Joyoboyo adalah manusia terpilih pengemban pulung gaib wahyu keprabon, dan kelak akan marak sebagai Ratu Adil yang diemong oleh Sabdo Palon.
Pemerintahan dalam tatanan dunia baru yang berpusat di salah satu pulau di Nusantara itu berbentuk kerajaan, tepatnya adalah kerajaan Jawa modern, ajaran lama yang diperbarui akan bergairah kembali, termasuk di dalamnya sifat-sifat kejawen yang telah direformasi sesuai dengan jamannya sangatlah dominan dalam ajaran tersebut.
Dalam sebuah hadits Nabi Muhammad SAW mengisyaratkan bahwa Imam Mahdi pasti datang di akhir zaman. Ia akan memimpin ummat Islam keluar dari kegelapan kezaliman dan kesewenang-wenangan menuju cahaya keadilan dan kejujuran yang menerangi dunia seluruhnya.
“Andaikan dunia tinggal sehari sungguh Allah akan panjangkan hari tersebut sehingga diutus padanya seorang lelaki dari ahli baitku namanya serupa namaku dan nama ayahnya serupa nama ayahku. Ia akan penuhi bumi dengan kejujuran dan keadilan sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kezaliman dan penganiayaan.” (HR abu Dawud 9435). Hadist ini memberikan kabar akan munculnya pemimpin di negeri Islam yang sedang bergolak. Sebagian kalangan muslim percaya akan muncul pemimpin baru Islam bermukjizat, dan menyebutnya Imam Mahdi ( Pemimpin yang terpilih). Ia akan menghantarkan rakyat meninggalkan babak era para penguasa diktator yang memaksakan kehendak dan mengabaikan kehendak Tuhan menuju babak tegaknya kembali kekhalifahan Islam yang mengikuti manhaj, sistem atau metode Kenabian. Lelaki itu keturunan Nabi Muhammad SAW, akan mengantarkan ummat Islam menuju babak Khilafatun ’ala Minhaj An-Nubuwwah. Imam Mahdi akan berperan sebagai panglima di akhir zaman untuk memerangi para Mulkan Jabriyyan (Para Penguasa Diktator) yang telah lama bercokol di berbagai negeri-negeri di dunia.
Beberapa pendapat memparalelkan Imam Mahdi menurut Hadist Nabi Muhammad SAW dengan Ratu Adil versi Ramalan Jayabaya, dengan dalih bahwa Jayabaya telah memeluk Agama Islam dan mendapatkan petunjuk Illahiah sehingga dapat memaparkan ramalan-ramalan tersebut. Pendapat lain bahwa istilah Ratu Adil adalah hasil transfer bahasa dan makna dari dalam hadist oleh para wali (Sunan Bonang, Sunan Giri dan Sunan Kalijaga).
Terlepas dari semua uraian saya tentang Misteri Kejayaan Indonesia, tidaklah menjadikan kita menjadi orang yang percaya takhyul ( musyrik ) dan mengada-ada, karena semua ini berdasar penelitian dan sumber sejarah. Semoga hal ini mampu memacu semangat kita untuk berkarya, menjadikan Indonesia Berjaya !!!
1. Indonesia Adalah Atlantis Yang Hilang

Peradaban Atlantis merupakan Mitos yang kali pertama dicetuskan Filsuf Yunani Kuno bernama Plato (427 – 347 SM) dalam bukunya Critias dan Timaeus. Dalam kedua buku tersebut menceritakan tentang sebuah daratan raksasa dengan peradaban yang menakjubkan pada masa lampau. Atlantis bukanlah khayalan Plato, hal itu diceritakan turun-temurun dan diamini oleh banyak tokoh di masanya.
Atlantis menghasilkan emas dan perak yang banyak, hingga istananya yang megah dikelilingi tembok dari emas dan perak. Daerahnya kaya sumber daya alam dan perkembangan peradabannya pesat, memiliki pelabuhan dan armada kapal lengkap, juga benda yang mampu membuat orang terbang. Kekuasaannya mencakup wilayah yang luas hingga Eropa dan Afrika. Setelah hanyut dilanda gempa dahsyat, wilayah itu menghilang dan terlupakan. Jika uraikan Plato nyata, maka ribuan tahun silam manusia telah menciptakan peradaban yang tinggi yang mungkin melebihi peradaban masa kini.
Hilangnya Peradaban Atlantis ribuan tahun, membuat banyak orang meneliti dan mencari keberadaan nya. Hingga banyak sekali versi dan cerita terungkapnnya Kota Atlantis, tetapi hingga kini hal itu belum ada yang terbukti nyata.
Menurut penelitian mutakhir Arsyso Santos selama 30 tahun, dalam bukunya Atlantis, The Lost Continent Finally Foun, The Definitive Localization Of Plato’s Lost Civilization (2005) menegaskan bahwa Atlantis berada di wilayah yang sekarang disebut Indonesia. Santos menampilkan 33 perbandingan, seperti luas wilayah,cuaca,kekayaan alam,gunung berapi dan cara bertani di Indonesia. Menurutnya sistem terasisasi (berundak) sawah di Indonesia diadopsi dari Candi Borobudur, Piramida Mesir dan Kuil Aztec di Meksiko.
Wilayah Indonesia pada ribuan tahun silam merupakan suatu benua yang menyatu,tidak terpecah-pecah ribuan pulau seperti sekarang. Hal ini serupa dengan Atlantis yang merupakan sebuah benua dengan puluhan gunung berapi aktif dan dikeliling oleh 2 samudra yang menyatu (Orientale), yaitu Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Wilayahnya terbentang dari selatan India, Sri Langka, Sumatra, jawa, Kalimantan hingga ke arah timur dengan wilayah yang disebut Indonesia sekarang ini sebagai pusatnya.
Terjadi letusan secara hampir bersamaan berbagai gunung berapi masa itu di wilayah Atlantis seperti, letusan Gunung Meru di India Selatan, Gunung Sumeru di Jawa Timur, Gunung di Sumatera hingga terbentuk Danau Toba dan Letusan Gunung Krakatau yang membelah Sumatera dengan Jawa. Karena berbagai letusan tersebut, menyebabkan lapisan es di kutub mencair dan mengalir ke samudra hingga luasnya bertambah. Terjadi efek beruntun dengan terjadinya gempa dan tsunami yang berakibat terpendamnya sebagian besar wilayah Atlantis.
Indonesia dianggap sebagai Atlantis yang hilang, hal yang seharusnya membuat kita bersyukur. Pada masa Atlantis merupakan pusat peradaban dunia, negeri makmur dengan sumber daya melimpah. Pun membuat kita belajar sebagai daerah rawan bencana, dari sejarah dan dengan teknologi mutakhir berusaha membangun Indonesia baru.
2. Indonesia Kuburan Harta Karun
Banyak harta karun yang bertebaran di wilayah Indonesia, baik di daratan terlebih lagi di lautan. Sebelum Bangsa Eropa menguasai wilayah Nusantara abad ke 15, Indonesia merupakan daerah perdagangan yang ramai. Menghubungkan perdagangan India, Timur Tengah, Cina dan orang-orang Eropa.
Dalam masa itu tak terhitung kapal yang hilang dan karam di perairan Nusantara. Dalam beberapa catatan ratusan kapal Cina pengangkut harta dan keramik berharga hilang, 800 kapal Portugis hilang sejak 1650 dalam perjalanan ke Atlantik Selatan dan Asia Tenggara, lebih dari 7.000 hilang dalam catatan English East India Company (EIC) dan 105 kapal VOC Belanda hilang dalam pelayaran antara 1602-1794, kesemua kapal tersebut bermuatan barang-barang berharga.
Berbagai peninggalan tersebut sudah banyak ditemukan. Setelah terjadinya Tsunami Aceh, beberapa titik di perairan Mentawai Sumatera ditemukan harta karun dari kapal Cina dan kapal dagang VOC yang karam.
Harta karun senilai Rp. 720 Miliar berupa 250.000 benda keramik, Kristal, permata dan emas ditemukan di perairan Cirebon, Jawa Barat tahun 2005 oleh eksplorasi pihak asing . Namun barang tersebut akhirnya dilego pada kolektor di Singapura.
Di Pulau Onrust daerah Teluk Jakarta diindikasikan terdapat penyimpanan harta karun VOC Belanda. Hal ini berdasar keganjilan sejarah tentang VOC yang bangkrut secara mendadak , karena merupakan institusi dagang Belanda yang besar dan telah lama mengeruk kekayaan alam Indonesia. Konon jumlah harta di Pulau Onrust bisa untuk melunasi Utang Indonesia.
Harta Karun yang tak kalah banyak adalah peninggalan Kerajaan-Kerajaan Nusantara. Dari kerajaan di Jawa seperti Singosari, Majapahit, Mataram, Pajajaran hingga Kerajaan di Sumatera , Kalimantan dan Daerah timur Indonesia menyimpan banyak sekali peninggalan harta karun. Menurut mitos harta karun tersebut tersimpan di alam gaib, tak bisa ditemukan dengan mudah. Harta-harta tersebut akan dapat ditemukan oleh “orang yang terpilih.” Telah banyak peninggalan dari kerajaan berupa perhiasan dan perlengkapan istana yang diketemukan tak sengaja, melalui penelitian ataupun orang yang memperoleh wangsit (petunjuk gaib).
Banyaknya harta yang terpendam di perairan dan daratan Nusantara selama ini belum dikelola baik oleh Pemerintah Indonesia, sayangnya lagi hal itu justru banyak menjadi incaran arkeolog dan pemburu harta karun untuk tujuan komersil pribadi.
3. Peninggalan Dana Revolusi Era Soekarno
Pada tahun 1906 terjadilah ikrar raja-raja nusantara yang di prakasai oleh Dr. Ernest François Eugène Douwes Dekker (umumnya dikenal dengan nama Douwes Dekker atau Danudirja Setiabudi, Soetomo, Raden Adipati Tirtokoesoemo (presiden pertama Budi Utomo), Pangeran Ario Noto Dirodjo dari Keraton Pakualaman. Raden Mas Soewardi Soerjaningrat dan Raden Hadji Oemar Said Tjokroaminoto dalam ikrar tersebut ditumbuhkannya rasa nasionalisme “tanah air (Indonesia) diatas segala-galanya”. Pada saat itu seluruh raja-raja nusantara menyumbangkan sebagian asset mereka untuk membantu perjuangan. (Dana Perjuangan). Sebagian dana itu dipakai untuk biaya perjuangan dan sebagian lagi disimpan di luar negeri.
Dana perjuangan lebih dikenal dengan Dana Revolusi / Dana Amanah mulai dihimpun lagi pada masa setelah kemerdekaan, dana revolusi yang dihimpun berdasar perpu no.19 tahun 1960. Isinya antara lain, mewajibkan semua perusahaan negara menyetorkan lima persen dari keuntungannya pada pemerintah bagi Dana Revolusi. Yang disebut perusahaan negara itu, termasuk pula berbagai perusahaan Belanda yang baru dinasionalisasikan, seperti perkebunan-perkebunan besar. Konon berjumlah ratusan juta dolar tersimpan di luar negeri.
Salah satu sumber Dana Revolusi terbesar adalah adanya "Perjanjian The Green Hilton Memorial Agreement Geneva" dibuat dan ditandatangani pada 21 November 1963 di hotel Hilton Geneva oleh Presiden AS John F Kennedy dan Presiden RI Ir Soekarno dengan saksi tokoh negara Swiss William Vouker. Perjanjian ini menyusul MoU diantara RI dan AS tiga tahun sebelumnya. Point penting perjanjian itu; Pemerintahan AS (selaku pihak I) mengakui 50 persen keberadaan emas murni batangan milik RI, yaitu sebanyak 57.150 ton dalam kemasan 17 paket emas dan pemerintah RI (selaku pihak II) menerima batangan emas itu dalam bentuk biaya sewa penggunaan kolateral dolar yang diperuntukkan pembangunan keuangan AS.
Dalam point penting lain pada dokumen perjanjian itu, tercantum klausul yang memuat perincian; atas penggunaan kolateral tersebut pemerintah AS harus membayar fee 2,5 persen setiap tahunnya sebagai biaya sewa kepada Indonesia, mulai berlaku jatuh tempo sejak 21 November 1965 (dua tahun setelah perjanjian). Account khusus akan dibuat untuk menampung asset pencairan fee tersebut. Maksudnya, walau point dalam perjanjian tersebut tanpa mencantumkan klausul pengembalian harta, namun ada butir pengakuan status koloteral tersebut yang bersifat sewa (leasing). Biaya yang ditetapkan dalam dalam perjanjian itu sebesar 2,5 persen setiap tahun bagi siapa atau bagi negara mana saja yang menggunakannya.
Biaya pembayaran sewa kolateral yang 2,5 persen ini dibayarkan pada sebuah account khusus atas nama The Heritage Foundation (The HEF) yang pencairannya hanya boleh dilakukan oleh Bung Karno sendiri atas persetujuan Sri Paus Vatikan. Sedang pelaksanaan operasionalnya dilakukan Pemerintahan Swiss melalui United Bank of Switzerland (UBS). Kesepakatan ini berlaku dalam dua tahun ke depan sejak ditandatanganinya perjanjian tersebut, yakni pada 21 November 1965.
Sepenggal kalimat penting dalam perjanjian tersebut => ”Considering this statement, which was written andsigned in Novemver, 21th 1963 while the new certificate was valid in 1965 all the ownership, then the following total volumes were justobtained.” Perjanjian hitam di atas putih itu berkepala surat lambang Garuda bertinta emas di bagian atasnya dan berstempel ’The President of The United State of America’ dan ’Switzerland of Suisse’.
Berbagai otoritas moneter maupun kaum Monetarist, menilai perjanjian itu sebagai fondasi kolateral ekonomi perbankan dunia hingga kini. Ada pandangan khusus para ekonom, AS dapat menjadi negara kaya karena dijamin hartanya ’rakyat Indonesia’, yakni 57.150 ton emas murni milik para raja di Nusantara ini. Pandangan ini melahirkan opini kalau negara AS memang berutang banyak pada Indonesia, karena harta itu bukan punya pemerintah AS dan bukan punya negara Indonesia, melainkan harta raja-rajanya bangsa Indonesia.
Bagi Politikus AS sendiri, perjanjian The Green Hilton Agreement merupakan perjanjian paling tolol yang dilakukan pemerintah AS. Karena dalam perjanjian itu AS mengakui asset emas bangsa Indonesia. Sejarah ini berawal ketika 350 tahun Belanda menguasai Jawa dan sebagian besar Indonesia. Ketika itu para raja dan kalangan bangsawan, khususnya yang pro atau ’tunduk’ kepada Belanda lebih suka menyimpan harta kekayaannya dalam bentuk batangan emas di bank sentral milik kerajaan Belanda di Hindia Belanda, The Javache Bank (cikal bakal Bank Indonesia). Namun secara diam-diam para bankir The Javasche Bank (atas instruksi pemerintahnya) memboyong seluruh batangan emas milik para nasabahnya (para raja-raja dan bangsawan Nusantara) ke negerinya di Netherlands sana dengan dalih keamanannya akan lebih terjaga kalau disimpan di pusat kerajaan Belanda saat para nasabah mempertanyakan hal itu setelah belakangan hari ketahuan.
Waktu terus berjalan, lalu meletuslah Perang Dunia II di front Eropa, dimana kala itu wilayah kerajaan Belanda dicaplok pasukan Nazi Jerman. Militer Hitler dan pasukan SS Nazi-nya memboyong seluruh harta kekayaan Belanda ke Jerman. Sialnya, semua harta simpanan para raja di Nusantara yang tersimpan di bank sentral Belanda ikut digondol ke Jerman.
Perang Dunia II front Eropa berakhir dengan kekalahan Jerman di tangan pasukan Sekutu yang dipimpin AS. Oleh pasukan AS segenap harta jarahan SS Nazi pimpinan Adolf Hitler diangkut semua ke daratan AS, tanpa terkecuali harta milik raja-raja dan bangsawan di Nusantara yang sebelumnya disimpan pada bank sentral Belanda. Maka dengan modal harta tersebut, Amerika kembali membangun The Federal Reserve Bank (FED) yang hampir bangkrut karena dampak Perang Dunia II, oleh ’pemerintahnya’ The FED ditargetkan menjadi ujung tombak sistem kapitalisme AS dalam menguasai ekonomi dunia.
Belakangan kabar ’penjarahan’ emas batangan oleh pasukan AS untuk modal membangun kembali ekonomi AS yang sempat terpuruk pada Perang Dunia II itu didengar pula oleh Ir Soekarno selaku Presiden I RI yang langsung meresponnya lewat jalur rahasia diplomatic untuk memperoleh kembali harta karun itu dengan mengutus Dr Subandrio, Chaerul saleh dan Yusuf Muda Dalam walaupun peluang mendapatkan kembali hak sebagai pemilik harta tersebut sangat kecil. Pihak AS dan beberapa negara Sekutu saat itu selalu berdalih kalau Perang Dunia masuk dalam kategori Force Majeur yang artinya tidak ada kewajiban pengembalian harta tersebut oleh pihak pemenang perang.
Namun dengan kekuatan diplomasi Bung Karno akhirnya berhasil meyakinkan para petinggi AS dan Eropa kalau asset harta kekayaan yang diakuisisi Sekutu berasal dari Indonesia dan milik Rakyat Indonesia. Bung Karno menyodorkan fakta-fakta yang memastikan para ahli waris dari nasabah The Javache Bank selaku pemilik harta tersebut masih hidup !!
Nah, salah satu klausul dalam perjanjian The Green Hilton Agreement tersebut adalah membagi separoh separoh (50% & 50%) antara RI dan AS-Sekutu dengan ’bonus belakangan’ satelit Palapa dibagi gratis oleh AS kepada RI. Artinya, 50 persen (52.150 ton emas murni) dijadikan kolateral untuk membangun ekonomi AS dan beberapa negara eropa yang baru luluh lantak dihajar Nazi Jerman, sedang 50 persen lagi dijadikan sebagai kolateral yang membolehkan bagi siapapun dan negara manapun untuk menggunakan harta tersebut dengan sistem sewa (leasing) selama 41 tahun dengan biaya sewa per tahun sebesar 2,5 persen yang harus dibayarkan kepada RI melalui Ir.Soekarno. Kenapa hanya 2,5 persen ? Karena Bun Karno ingin menerapkan aturan zakat dalam Islam.
Pembayaran biaya sewa yang 2,5 persen itu harus dibayarkan pada sebuah account khusus a/n The Heritage Foundation (The HEF) dengan instrumentnya adalah lembaga-lembaga otoritas keuangan dunia (IMF, World Bank, The FED dan The Bank International of Sattlement/BIS). Kalau dihitung sejak 21 November 1965, maka jatuh tempo pembayaran biaya sewa yang harus dibayarkan kepada RI pada 21 November 2006. Berapa besarnya ? 102,5 persen dari nilai pokok yang banyaknya 57.150 ton emas murni + 1.428,75 ton emas murni = 58.578,75 ton emas murni yang harus dibayarkan para pengguna dana kolateral milik bangsa Indonesia ini.
Padahal, terhitung pada 21 November 2010, dana yang tertampung dalam The Heritage Foundation (The HEF) sudah tidak terhitung nilainya. Jika biaya sewa 2.5 per tahun ditetapkan dari total jumlah batangan emasnya 57.150 ton, maka selama 45 tahun X 2,5 persen = 112,5 persen atau lebih dari nilai pokok yang 57.150 ton emas itu, yaitu 64.293,75 ton emas murni yang harus dibayarkan pemerintah AS kepada RI. Jika harga 1 troy once emas (31,105 gram emas ) saat ini sekitar 1.500 dolar AS, berapa nilai sewa kolateral emas sebanyak itu ?? Hitung sendiri aja !!
Mengenai keberadaan account The HEF, tidak ada lembaga otoritas keuangan dunia manapun yang dapat mengakses rekening khusus ini, termasuk lembaga pajak. Karena keberadaannya yang sangat rahasia. Makanya, selain negara-negara di Eropa maupun AS yang memanfaatkan rekening The HEF ini, banyak taipan kelas dunia maupun ’penjahat ekonomi’ kelas paus dan hiu yang menitipkan kekayaannya pada rekening khusus ini agar terhindar dari pajak. Tercatat orang-orang seperti George Soros, Bill Gate, Donald Trump, Adnan Kasogi, Raja Yordania, Putra Mahkota Saudi Arabia, bangsawan Turko dan Maroko adalah termasuk orang-orang yang menitipkan kekayaannya pada rekening khusus tersebut.
Pada masa Pemerintahan Soeharto hingga Megawati telah diadakan suatu operasi untuk mengembalikan dana tersebut ke Indonesia. Bahkan para bankir hitam kelas dunia, CIA dan MOSSAD (agen rahasia Israel) berusaha keras untuk mendapatkan user account dan PIN The HEF tersebut, termasuk mencari tahu siapa yang diberi mandat Ir Soekarno terhadap account khusus itu. Namun usaha puhak-pihak yang mencoba mendapatkan harta tersebut belum menghasilkan, Ir Soekarno atau Bung Karno tidak pernah memberikan mandat kepada siapa pun. Artinya pemilik harta rakyat Indonesia itu tunggal, yakni atas nama Bung Karno sendiri. Sampai saat ini !!!
4. Akan Datangnya Ratu Adil
Menurut beberapa sumber yang diyakini mayarakat, menyebutkan akan adanya “Roda Cokro Manggilingan” (Penggulangan Sejarah) dan datangnya sosok pemimpin yang akan membawa Indonesia ke masa keemasannya. Diantaranya adalah bait syair Jayabaya, Serat Musarar Jayabaya, Ramalan Sabdo Palon Noyo Genggong, Serat Kalatidha R.Ng. Ronggowarsito, Serat Darmogandhul, Wangsit Siliwangi, dan hadist Nabi Muhammad SAW semuanya lengkap dalam konteks yang tersirat di dalamnya (lengkapnya di sini).
Dalam bab akhir Jangka Jayabaya, menyebutkan pasca goro-goro besar melanda planet bumi (antara lain terjadi kiamat bumi, perang besar, perang dunia, serangan jatuhnya benda angkasa, badai matahari, bencana alam terus-menerus) dan pulihnya jagad bumi manusia seperti sediakala menjadi normal kembali maka tatkala itulah akan tampil ke depan memimpin rakyat Nusantara, sang Ratu Adil sejati atau yang lebih popular disebut "satrio piningit" ataupun "satrio pinandito sinisihan wahyu". Sang pemimpin yang adil bijaksana ini akan didampingi titisan atau reinkarnasi terbaru Sabdo Palon, mereka berdua bersama memimpin kejayaan Nusantara dan bumi selatan yang berpenduduk bangsa kulit berwarna. Sedangkan bangsa kulit putih dan bangsa berkulit kuning bukan menjadi urusan beliau. Demikian garis besar ucapan Sabdo Palon tatkala muncul pertama kali setelah menghilang selama limaratus tahun sejak runtuhnya Majapahit. Sabdo Palon merupakan penasihat Jayabaya raja Kediri, dan kemudian menitis kembali menjadi penasihat Prabu Brawijaya V.
Ramalan ( Jangka) Joyoboyo berkenaan munculnya sang Ratu Adil juga sesuai menurut Uga Wangsit Prabu Siliwangi tentang pendamping Ratu Adil yakni pemuda berjanggut, dan juga sesuai ucapan Sabdo Palon, kedua pemimpin Nusantara tersebut adalah dwi-tunggal satu sama lain saling melengkapi dan tidak saling bertentangan. Tugas atau peran Sabdo Palon ialah mengadakan "fit and propher test" terhadap "Ratu Adil" satrio piningit. Sabdo Palon memang telah muncul akan tetapi Ratu Adil "Satrio Piningit" belum ada atau belum maju ke hadapan Sabdo Palon. Mengapa? Ratu Adil "Satrio Piningit" belum menerima wahyu Illahi atau pulung gaib wahyu keprabon karena memang belum tiba saat yang tepat. Kapan dan di mana keberadaan Sabdo Palon (yang tengah menghilang kembali) dan calon Ratu Adil "Satrio Piningit" memang belum ditemukan selama mereka belum muncul karena sebab besar atau goro-goro besar belum terjadi. Dalam teori revolusi mbah Karl Marx dan mbah Lenin, "seorang pemimpin akan selalu muncul dengan sendirinya tatkala segenap rakyat sudah siap dan matang untuk mengadakan revolusi." Pemimpin revolusi tidak akan mengumumkan kapan memulai suatu revolusi, rakyatlah yang merasa kehidupannya penuh derita tiada akhir dan negara tak peduli pada keadaan yang menyengsarakan bagi rakyat, sehingga pada akhirnya rakyat tidak lagi mempercayai negara. Tatkala itulah seorang pemimpin bakal tampil maju ke depan untuk memimpin rakyat yang sudah matang hendak mengadakan revolusi.
Inilah bait yang menggambarkan kemunculan Ratu Adil "satrio piningit" yang dilontarkan oleh Sang Prabu Sri Aji Joyoboyo dari Kediri pada abad keduabelas masehi (1100-an) :
“ selet-selete yen mbesuk ngancik tutuping tahun sinungkalan dewa wolu, ngasta manggalaning ratu, bakal ana dewa ngejawantah, apengawak manungsa.”
Kelak menjelang tutup tahun sinungkalan dewa wolu, ngasta manggalaning ratu (1988 Saka atau 2066 Masehi). Akan muncul dewa turun ke bumi yang berwujud seorang manusia (Ratu Adil yang secara populer disebut "Satrio Piningit").
Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu, sosok dalam ramalan Ronggowarsito sebagai penyempurnaan daripada Ramalan Joyoboyo adalah manusia terpilih pengemban pulung gaib wahyu keprabon, dan kelak akan marak sebagai Ratu Adil yang diemong oleh Sabdo Palon.
Pemerintahan dalam tatanan dunia baru yang berpusat di salah satu pulau di Nusantara itu berbentuk kerajaan, tepatnya adalah kerajaan Jawa modern, ajaran lama yang diperbarui akan bergairah kembali, termasuk di dalamnya sifat-sifat kejawen yang telah direformasi sesuai dengan jamannya sangatlah dominan dalam ajaran tersebut.
Dalam sebuah hadits Nabi Muhammad SAW mengisyaratkan bahwa Imam Mahdi pasti datang di akhir zaman. Ia akan memimpin ummat Islam keluar dari kegelapan kezaliman dan kesewenang-wenangan menuju cahaya keadilan dan kejujuran yang menerangi dunia seluruhnya.
“Andaikan dunia tinggal sehari sungguh Allah akan panjangkan hari tersebut sehingga diutus padanya seorang lelaki dari ahli baitku namanya serupa namaku dan nama ayahnya serupa nama ayahku. Ia akan penuhi bumi dengan kejujuran dan keadilan sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kezaliman dan penganiayaan.” (HR abu Dawud 9435). Hadist ini memberikan kabar akan munculnya pemimpin di negeri Islam yang sedang bergolak. Sebagian kalangan muslim percaya akan muncul pemimpin baru Islam bermukjizat, dan menyebutnya Imam Mahdi ( Pemimpin yang terpilih). Ia akan menghantarkan rakyat meninggalkan babak era para penguasa diktator yang memaksakan kehendak dan mengabaikan kehendak Tuhan menuju babak tegaknya kembali kekhalifahan Islam yang mengikuti manhaj, sistem atau metode Kenabian. Lelaki itu keturunan Nabi Muhammad SAW, akan mengantarkan ummat Islam menuju babak Khilafatun ’ala Minhaj An-Nubuwwah. Imam Mahdi akan berperan sebagai panglima di akhir zaman untuk memerangi para Mulkan Jabriyyan (Para Penguasa Diktator) yang telah lama bercokol di berbagai negeri-negeri di dunia.
Beberapa pendapat memparalelkan Imam Mahdi menurut Hadist Nabi Muhammad SAW dengan Ratu Adil versi Ramalan Jayabaya, dengan dalih bahwa Jayabaya telah memeluk Agama Islam dan mendapatkan petunjuk Illahiah sehingga dapat memaparkan ramalan-ramalan tersebut. Pendapat lain bahwa istilah Ratu Adil adalah hasil transfer bahasa dan makna dari dalam hadist oleh para wali (Sunan Bonang, Sunan Giri dan Sunan Kalijaga).
Terlepas dari semua uraian saya tentang Misteri Kejayaan Indonesia, tidaklah menjadikan kita menjadi orang yang percaya takhyul ( musyrik ) dan mengada-ada, karena semua ini berdasar penelitian dan sumber sejarah. Semoga hal ini mampu memacu semangat kita untuk berkarya, menjadikan Indonesia Berjaya !!!
Subscribe to:
Posts (Atom)